Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Duka Keluarga Afrizal, Arek Gentong yang Meninggal Dikeroyok di Stadion

Jawanto Arifin • Senin, 5 Juni 2023 | 15:30 WIB
SEDIH: Ibu korban Rosida menunjukkan foto kelulusan Afrizal di SMK PGRI 1 Kota Pasuruan, Minggu (4/6). Inset, Afrizal saat kritis. (Foto: Fuad Alyzen/Radar Bromo)
SEDIH: Ibu korban Rosida menunjukkan foto kelulusan Afrizal di SMK PGRI 1 Kota Pasuruan, Minggu (4/6). Inset, Afrizal saat kritis. (Foto: Fuad Alyzen/Radar Bromo)
Sosok Afrizal Ramadani, 24, terus membayang di benak kedua orang tuanya, Sabar Sutikno dan Rosida. Kematiannya yang memilukan membuat keduanya mengaku sangat sedih. Namun, mereka tetap berusaha ikhlas.

FUAD ALYZEN, Gadingrejo, Radar Bromo

Kata ikhlas terus terlontar dari mulut Sabar Sutikno dan Rosida, 45. Orang tua almarhum Afrizal Ramadani, 24, korban pengeroyokan di Stadion Untung Suropati (Unsur) Kota Pasuruan yang akhirnya meninggal. Setiap ada tamu yang takziah ke rumah mereka di RT 2/RW 2, Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, keduanya selalu mengatakan ikhlas.

Meski demikian, sedih tidak bisa ditutupi dari wajah keduanya. Apalagi saat harus bercerita tentang anak kesayangannya itu. Bahkan, kelopak mata keduanya masih bengkak. Menandakan tangis akibat kesedihan yang begitu dalam.

“Sebenarnya kami masih marah, sangat kehilangan. Melihat sepedanya saja langsung teringat almarhum. Namun, kami pasrahkan saja pada Yang Mahakuasa. Pasti mereka yang mengeroyok akan mendapat balasan,” ujar Sabar sembari menangis.

Ya, semua barang milik Afrizal selalu membuat Sabar dan Rosida terkenang akan anaknya itu. Karenanya, saat ini semua barang yang berhubungan dengan Afrizal dijauhkan dari pandangan mereka. Disimpan agar tidak terlihat. Seperti motor yang biasa dipakai. Juga foto di dinding.

https://radarbromo.jawapos.com/hukrim/31/05/2023/dikeroyok-saat-ngopi-di-stadion-unsur-tulang-kepala-arek-gentong-retak/



Sebab, bila melihat barang-barang milik Afrizal, maka Sabar dan Rosida langsung menangis. Sementara mereka sadar, harus menata emosi agar ikhlas dan tenang. Kemudian, memasrahkan kasus itu pada yang berwajib.

Afrizal bagi orang tuanya memang anak kesayangan. Dia tidak pernah neko-neko. Selalu izin atau pamit saat hendak keluar rumah. Saat bolos sekolah pun, Afrizal biasanya juga menyampaikan pada orang tuanya.

“Kalau bolos ya bilang. Tapi, bolosnya tidak ke mana-mana. Di rumah saja,” terang Rosida.

Semasa kecil, Afrizal sering ikut ke manapun ayahnya pergi. Baik saat ayahnya kerja, juga saat ayahnya bermain. Pernah Afrizal diajak ayahnya ke Stadion Unsur dengan naik sepeda engkol.

Saat pulang, kaki Afrizal nyangkut ke ban sepeda engkol. Kakinya pun terluka. Walau tidak parah, namun hal itu membuat orang tuanya sedih dan merasa bersalah.

Saat dewasa, Afrizal berkembang menjadi remaja pendiam. Namun, dia pandai bergaul. Baik dengan yang lebih muda, maupun dengan yang lebih tua. Bahkan, dia mengikuti banyak komunitas. Karena itu, saat takziah banyak yang menangisi kepergiannya.

https://radarbromo.jawapos.com/hukrim/03/06/2023/arek-gentong-korban-penganiayaan-di-stadion-unsur-meninggal/



Sabar dan Rosida sendiri terakhir bertemu Afirizal pada Sabtu (27/5). Pagi-pagi, dia berangkat bekerja. Memang, tiga bulan terakhir Afirzal bekerja sebagai sales es krim. Ia baru akan menerima gaji pada tanggal 5 Juni ini. Namun, karena keburu meninggal, gaji tidak diterimanya.

Sabtu sore setelah pulang kerja, Afrizal langsung keluar rumah. Tidak seperti biasanya, dia keluar rumah tanpa pamit.

Belakangan diketahui, sore itu dia langsung menjemput pacarnya yang bekerja di Mie Gacoan, Jalan Soekarno Hatta, Kota Pasuruan. Dari tempatnya bekerja, pacarnya itu diantar pulang ke rumahnya di Kelurahan Bangilan, Kecamatan Panggungrejo.

Setelah mengantar pacarnya, dia ke Stadion Unsur untuk ngopi bersama teman-temannya. Afrizal lantas berpapasan dengan sekelompok remaja saat berhenti di simpang empat Apotek atau Jalan Supratman. Diduga ada kesalahpahaman di sini. Hingga sekelompok remaja itu mengejar dan menyerang Afrizal di Stadion Unsur. (hn) Editor : Jawanto Arifin
#penganiayaan pasuruan #polres pasuruan kota