IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo
Lembaran berkas menumpuk di meja. Satu persatu lembaran berkas itu dibuka lalu ditandantanganinya.
Senyumnya pun mengembang. Penuh keramahan. Sambil mempersilahkan wartawan Jawa Pos Radar Bromo, ia pun kembali mencermati berkas-berkas yang masuk ke mejanya. “Saya sambi ya mas,” ungkap AKBP Bayu Pratama Gubunagi mengawali perbincangan.
Sosok kelahiran Bekasi itu merupakan perwira muda. Usianya baru menginjak 39 tahun. Namun, jangan remehkan posisinya. Karena ia merupakan pejabat tertinggi di Mapolres Pasuruan. Dia menjadi Kapolres Pasuruan yang baru.
Pria kelahiran 29 Agustus 1983 itu merupakan sosok pengganti dari AKBP Erick Frendriz yang saat ini dipercaya untuk menjabat Wakapolres Metro Bekasi Polda Metro Jaya. Bayu-sapaannya, mengisi jabatan Kapolres Pasuruan, sejak 12 Juli 2022 yang lalu. Sebelum menduduki kursi Kapolres Pasuruan, rentetan jabatan pernah disandingnya. Termasuk jabatan Kapolsek ataupun Kasatlantas.
Bayu meniti karirnya sebagai perwira Polri, seusai lulus SMA, tahun 2001 silam. Alumni SMA Krida Nusantara Bandung ini, mulanya memang tidak bercita-cita sebagai anggota polisi. Justru ia berkeinginan untuk menjadi pilot pesawat tempur.
Namun, keinginannya untuk menjadi pilot pesawat tempur, harus dipupusnya. Setelah dalam tes psikologis, ia lebih condong untuk mendalami pendidikan IPS. Sementara, untuk pilot tempur, lebih pada pendidikan IPA saat sekolah SMA.
Beberapa alternatif muncul. Termasuk menjadi anggota Polri. “Orang tua saya seorang pekerja swasta. Tidak ada darah polisi dalam keluarga. Saya ingin menjadi polisi, karena untuk mengabdi,” ungkap suami dari dr. Adelia Wulandari sp.kk tersebut.
Ia pun mengikuti seleksi Polri setelah lulus SMA tahun 2001 di Akpol Semarang. Ada ribuan peserta yang mendaftar se-Indonesia. Namun saat itu yang diambil hanya 200 orang.
Berbagai tahapan ujian diikuti. Satu per satu banyak yang berguguran. Hingga tersisa 200 orang. Termasuk dirinya yang akhirnya mengikuti pendidikan.
Penghobi bulutangkis dan gowes ini mengikuti pendidikan Taruna Akpol hingga 2004 kemudian. Usai dinyatakan lulus, ia mendapatkan tugas sebagai perwira pertama di Polresta Palembang Polda Sumatera Selatan.
Tahun 2006 kemudian, ia diamanahi menjadi Pejabat Sementara Kanitturjawali Satlantas Polresta Palembang. Tak lama, Bayu dimutasi sebagai Kanitregident Satlantas Polres Musi Banyuasin Polda Sumsel.
Tahun 2009, bapak dua anak ini, naik jabatan dengan mengemban kursi PS. Kasatlantas Polres Musi. Setahun kemudian, ia dipercaya untuk menjabat Kanit Sidikmas Subdit Dikyasa Ditlantas Polda Sumsel.
Jabatan tersebut diembannya selama dua tahun. Karena, pada 2012 kemudian, ia dimutasi sebagai perwira pertama di Polda Banten. Di Polda Banten, ia sempat mengemban Kaurpatun Korsis SPN, Kanit Sat PJR Ditlantas hingga Sespripim Polda Banten tahun 2013. Baru kemudian, ia bertugas sebagai Pamin Urmin Sekpri Wakapolri di tahun yang sama.
Jabatannya kian menanjak, setelah bertugas di Polda Metro Jaya. Ia dipercaya untuk menjabat Kanit SITNK Subditregident Ditlantas Polda Metro Jaya, pada 2014. Setahun kemudian, ia naik jabatan menjadi Kasatlantas Polres Metro Bekasi Kota Polda Metro Jaya.
Setahun lamanya, hingga ia dipercaya untuk menduduki jabatan Kapolsek Bekasi Selatan sejak 2016 hingga 2017. Bayu kemudian berpindah tugas sebagai KASISTNK dan Kasubagselek di Polda Metro Jaya.
Hingga kemudian, ia menjabat Pamen RO SDM Polda Metro Jaya dan Pamen Itwasum Polri 2019 lalu. Ia kemudian menduduki jabatan KURTU Itwil IItwasum Polri pada 2020. Dan Kataud Inspektorat Pengawasan Umum Polri 2021 lalu. Baru, ia dipercaya untuk menduduki kursi Kapolres Pasuruan, 12 Juli 2022 kemudian.
Selama berpindah-pindah tugas, banyak pengalaman berharga yang tak terlupakan sampai sekarang. Seperti ketika ia menjabat Kaurpatun Korsis SPN di Banten. Ia yang menjadi pengasuh bagi calon bintara Polri waktu itu, banyak menghadapi “kenakalan-kenakalan” calon anggota polisi tersebut.
Mulai dari mereka yang merokok, bawa handphone dan kenakalan lain yang dilarang dalam pendidikan. Hal itu, memberi tantangan tersendiri baginya. Karena tugas pentingnya, adalah mengubah karakter bandel tersebut, agar mereka menjadi lebih berkarakter dan mental baik.
“Ada kesan-kesan mendalam saat saya menjadi pengasuh calon bintara polri waktu itu. Bagaimana mengasuh, mendidik dan membuat mereka berdisiplin dan lebih baik, itu tidaklah mudah. Karena, mereka datang dari berbagai karakter yang berbeda,” kenang perwira yang pernah bertugas Bawah Kendali Operasi (BKO) ke Aceh tersebut.
Kenangan lain yang menarik, ketika ia menjabat Kapolsek Bekasi tahun 2016 lalu. Ketika itu, jabatan kapolsek memang terbilang baru baginya. Namun, ia sudah harus menghadapi perseteruan antarsuporter Persib Bandung dengan Persija.
Aksi lempar-lemparan antara pendukung sempat terjadi. Bahkan, ia sempat menjadi korban pelemparan botol oleh suporter. “Bagaimana meredam aksi suporter itu, menjadi tantangan yang tak mudah,” ujar peraih Satyalancana Bhakti Pendidikan, Operasi Kepolisian, Pengabdian 8 tahun serta Satyalancana Ksatria Bhayangkara pada 2014 silam tersebut.
Bukan hanya itu, ia juga pernah meraih rekor Muri. Ketika menjabat KASI STNK Polda Metro Jaya tahun 2018 lalu. Ini berkat inovasi aplikasi samsat digital yang diluncurkannya. Bahkan, aplikasi itu, kini diaplikasikan oleh pusat secara nasional.
Bagi Bayu, polisi merupakan sosok yang harus menjadi suri tauladan bagi masyarakat. Karena tugasnya, menjaga ketertiban dan penegakan hukum. Sehingga, harus memberikan contoh dan perilaku yang baik.
“Kalau tidak mampu, maka akan sulit untuk menjaga harkamtibmas dan penegakan hukum dengan baik,” tukas dia. (fun) Editor : Jawanto Arifin