Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kampung Herbal Sukolelo Prigen yang Kerap Jadi Tempat Studi Banding

Jawanto Arifin • Rabu, 5 Agustus 2020 | 15:20 WIB
Photo
Photo
Selama 1,5 tahun terakhir, Dusun/Desa Sukolelo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, disulap menjadi Kampung Herbal Sukolelo. Kini, kampung itu menjadi wisata edukasi, tempat studi banding, bahkan produknya dikelola menjadi minuman herbal.

-----------------

Hawa sejuk terasa begitu memasuki Dusun/Desa Sukolelo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Maklum, dusun itu berada di kaki Gunung Ringgit. Di pintu masuk dusun itu, terpampang tulisan ikonik dengan ukuran besar bertuliskan Kampung Herbal Sukolelo.

Begitu memasuki kampung itu, tulisan besar ikonik itu bukanlah isapan jempol belaka. Di kampung yang didiami 130 KK tersebut, terdapat berderet aneka tanaman herbal. Ada yang ditanam di depan rumah, pekarangan, hingga di sepanjang jalan kampung.

Jenis tanaman yang ditanam beragam. Ada kunyit, temulawak, jahe, telang, dan lain-lain. Juga ditanaman aneka jenis tanaman obat keluarga (toga) seperti mengkudu, semanggi, sambilata, jinten, sirih, dan sebagainya.

“Ada sekitar 70 jenis tanaman empon-empon dan toga di Kampung Herbal Sukolelo ini. Semuanya dari hasil pembibitan warga bersama Pemuda Generasi Mandiri Sukolelo (Gemas),” beber Rizal Bahtiar, pemuda setempat sekaligus wakil ketua Gemas.

Photo
Photo
RAPI: Pemuda Gemas tengah merapikan deretan tanaman herbal di green house pekarangan rumah warga. (Foto: Rizal Fahmi Syatori /Jawa Pos Radar Bromo)

Menurutnya, Kampung Herbal Sukolelo atau KHS sudah lama dibangun. Namun, banyak masyarakat belum mengenal serta mengetahuinya.

Kampung ini didirikan sekitar 1,5 tahun lalu, tepatnya pada Februari 2019. Proses pembentukannya tak mudah. Ada survei potensi bersama mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Kemudian koordinasi dan komunikasi intensif antara para pemuda yang tergabung dalam gemas dengan tokoh masyarakat, RT, dan RW yang ada di Dusun Sukolelo. Sehingga, berdiri Kampung Herbal Sukolelo hingga sekarang.

“Pembibitan dan penanaman tanaman herbal yang beragam memanfaatkan lahan yang ada. Yaitu, memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing warga, juga jalan kampung yang sebagian besar dipasang pot berisi tanaman herbal,” ungkapnya.

Yang menarik, tiap RT memiliki minimal satu greenhouse mini. Isinya tanaman herbal yaitu empon-empon dan toga.

“Untuk greenhouse, ada empat buah menyesuaikan jumlah RT. Masing-masing RT ada satu greenhouse. Juga dilengkapi gubuk sederhana untuk kegiatan edukasi warga. Mulai dari pelatihan, sosialisasi, serta lainnya,” kata Bahtiar, sapaan akrabnya.

Dan selama 1,5 tahun terakhir, tamu dari luar terus berdatangan berkunjung ke Kampung Herbal Sukolelo. Ada mahasiswa asal Korsel yang jumlahnya puluhan. Termasuk turis dari Austria, Australia, dan lain-lain.

Banyak juga warga dari sekitaran Kabupaten Pasuruan yang datang. Dari daerah lain pun banyak yang datang untuk studi banding.

“Memang KHS ini tidak hanya berisi kegiatan penanaman dan budi daya tanaman herbal. Tapi, juga sebagai tempat wisata edukasi. Silakan datang dan lihat langsung,” cetus Kades Sukolelo M. Nur Maidin.

KHS makin lengkap karena hasil panen empon-empon dan toga lantas dibuat aneka produk herbal. Ada serbuk ekstrak, juga minuman herbal. Seperti daun telang, jahe instan, daun sirsak, temulawak instan, kulit manggis instan, kunyit, dan masih banyak lainnya.

Semua produk itu dipasarkan via online dan offline. Bahkan, pasarnya sampai ke berbagai daerah di pulau Jawa dan luar Jawa. Juga dipasarkan hingga ke Jepang dan Korsel.

“Minuman herbal yang diproduksi banyak jenisnya, semuanya dari hasil panen empon-empon dan toga yang ada di KHS ini. Praktis, aman dikonsumsi, tanpa bahan pengawet, dan baik untuk tubuh. Apalagi saat pandemi korona seperti sekarang, bisa menjaga imunitas,” katanya.

Meski demikian, kampung herbal ini menurutnya masih memiliki sejumlah kendala. Mulai pemenuhan air, anggaran untuk pembinaan, mesin tepat guna untuk sangrai atau pengering, dan lainnya. Karena itu, warga dan pemdes setempat berharap ada bantuan dari Pemkab Pasuruan.

“Paling tidak, pemda bisa membantu kami yang ada di lapangan. Dengan harapan ke depannya lebih maksimal dan mendukung rencana keberadaan wisata keluarga di Prigen,” ujarnya. (zal/fun) Editor : Jawanto Arifin
#tanaman herbal #kecamatan prigen #kampung herbal sukolelo #desa sukolelo