Melihat Industri Mebel Desa Lebak yang Mampu Tingkatkan Perekonomian-Kurangi Pengangguran

SERAP TENAGA KERJA: Zakaria (kanan) melihat produksi kursi yang masih setengah jadi. Di Desa Lebak, Kecamatan Winongan, industri mebel banyak menyerap tenaga kerja pemuda sekitar. (Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

Selain potensi pertanian, Desa Lebak, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, mempunyai banyak perajin mebel. Tak hanya menjadi sumber ekonomi baru, industri mebel juga mampu mengurangi pengangguran.

ERRI KARTIKA, Winongan

Desa Lebak, Kecamatan Winongan, terletak di jalan menuju Mata Air Umbulan, Kabupaten Pasuruan. Di desa ini akan banyak ditemui hamparan lahan pertanian. Sedangkan, di sejumlah rumah warga akan ditemui aktivitas kegiatan pembuatan mebel.

Salah satunya di rumah Zakaria, 38. Ia sudah sekitar 12 tahun merintis usaha mebel di Desa Lebak. Sebelumnya, pada awal 2000, Zakaria hanya bekerja pada warga Rejoso. “Baru setelah 6 tahun saya mulai buka usaha mebel sendiri di kampung halaman saya,” ujarnya.

Zakari mampu membuat berbagai macam mebel. Seperti, kursi, lemari, meja belajar, dan furniture rumah tangga lainnya. Namun, kini yang cukup laris dicari konsumen berupa sofa. Barang ini bisa diperjualbelikan sampai ke Jombang, Kediri, Ponorogo, termasuk ke Madura.

“Harganya tergantung kualitas desain, kain sofanya, sampai ukiran, dan detailnya. Tergantung permintaan pasar, kalau minta bahan kualitas paling bagus, otomatis harganya juga meningkat,” ujarnya.

Melalui usahanya ini, Zakaria telah mempekerjakan 12 warga sekitar. Mereka membantu Zakaria memenuhi permintaan konsumen sepanjang tahun. Menurutnya, permintaan mebel makin meningkat kala menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Raya Idul Fitri. “Terutama kalau menjelang Lebaran, permintaan bisa naik lipat lima dibanding hari biasa,” ujarnya.

Kaur Pemerintahan Desa Lebak Huda mengatakan, industri mebel di desanya tumbuh subur sejak tahun 2000. Kini tercatat ada 10 perajian mebel. “Tak hanya sebagai mata pencaharian, tapi juga membantu menyerap tenaga kerja. Karena satu perajin rata-rata bisa menyerap 8-12 tenaga kerja,” ujarnya.

Pihaknya berharap industri mebel di Desa Lebak terus laris dan berkembang. Bahkan, masyarakat lain juga didukung jika ada usaha lain yang bisa mengembangkan ekonomi desa. (fun)