alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Geliat Omah Anggrek di Desa Sadengrejo yang Kini Sudah Memiliki 40 Ribu Tanaman

Omah Anggrek yang dimiliki oleh kelompok tani Desa Sadengrejo terus dikembangkan. Saat ini, jumlah tanaman anggrek sudah mencapai lebih dari 40 ribu. Pemdes setempat berencana menambah tanaman lain di tempat ini.

—————-

Pengembangan anggrek yang dilakukan oleh kelompok tani di omah anggrek di Dusun Sadeng, Desa Sadengrejo, Kecamatan Rejoso terus dilakukan. Pemdes dan kelompok tani setempat rutin menambah anggrek yang ditanam setiap harinya.

Ketua Kelompok Tani di desa ini, Hudan Daldiri mengungkapkan, jumlah tanaman anggrek yang berhasil ditanam selama empat bulan terakhir mencapai 40 ribu buah. Sebagian besar tanaman ini sudah mencapai usia dewasa untuk siap dipanen.

“Kami beranggotakan tujuh orang. Setiap harinya, kami dibantu enam perempuan yang diberdayakan oleh Pemdes untuk membantu menanam Anggrek,” ungkapnya.

Hudan menjelaskan, sebagian besar tanaman Anggrek ini siap untuk dipanen. Diperkirakan masa panen ini terjadi pada akhir November mendatang. Di bulan tersebut itu sejumlah tanaman anggrek sudah memiliki ketinggian sekitar tujuh sampai delapan sentimeter.

“Kalau sudah setinggi itu, maka medianya pun berubah. Jika sebelumnya menggunakan serabut akasia, maka nanti diganti dengan media serabut kelapa sebab akarnya kan sudah kuat,” jelas Hudan.

Rencananya, saat panen nanti, seluruh tanaman ini akan dijual ke Kota Malang oleh mitra yang sudah diajak kerja sama. Dan setiap tanaman itu bakal dibeli dengan harga Rp 2000. 20 persen dari hasil penjualan akan masuk ke dalam kas desa. Sementara sisanya untuk kelompok dan pekerja.

Hudan mengaku ke depan, pihaknya berharap agar Omah Anggrek ini semakin berkembang. Dalam waktu dekat, ia bersama anggota kelompok tani lainnya berencana untuk menambah komoditi tanaman. Rencananya adalah tanaman stoberi.

“Rencananya tanaman ini akan ditanam di lokasi yang sama. Cuma agar efisien, ya kami tanam di bawah tanaman anggrek yang ada saat ini,” terang Hudan. (riz/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.