alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

AKP Rini Ifo Nila Krisna, Kapolsek Perempuan Pertama di Probolinggo

Selama karir menjadi polisi, Nila mengaku pengalaman paling menantang saat menjabat KBO Reskrim. Saat itu, dia menjadi Polwan pertama di Polres yang menjadi KBO Reskrim. Kondisi itu membuat dirinya lebih terpacu untuk menjalankan tugas sebaik mungkin.

Pernah dirinya mengungkap kasus perampokan sopir truk muatan bawang putih di jalan raya Gending. Dirinya sebagai KBO dan AKP Riyanto sebagai Kasat Reskrim saat itu, berusaha langsung mengungkap kasus tersebut.

Ternyata, proses penyelidikan mendapatkan titik terang. Para terduga pelaku diketahui berada di wilayah Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Saat malam, dirinya sebagai KBO bersama anggota opsnal lainnya yang dipimpin Kasat Reskrim, berusaha menangkap para terduga pelaku.

Setelah diintai cukup lama, ternyata terduga pelaku keluar menggunakan mobil langsung berusaha melarikan diri. Bahkan, anggota opsnal nyaris ditabrak. Saat itu, dirinya merupakan Polwan satu-satunya yang ikut pengejaran.

”Malam itu sempat terjadi banyak tembakan untuk melumpuhkan pelaku perampokan. Karena, pelaku kabur naik mobil. Termasuk saat mobil berhasil dihentikan, pelaku masih berusaha melawan,” cerita Nila.

Sebagai Polwan, diakui Kapolsek, dirinya juga punya kewajiban sebagai istri dan ibu dari tiga anak. Sepanjang dinas sebagai polwan, tidak ada kendala manajemen dalam keluarga. Komunikasi dengan anak dan keluarga terus berjalan dengan baik.

”Pintar-pintar atur waktu. Keluarga dan anak memahami tugas saya. Jadi, sewaktu-waktu jika dibutuhkan untuk dinas, langsung berangkat,” paparnya. (hn)

Selama karir menjadi polisi, Nila mengaku pengalaman paling menantang saat menjabat KBO Reskrim. Saat itu, dia menjadi Polwan pertama di Polres yang menjadi KBO Reskrim. Kondisi itu membuat dirinya lebih terpacu untuk menjalankan tugas sebaik mungkin.

Pernah dirinya mengungkap kasus perampokan sopir truk muatan bawang putih di jalan raya Gending. Dirinya sebagai KBO dan AKP Riyanto sebagai Kasat Reskrim saat itu, berusaha langsung mengungkap kasus tersebut.

Ternyata, proses penyelidikan mendapatkan titik terang. Para terduga pelaku diketahui berada di wilayah Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Saat malam, dirinya sebagai KBO bersama anggota opsnal lainnya yang dipimpin Kasat Reskrim, berusaha menangkap para terduga pelaku.

Setelah diintai cukup lama, ternyata terduga pelaku keluar menggunakan mobil langsung berusaha melarikan diri. Bahkan, anggota opsnal nyaris ditabrak. Saat itu, dirinya merupakan Polwan satu-satunya yang ikut pengejaran.

”Malam itu sempat terjadi banyak tembakan untuk melumpuhkan pelaku perampokan. Karena, pelaku kabur naik mobil. Termasuk saat mobil berhasil dihentikan, pelaku masih berusaha melawan,” cerita Nila.

Sebagai Polwan, diakui Kapolsek, dirinya juga punya kewajiban sebagai istri dan ibu dari tiga anak. Sepanjang dinas sebagai polwan, tidak ada kendala manajemen dalam keluarga. Komunikasi dengan anak dan keluarga terus berjalan dengan baik.

”Pintar-pintar atur waktu. Keluarga dan anak memahami tugas saya. Jadi, sewaktu-waktu jika dibutuhkan untuk dinas, langsung berangkat,” paparnya. (hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/