Mengunjungi Eks Karantina Pemudik Tingkat Desa di Kab Probolinggo

STERIL: Gedung PKK dan PAUD di Desa Pabean, Kecamatan Dringu kini dipakai lagi untuk kegiatan. Gedung ini sempat dipakai untuk karantina tingkat desa bagi pemudik di Pabean. (Foto: Aris Mashudi/ Radar Bromo)

Related Post

Sejak sebulan terakhir, tempat karantina pemudik di tingkat desa di Kabupaten Probolinggo tak lagi difungsikan. Sebab, semua pemudik yang sempat menjalani karantina sudah pulang setelah menjalani rapid test. Seperti apa kondisi tempat karantina tingkat desa sekarang?

ARIF MASHUDI, Dringu, Radar Bromo

Tempat karantina tingkat desa di Desa/Kecamatan Dringu itu berada di areal kantor Desa Dringu. Yaitu, sebuah gedung lantai dua yang biasa jadi kegiatan PKK, Posyandu, dan wanita. Kemarin (29/7), gedung itu tampak bersih. Bahkan, sebuah kegiatan digelar di halaman gedung itu. Yaitu, sosialisasi ibu hamil dan berjemur.

Gedung itu sendiri sudah mulai difungsikan tahun kemarin. Namun, pada triwulan kedua, kegiatan di gedung ditiadakan. Sebab, gedung itu dijadikan tempat karantina tingkat desa bagi pemudik dari luar kota.

Pemudik yang dikarantina disiapkan tempat istirahat dan menginap di lantai atas. Gedung yang memiliki tiga ruangan di lantai II tersebut tampak luas. Salah satunya, merupakan ruangan pertemuan dengan ukuran sekitar 5 x 6 meter.

Iin Indrawati, ketua PKK Desa Dringu mengatakan, ibu-ibu hamil ini dikumpulkan untuk diberikan sosialisasi soal makanan gizi ibu hamil. Selesai sosialisasi di pendapa balai desa, dilanjutkan pemanasan atau berjemur di depan gedung eks tempat karantina tingkat desa.

”Gedung ini sempat dijadikan tempat karantina tingkat Desa Dringu. Sebelum itu, jadi kegiatan Dharma Wanita, Posyandu, Pospindu, lansia, dan kegiatan wanita lainnya,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Istri Kades Dringu Bukhari itu menceritakan, sekitar sebulan lalu, gedung tersebut disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan. Karena sudah tidak ada lagi pemudik yang dikarantina.

Kemudian ada kebijakan dari Pemkab Probolinggo, karantina dijadikan satu di tingkat kabupaten. Akhirnya, diputuskan untuk mengembalikan fungsi gedung tersebut.

”Sudah disterilkan semua gedung ini dengan penyemprotan. Semua bagian ruangan luar dan dalam disemprot disinfektan,” katanya.

Kondisi itu diakui Iin, membuat dirinya dan warga lega untuk bisa kembali berkegiatan di gedung tersebut. Karena yakin gedung itu tidak terpapar virus korona. ”Kami tidak waswas atau takut menempati gedung ini untuk kegiatan. Karena sudah steril,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Endah, salah satu warga desa setempat. Endang mengaku, saat gedung itu dijadikan tempat karantina, dirinya tidak berani untuk datang atau ikut kegiatan. Karena khawatir ada pemudik yang datang terpapar virus korona dan menyebar. ”Kalau sekarang sudah tidak, karena sudah disterilkan,” akunya.

Iin yang juga Pembina Posyandu mengungkapkan, selama gedung itu dijadikan tempat karantina sekitar 3 bulan lamanya, pihaknya tidak lantas menghentikan kegiatan Posyandu, lansia, atau Pospindu. Pihaknya memaksimalkan kegiatan itu di tiap blok atau dusun. Dengan jumlah undangan yang dihadirkan terbatas dan secara bergantian.

”Alhamdulillah, pertemuan PKK dan lainnya bisa kembali di gedung ini sekarang. Kalau rapat di ruang lantai atas. Kalau senam di pendapa desa atau halaman depan gedung ini,” ungkapnya.

Kondisi yang sama terjadi di Desa Pabean, Kecamatan Dringu. Kepala Desa (Kades) Pabean Susilo mengatakan, gedung PKK dan PAUD dijadikan tempat karantina tingkat desa beberapa waktu lalu. Namun, saat ini sudah kembali normal. ”Sudah steril, dengan penyemprotan disinfektan,” ujarnya.

Ugas Irwanto, koordinator Penegakan Keamanan dan Hukum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo mengatakan, tempat karantina kasus Covid-19 saat ini hanya difokuskan di satu tempat. Yaitu, Hotel Sari Indah Gending.

Mereka yang dikarantina di tempat itu yaitu yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan asimptomatik atau dulu disebut OTG. ”Kalau suspect (dulu disebut PDP) yang harus dirawat, mereka dikarantina di RSUD Tongas, RSUD Waluyo Jati, dan RS Wonolangan,” ujarnya. (hn)