alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Gus Fatih Bangun Manajemen Pesantren agar Lebih Kokoh

GUS Mochammad Al Fatih, 27, merupakan cucu dari pendiri Pesantren Badridduja, Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Meski masih muda, kini dia dipercaya menjadi ketua Yayasan Badridduja.

Usianya masih muda. Namun, pengalaman dan dedikasinya untuk turut mengembangkan pesantren tidak perlu diragukan. Mendapat amanat menjadi ketua Yayasan Badridduja, membuat Gus Fatih terpacu untuk terus berkontribusi maksimal.

Pria berkacamata ini merupakan cucu pendiri Pesantren Badridduja, K.H Badri Masduqi. Gus Fatih, putra pertama pasangan suami-istri K.H. Musthofa Badri Masduqi dan Nyai Hj. Nurul Hafshoh.

MASIH MUDA: Gus Mochammad Al Fatih merupakan cucu pendiri Pesantren Badridduja, K.H Badri Masduqi. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Ia besar di Malang. Di Pesantren Al-Munawariyah Bululawang, Malang, rumah asal Nyai Hj. Nurul Hafshoh. Memiliki latar belakang pesantren, Gus Fatih digembleng agar paham mengenai agama sebagai fondasi. Pada 2003-2006, ia mengeyam pendidikan di Muqoddasah Gontor.

“Saya sempat belajar di Gontor selama empat tahun untuk mempelajari dan mendalami Alquran,” ujarnya, Kamis (28/4).

GUS Mochammad Al Fatih, 27, merupakan cucu dari pendiri Pesantren Badridduja, Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Meski masih muda, kini dia dipercaya menjadi ketua Yayasan Badridduja.

Usianya masih muda. Namun, pengalaman dan dedikasinya untuk turut mengembangkan pesantren tidak perlu diragukan. Mendapat amanat menjadi ketua Yayasan Badridduja, membuat Gus Fatih terpacu untuk terus berkontribusi maksimal.

Pria berkacamata ini merupakan cucu pendiri Pesantren Badridduja, K.H Badri Masduqi. Gus Fatih, putra pertama pasangan suami-istri K.H. Musthofa Badri Masduqi dan Nyai Hj. Nurul Hafshoh.

MASIH MUDA: Gus Mochammad Al Fatih merupakan cucu pendiri Pesantren Badridduja, K.H Badri Masduqi. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Ia besar di Malang. Di Pesantren Al-Munawariyah Bululawang, Malang, rumah asal Nyai Hj. Nurul Hafshoh. Memiliki latar belakang pesantren, Gus Fatih digembleng agar paham mengenai agama sebagai fondasi. Pada 2003-2006, ia mengeyam pendidikan di Muqoddasah Gontor.

“Saya sempat belajar di Gontor selama empat tahun untuk mempelajari dan mendalami Alquran,” ujarnya, Kamis (28/4).

MOST READ

BERITA TERBARU

/