alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Geliat Usaha Pengolahan Kupang Kraton di Desa Tambakrejo

Mayoritas warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan berprofesi sebagai nelayan. Mereka tidak hanya mencari beragam jenis ikan laut mulai, kepiting dan cumi. Sebagian besar adalah nelayan penghasil kupang atas sejenis tiram.

————

Sejumlah pria tampak memasukkan kupang ke dalam panci berukuran sedang. Tak sampai lima menit, kupang itupun diangkat dan dimasukkan ke dalam panci yang berukuran lebih besar. Mereka lantas menunggu 10 menit hingga kupang benar-benar matang.

“Ini pakai dua panci karena biar cepat prosesnya. Panci pertama agar kupang bisa dengan mudah dipisahkan dengan kulitnya. Sementara panci kedua agar benar benar matang,” ungkap Hasyim, salah satu pengusaha kupang di desa Tambakrejo.

Hasyim menjelaskan kupang yang sudah matang ini nantinya diolah sesuai keinginan pedagang. Ada yang diberi bumbu dan menjadi makanan khas yang disebut kupang Kraton, namun ada pula yang diolah menjadi kerupuk dan pepes.

“Ini biasanya menyesuaikan permintaan. Kami menjualnya ke Pasar Kraton. Pembeli cenderung menginginkan apa, itulah yang coba kami penuhi. Setiap harinya kami membawa beragam jenis olahan kupang,” jelasnya.

Ia menyebut usaha ini sudah digelutinya hampir 10 tahun. Pasalnya, kupang termasuk melimpah di perairan Tambakrejo, Kraton. Entah itu musim kemarau ataupun musim hujan, pihaknya tidak pernah kesulitan untuk menemukan kupang.

“Ini murni dari modal kami sendiri. Harganya pun beragam. Untuk kupang Kraton kami jual dengan harga Rp 12 ribu setiap porsinya, sementara untuk kerupuk kupang dijual Rp 10 ribu per kilonya. Kami berharap potensi kupang di desa kami semakin terangkat,” sebutnya.

Tokoh Pemuda Desa Tambakrejo, Zainal Khojin mengaku ada 362 warga di desanya yang menjadi pengusaha dan pedagang kupang. Ia berharap agar kupang ini menjadi potensi utama Desa Tambakrejo yang dikenal hingga ke luar Kabupaten.

“Kami ingin agar potensi kupang tidak hanya dikenal di wilayah Kraton saja. Namun sampai ke luar wilayah Pasuruan. Dan menjadikan Desa Tambakrejo sebagai penghasil utama komoditi kupang terbaik di Pasuruan,” terangnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekdes Tambakrejo, Zainal Arifin menyebut pedagang kupang di Desa Tambakrejo ini sudah ada sejak lama. Mayoritas nelayan rata-rata mengembangkan kupang sebagai penghasilan utama mereka, di samping tangkapan lainnya.

“Kami dari Pemdes sangat mendukung pengembangan Kupang Kraton di Desa Tambakrejo. Memang modal berasal dari masing-masing warga. Namun, Pemdes tetap memperhatikan desa melalui pelatihan warga dengan pemkab,” pungkasnya. (riz/fun)

Mayoritas warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan berprofesi sebagai nelayan. Mereka tidak hanya mencari beragam jenis ikan laut mulai, kepiting dan cumi. Sebagian besar adalah nelayan penghasil kupang atas sejenis tiram.

————

Sejumlah pria tampak memasukkan kupang ke dalam panci berukuran sedang. Tak sampai lima menit, kupang itupun diangkat dan dimasukkan ke dalam panci yang berukuran lebih besar. Mereka lantas menunggu 10 menit hingga kupang benar-benar matang.

“Ini pakai dua panci karena biar cepat prosesnya. Panci pertama agar kupang bisa dengan mudah dipisahkan dengan kulitnya. Sementara panci kedua agar benar benar matang,” ungkap Hasyim, salah satu pengusaha kupang di desa Tambakrejo.

Hasyim menjelaskan kupang yang sudah matang ini nantinya diolah sesuai keinginan pedagang. Ada yang diberi bumbu dan menjadi makanan khas yang disebut kupang Kraton, namun ada pula yang diolah menjadi kerupuk dan pepes.

“Ini biasanya menyesuaikan permintaan. Kami menjualnya ke Pasar Kraton. Pembeli cenderung menginginkan apa, itulah yang coba kami penuhi. Setiap harinya kami membawa beragam jenis olahan kupang,” jelasnya.

Ia menyebut usaha ini sudah digelutinya hampir 10 tahun. Pasalnya, kupang termasuk melimpah di perairan Tambakrejo, Kraton. Entah itu musim kemarau ataupun musim hujan, pihaknya tidak pernah kesulitan untuk menemukan kupang.

“Ini murni dari modal kami sendiri. Harganya pun beragam. Untuk kupang Kraton kami jual dengan harga Rp 12 ribu setiap porsinya, sementara untuk kerupuk kupang dijual Rp 10 ribu per kilonya. Kami berharap potensi kupang di desa kami semakin terangkat,” sebutnya.

Tokoh Pemuda Desa Tambakrejo, Zainal Khojin mengaku ada 362 warga di desanya yang menjadi pengusaha dan pedagang kupang. Ia berharap agar kupang ini menjadi potensi utama Desa Tambakrejo yang dikenal hingga ke luar Kabupaten.

“Kami ingin agar potensi kupang tidak hanya dikenal di wilayah Kraton saja. Namun sampai ke luar wilayah Pasuruan. Dan menjadikan Desa Tambakrejo sebagai penghasil utama komoditi kupang terbaik di Pasuruan,” terangnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekdes Tambakrejo, Zainal Arifin menyebut pedagang kupang di Desa Tambakrejo ini sudah ada sejak lama. Mayoritas nelayan rata-rata mengembangkan kupang sebagai penghasilan utama mereka, di samping tangkapan lainnya.

“Kami dari Pemdes sangat mendukung pengembangan Kupang Kraton di Desa Tambakrejo. Memang modal berasal dari masing-masing warga. Namun, Pemdes tetap memperhatikan desa melalui pelatihan warga dengan pemkab,” pungkasnya. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/