alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Guru Madin Ini Sulap Limbah Pipa PVC Jadi Miniatur Kapal dan Rumah

Ia pun belajar otodidak dari tutorial di YouTube. Hasil tutorial itu ia praktikkan. Ternyata tak mudah. Beberapa kali hasilnya tak sesuai ekspektasi.

“Kalau membuat jembatan masih mudah. Tapi, untuk membuat rumah-rumahan agak susah awalnya. Hasilnya masih ada yang kurang pas,” kisahnya.

Ia tak menyerah. Gagal sekali, berusaha lagi. Sampai akhirnya miniatur itu benar-benar sesuai yang diingini. Hasil kreasi yang ia buat kemudian di-posting.

Ternyata, ada yang berminat dan membelinya. Ia pun bertambah semangat. Tidak sekadar membuat jembatan atau miniatur rumah. Tapi, berkembang ke miniatur kapal.

“Miniatur kapal lebih rumit. Bisa memakan waktu tiga hari. Tapi peminatnya memang banyak,” akunya.

Ia pun kebanjiran order. Sampai sempat kewalahan. Permintaannya banyak datang dari Malang dan Sidoarjo. Tidak lagi sekadar untuk hiasan aquascape, tapi juga untuk hiasan rak.

“Kalau sebelumnya hanya untuk menghiasi aquascape sekarang tidak. Pembeli banyak yang menggunakan untuk memajang meja ataupun rak. Untuk hiasan, khususnya miniatur kapal,” tambahnya.

Harga miniatur itu dibanderol bervariasi. Ada yang Rp 25 ribu. Bahkan ada yang sampai Rp 300 ribu. Ide iseng-iseng itu, ternyata bisa menambah penghasilan yang menguntungkan.

“Kalau mengandalkan insentif dari Madin, susah untuk memenuhi kebutuhan. Makanya, dengan kerajinan ini lumayan bisa untuk tambah-tambahan,” pungkasnya. (one/hn)

Ia pun belajar otodidak dari tutorial di YouTube. Hasil tutorial itu ia praktikkan. Ternyata tak mudah. Beberapa kali hasilnya tak sesuai ekspektasi.

“Kalau membuat jembatan masih mudah. Tapi, untuk membuat rumah-rumahan agak susah awalnya. Hasilnya masih ada yang kurang pas,” kisahnya.

Ia tak menyerah. Gagal sekali, berusaha lagi. Sampai akhirnya miniatur itu benar-benar sesuai yang diingini. Hasil kreasi yang ia buat kemudian di-posting.

Ternyata, ada yang berminat dan membelinya. Ia pun bertambah semangat. Tidak sekadar membuat jembatan atau miniatur rumah. Tapi, berkembang ke miniatur kapal.

“Miniatur kapal lebih rumit. Bisa memakan waktu tiga hari. Tapi peminatnya memang banyak,” akunya.

Ia pun kebanjiran order. Sampai sempat kewalahan. Permintaannya banyak datang dari Malang dan Sidoarjo. Tidak lagi sekadar untuk hiasan aquascape, tapi juga untuk hiasan rak.

“Kalau sebelumnya hanya untuk menghiasi aquascape sekarang tidak. Pembeli banyak yang menggunakan untuk memajang meja ataupun rak. Untuk hiasan, khususnya miniatur kapal,” tambahnya.

Harga miniatur itu dibanderol bervariasi. Ada yang Rp 25 ribu. Bahkan ada yang sampai Rp 300 ribu. Ide iseng-iseng itu, ternyata bisa menambah penghasilan yang menguntungkan.

“Kalau mengandalkan insentif dari Madin, susah untuk memenuhi kebutuhan. Makanya, dengan kerajinan ini lumayan bisa untuk tambah-tambahan,” pungkasnya. (one/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/