alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Guru Madin Ini Sulap Limbah Pipa PVC Jadi Miniatur Kapal dan Rumah

MAHALNYA miniatur rumah-rumahan untuk hiasan aquascape menginspirasi Bahrul Ulum. Dengan tangan terampilnya, dia membuat sendiri miniatur rumah dan kapal. Kini, kemampuannya itu bahkan menjadi penghasilan tambahan baginya.

Miniatur rumah tersebut menghiasi “dapur produksi” Bahrul Ulum. Lelaki yang genap menginjak usia 42 tahun pada 8 Juni 2021 itu. Selain miniatur rumah, ada miniatur jembatan serta kapal yang mirip Black Pearl dalam film Pirates of the Caribbean.

Beberapa peralatan kerja juga berserakan di meja. Lengkap dengan bahan baku serta desain gambar untuk merancang miniatur yang diinginkan.

“Kalau pagi, saya memang ada di sini (dapur produksi, Red). Baru siang harinya tugas mengajar di Madin,” ungkap warga Genengwaru, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, itu.

Sudah beberapa pekan terakhir, guru madin itu aktif membuat miniatur rumah dan kapal. Bahan baku yang digunakan tak biasa. Limbah pipa PVC yang biasa ia dapatkan dari tempat rongsokan.

Untuk membuat miniatur rumah atau kapal, pipa PVC tersebut harus dijadikan lempengan dengan cara dibakar. Ada alat khusus yang digunakan. Supaya pembakaran yang dilakukan menghasilkan corak yang berstruktur.

Setelah jadi lempengan, tinggal kemudian membuat pola. Baru kemudian digunting sesuai pola. Selanjutnya, tiap bagian dilekatkan dengan lem G atau lem korea agar bisa menjadi miniatur yang diinginkan. Agar tampilan cantik, miniatur itu dicat sebagai tahap akhirnya.

“Proses ini butuh waktu sehari, bahkan sampai tiga hari. Tergantung tingkat kerumitan,” imbuh guru Madin di Desa Siar, Kecamatan Rembang, ini.

Bahrul bercerita, ide pembuatan miniatur rumah dan kapal terbersit ketika ia hendak menghias aquascape setting-annya. Ia browsing di situs-situs jual beli. Ternyata harga miniatur untuk jembatan saja tidaklah murah. Sampai Rp 70 ribu.

Namun, itu tidak lantas membuatnya patah arang. Ide kreatif malah muncul. Daripada beli, mending membuat sendiri. Begitu idenya saat itu.

MAHALNYA miniatur rumah-rumahan untuk hiasan aquascape menginspirasi Bahrul Ulum. Dengan tangan terampilnya, dia membuat sendiri miniatur rumah dan kapal. Kini, kemampuannya itu bahkan menjadi penghasilan tambahan baginya.

Miniatur rumah tersebut menghiasi “dapur produksi” Bahrul Ulum. Lelaki yang genap menginjak usia 42 tahun pada 8 Juni 2021 itu. Selain miniatur rumah, ada miniatur jembatan serta kapal yang mirip Black Pearl dalam film Pirates of the Caribbean.

Beberapa peralatan kerja juga berserakan di meja. Lengkap dengan bahan baku serta desain gambar untuk merancang miniatur yang diinginkan.

“Kalau pagi, saya memang ada di sini (dapur produksi, Red). Baru siang harinya tugas mengajar di Madin,” ungkap warga Genengwaru, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, itu.

Sudah beberapa pekan terakhir, guru madin itu aktif membuat miniatur rumah dan kapal. Bahan baku yang digunakan tak biasa. Limbah pipa PVC yang biasa ia dapatkan dari tempat rongsokan.

Untuk membuat miniatur rumah atau kapal, pipa PVC tersebut harus dijadikan lempengan dengan cara dibakar. Ada alat khusus yang digunakan. Supaya pembakaran yang dilakukan menghasilkan corak yang berstruktur.

Setelah jadi lempengan, tinggal kemudian membuat pola. Baru kemudian digunting sesuai pola. Selanjutnya, tiap bagian dilekatkan dengan lem G atau lem korea agar bisa menjadi miniatur yang diinginkan. Agar tampilan cantik, miniatur itu dicat sebagai tahap akhirnya.

“Proses ini butuh waktu sehari, bahkan sampai tiga hari. Tergantung tingkat kerumitan,” imbuh guru Madin di Desa Siar, Kecamatan Rembang, ini.

Bahrul bercerita, ide pembuatan miniatur rumah dan kapal terbersit ketika ia hendak menghias aquascape setting-annya. Ia browsing di situs-situs jual beli. Ternyata harga miniatur untuk jembatan saja tidaklah murah. Sampai Rp 70 ribu.

Namun, itu tidak lantas membuatnya patah arang. Ide kreatif malah muncul. Daripada beli, mending membuat sendiri. Begitu idenya saat itu.

MOST READ

BERITA TERBARU

/