alexametrics
28C
Probolinggo
Saturday, 16 January 2021

Pemilik Bengkel Terbakar di Parasrejo Bingung Ganti Rugi Tiga Mobil

Kebakaran bengkel pada Minggu (23/8) sore itu, akan selalu diingat oleh Mat Hari, 50, pemiliknya. Ia tidak hanya kehilangan bengkel yang menjadi sumber mata pencahariannya selama 10 tahun terakhir. Namun, ia juga harus mengganti tiga mobil milik pelanggannya yang ikut terbakar.

————

Bangunanseluas 6 x 17 meter di Desa Parasrejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, itu tampak lengang. Hanya satu atau dua warga sekitar yang kebetulan melintas, mampir untuk melihat bangunan yang habis terbakar itu.

Di sekeliling bangunan ini juga masih terpasang garis polisi berwarna kuning. Termasuk tiga kerangka mobil yang terbakar, masih ada di sana.

Itulah bengkel mobil “Diah Audio” milik Mat Hari. Bangunan itu ludes tak berbentuk setelah terbakar pada Minggu (23/8).

Mat Hari pun tidak menyangka, bengkel mobil miliknya itu akan dilalap api. Sudah 10 tahun terakhir bengkel itu menjadi sumber mata pencaharian untuk menghidupi keluarganya.

Ia sendiri tidak memiliki firasat apapun sebelum kebakaran terjadi. Pada Minggu (23/8), ia lembur di bengkel untuk mengerjakan modif audio pada tiga mobil milik pelanggannya. Yakni Honda Jazz, Honda CRV, dan Jip Daihatsu Ferosa.

Sekitar pukul 13.00, ia menutup bengkel dan pulang ke rumahnya untuk makan dan beristirahat sejenak. Kebetulan saat itu karyawan sedang libur karena hari Minggu.

Sekitar pukul 14.00, ia kembali ke bengkel itu untuk kembali menggarap modif pada tiga mobil tersebut. Namun, tiga menit kemudian, ia kembali menutup bengkel miliknya untuk membeli spare part yang dibutuhkan.

Namun, alangkah kagetnya Mat Hari. Saat kembali ke bengkel, ia melihat ada dua mobil damkar dari Kota dan Kabupaten Pasuruan di depan bengkelnya.

IDENTIFIKASI: Tim Inafis Polres Pasuruan Kota saat olah TKP di bengkel beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya, Mat Hari pun berlari untuk memastikan apa yang sedang terbakar. Saat itulah, dia melihat petugas Damkar memadamkan api di bengkelnya.

“Saat saya tinggal, bengkel saya tutup. Seluruh mesin mobil dalam keadaan mati. Begitu pula listrik di bengkel. Cuma satu kipas angin saya biarkan menyala karena saya pikir saya cuma keluar sebentar sebelum lanjut mengerjakan lagi,” ungkapnya.

Begitu tahu bengkelnya terbakar, Mat Hari pun langsung gelisah dan resah. Dia teringat pada tiga mobil milik konsumennya.

Saat itu juga, dia menghubungi pemilik tiga mobil yang sedang dimodif tersebut.

Pemilik saat itu mengerti kondisi yang dialaminya dan tidak terlalu marah. Lalu selasa (25/8), ia dipertemukan dengan pemilik mobil Honda CRV dan Honda Jazz di Polsek Pohjentrek.

Dalam pertemuan itu, pemilik paham ini murni musibah. Karena itu mereka akan memberikan kelonggaran padanya untuk mengganti kerugian akibat kebakaran ini.

“Alhamdulillah dua pemilik mobil di antaranya tahu posisi saya yang juga sebagai korban di sini. Mereka memberikan kelonggaran waktu sebisa saya membayarnya. Kalau pemilik jip Daihatsu Ferosa saya belum berhasil menemuinya. Saya telepon berulang kali belum direspons,” jelas Hari.

Kini, untuk sementara bengkel miliknya tidak beroperasi dahulu. Sebab, untuk membukanya kembali perlu biaya rehab yang tidak sedikit.

Jika dihitung, minimal ia membutuhkan anggaran Rp 50 juta untuk merehab bangunan tersebut. Saat ini ia masih berupaya mencari jalan keluar untuk menggati rugi pemilik mobil sembari mencari pekerjaan lain untuk menghidupi keluarganya.

Ia berharap peristiwa yang dialaminya ini merupakan yang pertama dan terakhir. Sebab, peristiwa ini sempat membuat keluarganya shock.

Sebab, bengkel mobil ini sudah berjalan sejak 2010. Dan selama ini, bengkel miliknya aman dan tidak pernah ditimpa musibah.

Perjuangannya untuk membesarkan bengkel mobil ini juga tidaklah mudah. Sebelum memilikinya sendiri, ia sempat menyewa hingga akhirnya bisa membeli tanah untuk bengkel.

“Saya juga ingin bekerja, cuma sekarang belum tahu. Kalau bengkel untuk sementara tidak mungkin dibuka. Yang penting saat ini saya segera menyelesaikan ganti rugi tiga mobil tersebut,” sebut Hari. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU