alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Cerita Perajin Ukir Kota Pasuruan Pasarkan Karya hingga Mancanegara

Bakat seni ukir sudah mendarah daging dalam diri Samsul Arifin. Sedari kecil ia hobi menggambar. Selama belasan tahun ia menggeluti seni ukir kayu. Meski hanya tamatan SMP, karyanya kini sudah melenggang ke pasar luar negeri.

MUHAMAD BUSTHOMI, Pasuruan, Radar Bromo

HARI menjelang sore ketika sebuah galeri kesenian ukir kayu di tengah permukiman itu masih sibuk dalam rutinitasnya. Suara mesin bor menderu. Sesekali diselingi ketukan-ketukan dari tatah ukir.

Tiga pekerja sedang menyelesaikan tatakan piala. Sementara seorang pria lain dengan telaten mengukir sebuah kayu yang bentuknya sudah separo menyerupai ikan.

Samsul Arifin ialah pemilik galeri kesenian ukir kayu bernama Iki Jaya tersebut. Saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Senin (27/6), ia tengah menyelesaikan 300 biji piala pesanan warga Surabaya. Bentuknya memang agak rumit. Berupa ikan yang berada di dalam kotak kayu.

“Agak ngebut kerjanya,” kata Arifin. Dari ratusan piala tersebut, baru rampung separo. Sedangkan deadline-nya harus selesai bulan depan.

Meski sudah memiliki tiga karyawan, Arifin setiap harinya masih nimbrung di bengkel kerjanya. Bahkan, ia ikut menggarap berbagai ukiran kayu yang dipesan orang. Ia ingin semua produk yang dijualnya bisa memuaskan pembeli.

“Terutama untuk ukiran bagian-bagian yang rumit saya kerjakan sendiri,” kata pria 38 tahun itu.

Bakat seni ukir sudah mendarah daging dalam diri Samsul Arifin. Sedari kecil ia hobi menggambar. Selama belasan tahun ia menggeluti seni ukir kayu. Meski hanya tamatan SMP, karyanya kini sudah melenggang ke pasar luar negeri.

MUHAMAD BUSTHOMI, Pasuruan, Radar Bromo

HARI menjelang sore ketika sebuah galeri kesenian ukir kayu di tengah permukiman itu masih sibuk dalam rutinitasnya. Suara mesin bor menderu. Sesekali diselingi ketukan-ketukan dari tatah ukir.

Tiga pekerja sedang menyelesaikan tatakan piala. Sementara seorang pria lain dengan telaten mengukir sebuah kayu yang bentuknya sudah separo menyerupai ikan.

Samsul Arifin ialah pemilik galeri kesenian ukir kayu bernama Iki Jaya tersebut. Saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Senin (27/6), ia tengah menyelesaikan 300 biji piala pesanan warga Surabaya. Bentuknya memang agak rumit. Berupa ikan yang berada di dalam kotak kayu.

“Agak ngebut kerjanya,” kata Arifin. Dari ratusan piala tersebut, baru rampung separo. Sedangkan deadline-nya harus selesai bulan depan.

Meski sudah memiliki tiga karyawan, Arifin setiap harinya masih nimbrung di bengkel kerjanya. Bahkan, ia ikut menggarap berbagai ukiran kayu yang dipesan orang. Ia ingin semua produk yang dijualnya bisa memuaskan pembeli.

“Terutama untuk ukiran bagian-bagian yang rumit saya kerjakan sendiri,” kata pria 38 tahun itu.

MOST READ

BERITA TERBARU

/