alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Cerita Petugas Kepolisian Lakukan Cek Peserta Tes CPNS Kota Probolinggo

Sejak pendaftaran dilakukan secara online pada 2018, untuk kali pertama tes CPNS digelar di Kota Probolinggo. Pelaksanaan tes ini pun menimbulkan kesibukan di sejumlah kalangan. Termasuk aparat kepolisian yang bertanggung jawab memeriksa bawaan peserta tes sebelum masuk ruang tes CPNS.

RIDHOWATI SAPUTRI, Mayangan, Radar Bromo

Untuk pertama kali, Kota Probolinggo menggelar tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) secara mandiri. Sebelumnya pada tahun 2018 kegiatan tes dilakukan di Kota Jember.

Keriuhan pelaksanaan tes CPNS ini terasa sejak H-1 tes CPNS. Pada Minggu, dilakukan uji coba peralatan laptop yang akan digunakan untuk tes CPNS.

Senin (27/1), hari pertama pelaksanaan tes CPNS terlihat kesibukan panitia pelaksana di sekitar lokasi ujian. Yaitu di Gedung Pertemuan Nelayan di Pelabuhan Perikanan (PPP) Mayangan.

Ada petugas yang mengarahkan peserta CPNS ke meja-meja panitia yang telah disiapkan. Petugas-petugas yang berjaga di meja pun lebih dari satu, sehingga tidak terlihat antrean peserta saat proses registrasi awal dilakukan.

Salah satu bagian dari proses registrasi adalah pemeriksaan peserta tes CPNS oleh petugas kepolisian. Pemeriksaan ini dilakukan baik secara manual maupun menggunakan peralatan metal detector.

Pihak kepolisian juga menempatkan polisi wanita untuk membantu memeriksa peserta tes CPNS perempuan. Pemeriksaan pun tidak asal dilakukan, namun harus detail.

Dari pantauan harian ini, seorang polisi yang memeriksa menggunakan metal detector juga harus memeriksa secara manual peserta. Yaitu mengecek tubuh, mulai dari kepala sampai kaki.

Peserta yang diperiksa harus merentangkan kedua tangannya. Kemudian petugas mengarahkan metal detector ke tubuhnya sambil meraba bagian kantong celana maupun saku untuk memastikan tidak ada benda-benda yang dibawa peserta.

Peserta yang diperiksa pun tidak bisa berkutik. Mau tidak mau mereka harus mengikuti prosedur yang telah diatur oleh panitia.

“Bagi yang perempuan juga diperiksa dari kepala sampai kaki oleh petugas perempuan. Termasuk diraba bagian telinga, jika menggunakan kerudung. Ini untuk memastikan tidak ada semacam alat komunikasi yang terpasang di telinga,” ujar Aiptu Gatot Santoso, Panit Binmas Polsek Mayangan yang memantau pemeriksaan peserta tes CPNS.

Gatot mengungkapkan, petugas menggunakan metal detector untuk memastikan tidak ada barang logam yang dibawa oleh peserta. “Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), peserta hanya boleh membawa kartu peserta dan e-KTP. Tadi boleh pakai sabuk dengan bahan logam. Harus dilepas. Acuan kami yaitu SOP tentang apa saja yang boleh dibawa masuk ke ruang tes,” jelasnya.

Memang, SOP pelaksanaan tes CPNS telah dijelaskan di luar tempat pelaksanaan tes. Dalam penjelasan tersebut ada beberapa barang yang dilarang dibawa masuk ke dalam ruangan tes.

Antara lain, tas, buku-buku, dan catatan. Kemudian alat elektronik seperti kalkulator, ponsel, atau alat komunikasi lain. Lalu, kamera dalam bentuk apapun, jam tangan, alat tulis, termasuk ikat pinggang. Makanan dan minuman serta senjata api dan senjata tajam juga dilarang dibawa ke ruangan tes.

“Sampai sesi keempat ini tidak ada temuan benda yang membahayakan. Ada juga bawaan peserta seperti uang logam. Itu kami sita,” jelasnya.

Sampai sesi keempat, Gatot memastikan tidak ada temuan barang-barang seperti jimat yang dibawa oleh peserta ke dalam ruang tes.

Sementara itu, Ngatmari, kepala Bidang Formasi, Informasi dan Mutasi, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) memastikan, peserta tes hanya boleh membawa kartu peserta dan e-KTP. Selain kedua hal tersebut, semua harus diletakkan di tas dan disimpan di ruangan penyimpanan terpisah.

“Termasuk arloji, ponsel, sabuk itu tidak boleh masuk ke ruang tes,” tegasnya.

Salah satu peserta yang ditemui harian ini adalah Anna Septiani, 30, warga Mojokerto. Dia datang lebih awal sebelum jadwal tes dimulai. Anna dijadwalkan mengikuti tes di sesi kedua yaitu pukul 12.30 sampai 14.00.

“Tidak ada persiapan khusus untuk ikut tes ini. Paling ya mengerjakan soal-soal tes CPNS yang sebelumnya,” ujarnya.

Anna melamar untuk salah satu posisi di Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota probolinggo. Pada tahun 2018, dia pernah mengikuti tes di Jawa Timur.

“Sekarang ambil yang di daerah karena tingkat persaingannya lebih kecil daripada yang di Jawa Timur,” jelasnya. (hn)

Sejak pendaftaran dilakukan secara online pada 2018, untuk kali pertama tes CPNS digelar di Kota Probolinggo. Pelaksanaan tes ini pun menimbulkan kesibukan di sejumlah kalangan. Termasuk aparat kepolisian yang bertanggung jawab memeriksa bawaan peserta tes sebelum masuk ruang tes CPNS.

RIDHOWATI SAPUTRI, Mayangan, Radar Bromo

Untuk pertama kali, Kota Probolinggo menggelar tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) secara mandiri. Sebelumnya pada tahun 2018 kegiatan tes dilakukan di Kota Jember.

Keriuhan pelaksanaan tes CPNS ini terasa sejak H-1 tes CPNS. Pada Minggu, dilakukan uji coba peralatan laptop yang akan digunakan untuk tes CPNS.

Senin (27/1), hari pertama pelaksanaan tes CPNS terlihat kesibukan panitia pelaksana di sekitar lokasi ujian. Yaitu di Gedung Pertemuan Nelayan di Pelabuhan Perikanan (PPP) Mayangan.

Ada petugas yang mengarahkan peserta CPNS ke meja-meja panitia yang telah disiapkan. Petugas-petugas yang berjaga di meja pun lebih dari satu, sehingga tidak terlihat antrean peserta saat proses registrasi awal dilakukan.

Salah satu bagian dari proses registrasi adalah pemeriksaan peserta tes CPNS oleh petugas kepolisian. Pemeriksaan ini dilakukan baik secara manual maupun menggunakan peralatan metal detector.

Pihak kepolisian juga menempatkan polisi wanita untuk membantu memeriksa peserta tes CPNS perempuan. Pemeriksaan pun tidak asal dilakukan, namun harus detail.

Dari pantauan harian ini, seorang polisi yang memeriksa menggunakan metal detector juga harus memeriksa secara manual peserta. Yaitu mengecek tubuh, mulai dari kepala sampai kaki.

Peserta yang diperiksa harus merentangkan kedua tangannya. Kemudian petugas mengarahkan metal detector ke tubuhnya sambil meraba bagian kantong celana maupun saku untuk memastikan tidak ada benda-benda yang dibawa peserta.

Peserta yang diperiksa pun tidak bisa berkutik. Mau tidak mau mereka harus mengikuti prosedur yang telah diatur oleh panitia.

“Bagi yang perempuan juga diperiksa dari kepala sampai kaki oleh petugas perempuan. Termasuk diraba bagian telinga, jika menggunakan kerudung. Ini untuk memastikan tidak ada semacam alat komunikasi yang terpasang di telinga,” ujar Aiptu Gatot Santoso, Panit Binmas Polsek Mayangan yang memantau pemeriksaan peserta tes CPNS.

Gatot mengungkapkan, petugas menggunakan metal detector untuk memastikan tidak ada barang logam yang dibawa oleh peserta. “Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), peserta hanya boleh membawa kartu peserta dan e-KTP. Tadi boleh pakai sabuk dengan bahan logam. Harus dilepas. Acuan kami yaitu SOP tentang apa saja yang boleh dibawa masuk ke ruang tes,” jelasnya.

Memang, SOP pelaksanaan tes CPNS telah dijelaskan di luar tempat pelaksanaan tes. Dalam penjelasan tersebut ada beberapa barang yang dilarang dibawa masuk ke dalam ruangan tes.

Antara lain, tas, buku-buku, dan catatan. Kemudian alat elektronik seperti kalkulator, ponsel, atau alat komunikasi lain. Lalu, kamera dalam bentuk apapun, jam tangan, alat tulis, termasuk ikat pinggang. Makanan dan minuman serta senjata api dan senjata tajam juga dilarang dibawa ke ruangan tes.

“Sampai sesi keempat ini tidak ada temuan benda yang membahayakan. Ada juga bawaan peserta seperti uang logam. Itu kami sita,” jelasnya.

Sampai sesi keempat, Gatot memastikan tidak ada temuan barang-barang seperti jimat yang dibawa oleh peserta ke dalam ruang tes.

Sementara itu, Ngatmari, kepala Bidang Formasi, Informasi dan Mutasi, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) memastikan, peserta tes hanya boleh membawa kartu peserta dan e-KTP. Selain kedua hal tersebut, semua harus diletakkan di tas dan disimpan di ruangan penyimpanan terpisah.

“Termasuk arloji, ponsel, sabuk itu tidak boleh masuk ke ruang tes,” tegasnya.

Salah satu peserta yang ditemui harian ini adalah Anna Septiani, 30, warga Mojokerto. Dia datang lebih awal sebelum jadwal tes dimulai. Anna dijadwalkan mengikuti tes di sesi kedua yaitu pukul 12.30 sampai 14.00.

“Tidak ada persiapan khusus untuk ikut tes ini. Paling ya mengerjakan soal-soal tes CPNS yang sebelumnya,” ujarnya.

Anna melamar untuk salah satu posisi di Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota probolinggo. Pada tahun 2018, dia pernah mengikuti tes di Jawa Timur.

“Sekarang ambil yang di daerah karena tingkat persaingannya lebih kecil daripada yang di Jawa Timur,” jelasnya. (hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/