alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Warga Desa Banjarimbo Kembangkan Ternak Sapi-Kambing Cara Modern

Mayoritas warga Desa Banjarimbo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, bekerja sebagai petani. Namun, mereka juga memiliki sumber penghasilan tambahan sebagai peternak sapi dan kambing.

ERRI KARTIKA, Lumbang

Terletak di ketinggian 700 meter dari permukaan laut (mdpl), Desa Banjarimbo, Kecamatan Lumbang, memiliki berbagai potensi pertanian cuku baik. Mulai pertanian jagung, padi, ketela, hingga hasil perkebunan seperti mangga dan durian.

Selain potensi pertanian dan perkebunan, 90 persen warga selain bertani juga memiliki hewan ternak. Baik berupa sapi perah maupun kambing. Adanya peternakan ini menjadi salah satu sumber penghasilan warga selain dari sektor pertanian.

Kepala Desa Banjarimbo Riyanto mengatakan, hewan ternak yang diperlihara warga didominasi ternak sapi perah. Beternak sapi perah ini sudah digeluti warga sejak sekitar 1980. Pada 1990, peternak berhasil memproduksi susu yang higienis.

“Kurang lebih ada 150 kepala keluarga yang mempunyai ternak sapi perah. Setiap rumah rata-rata punya 4 ekor sampai 8 ekor sapi. Hasilnya setiap hari dikirimkan ke pengepul susu setiap pagi dan sore,” ujarnya.

Riyanto mengatakan, peternak di desanya sudah mengarah ke peternakan modern. Itu, setelah mereka mendapatkan pelatihan beternak susu yang baik. Seperti, menjaga kebersihan kandang, kebersihan air, termasuk pakan ternak dan hasil susu perah juga ditaruh dalam wadah stainless steel.

Demi menambah pendapatannya, kini warga juga mengembangkan pendapatan dari kambing sebagai hewan peliharaan. Jenis kambing yang diternak di antaranya gibas, etawa, dan kacang. Karenanya, selain sapi perah, kini di rumah-rumah warga juga banyak didapati kambing.

Ternak kambing berbeda dengan sapi perah yang biasanya rutin diambil susunya. Untuk kambing justru lebih banyak diternak hingga besar dan dijual untuk dikonsumsi. Penjualan paling besar saat menjelang Idul Adha. “Paling ramai kalau menjelang Idul Adha. Selain ada peternak yang menjual ke pedagang, pedagang juga ada yang langsung datang kepada warga dengan tujuan mencari kambing untuk Idul Adha,” jelasnya.

Riyanto mengatakan, hasil ternak sapi perah dan kambing bisa menambah penghasilan warga selain dari sektor bertani. Pihaknya berharap ke depan populasi ternak rumahan yang digeluti warga bisa lebih banyak. Sehingga, hasil dari susu perah ataupun jual beli kambing lebih terasa dalam meningkatkan perekonomian warga. (fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Jembatan Kedungasem Dibangun, Jalan Nasional Ditutup 8 Bulan  

Ditargetkan pertengahan November 2020, kontrak pengerjaan pembangunan jembatan yang fondasinya ambrol tersebut bisa dimulai.

Usulan Tambahan Pupuk Subsidi Tunggu Kejelasan Realokasi Provinsi    

BANGIL, Radar Bromo–Masuk akhir Oktober, kuota sisa pupuk bersubsidi urea di Kabupaten Pasuruan tersisa 8 ribu ton. Saat ini Dinas Pertanian masih menunggu instruksi...

Pencairan DBHCHT di Kab Pasuruan Tersisa Rp 36 Miliar  

Sampai akhir Oktober ini, DBHCHT yang sudah masuk ke kabupaten setempat mencapai Rp 146 Miliar.

Muncul Banyak Pedagang Dadakan, Satpol PP Belum Bisa Usir Paksa

Mendekati Maulid Nabi, jumlah pedagang semakin banyak. Bahkan, tak sedikit yang lapaknya memakan bahu jalan dan membuat tenda semi permanen.

Mahasiswi asal Lumajang Polisikan Eeks Pacar usai Dianiaya-HP-nya Dirampas

Korban menjalin hubungan asmara dengan RV selama 3 tahun.