alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Widiyatmiko Nursejati, Direktur Utama Jalan Tol Gempas dan Sumo

Usianya masih 35 tahun. Namun, karirnya di PT Jasa Marga tergolong moncer. Widiyatmiko Nursejati kini memimpin jajaran manajemen jalan Tol Gempol—Pasuruan (Gempas) dan Tol Surabaya—Mojokerto (Sumo). Posisinya direktur utama.

 RIZAL FAHMI SYATORI, Pasuruan

FIGURNYA sangat ramah. Kali pertama bertemu lelaki muda ini, Radar Bromo sempat menangkap kesan sosoknya seperti staf biasa. Terlihat dekat dengan sekuriti dan staf lain di PT Jasa Marga Gempol Pasuruan (JGP), di Sutojayan, Kota Pasuruan.

”Silakan masuk. Saya Miko,” sapa sang direktur utama sambil tersenyum. Pria kelahiran Jogjakarta itu lantas bercerita singkat bagaimana karirnya selama bekerja di badan usaha milik negara (BUMN) tersebut.

Sebelum menjadi direktur utama jalan tol Gempas dan Sumo, Miko meniti karir sebagai pegawai PT Jasa Marga di kantor pusat di Jakarta. Saat itu, pada 2009, ada rekrutmen pegawai. Pengumumannya di koran Jawa Pos dan website resmi.

Ada sekitar 30 ribu pendaftar lain. Yang dinyatakan lolos hanya 60 orang. Salah satu yang terpilih itu dirinya. Karir panjang kemudian dilaluinya. Di kantor pusat, Miko pernah mengemban sejumlah tugas penting. Di antaranya, menjadi ketua tim untuk kegiatan posko terpadu nasional angkutan Lebaran 2011 sampai 2015 dan 2017.

Termasuk, menjadi ketua tim dan terlibat langsung persiapan pengoperasian beberapa ruas jalan tol baru. Di antaranya, jalan tol Manado–Bitung, Pandaan–Malang, Balikpapan–Samarinda, Serpong–Kunciran, Batang–Semarang, dan lain-lain.

Persiapan harus matang sebelum jalan tol dioperasikan. Juga diresmikan presiden. Miko bersama tim menyiapkan SDM, manajemen lalin, sampai kelengkapan rambu-rambu serta sarana prasarana pendukung jalan tol.

”Termasuk survei bareng dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Layak atau tidak jalan tol beroperasi,” ungkap alumnus Teknik Sipil Universitas Gajah Mada tersebut.

Posisinya terus menanjak. Dari kepala bagian, asisten manajer, merangkak menjadi manajer, general manager, dan kini menduduki posisi direktur utama di PTJGP dan PT JSM.

”Yang paling lama saya bertugas di kantor pusat. Pernah di Tol Jagorawi, Jakarta–Cikampek,” tambah pria kelahiran Agustus 1986 itu. Tentu dengan jabatan, tugas, dan tanggung jawab yang berbeda.

Mulai Juni 2021, tugas besar baru turun di Pasuruan dan Surabaya. Bapak satu anak itu mendapat jabatan dan tugas baru sebagai direktur utama dua ruas jalan tol sekaligus. Beda wilayah, tapi masih satu provinsi.

Setiap hari, suami Widiastutik itu membagi waktu dengan ketat. Antara memimpin staf, rapat-rapat koordinasi, dan tugas-tugas lain. Tugas itu terbantu dengan sistem komunikasi dalam jaringan (daring). Tidak harus tatap muka setiap hari. Cukup dengan zoom meeting.

Tugas di kantor harus dibagi agar maksimal. Kadang pagi hingga siang di Pasuruan. Sore di Surabaya. Kadang sebaliknya. ”Setiap hari, saya usahakan bergantian di dua tempat berbeda,” ujarnya. Agar dekat dengan tempat tugas, Miko dan keluarga saat ini tinggal di Waru, Sidoarjo.

Usianya masih 35 tahun. Namun, karirnya di PT Jasa Marga tergolong moncer. Widiyatmiko Nursejati kini memimpin jajaran manajemen jalan Tol Gempol—Pasuruan (Gempas) dan Tol Surabaya—Mojokerto (Sumo). Posisinya direktur utama.

 RIZAL FAHMI SYATORI, Pasuruan

FIGURNYA sangat ramah. Kali pertama bertemu lelaki muda ini, Radar Bromo sempat menangkap kesan sosoknya seperti staf biasa. Terlihat dekat dengan sekuriti dan staf lain di PT Jasa Marga Gempol Pasuruan (JGP), di Sutojayan, Kota Pasuruan.

”Silakan masuk. Saya Miko,” sapa sang direktur utama sambil tersenyum. Pria kelahiran Jogjakarta itu lantas bercerita singkat bagaimana karirnya selama bekerja di badan usaha milik negara (BUMN) tersebut.

Sebelum menjadi direktur utama jalan tol Gempas dan Sumo, Miko meniti karir sebagai pegawai PT Jasa Marga di kantor pusat di Jakarta. Saat itu, pada 2009, ada rekrutmen pegawai. Pengumumannya di koran Jawa Pos dan website resmi.

Ada sekitar 30 ribu pendaftar lain. Yang dinyatakan lolos hanya 60 orang. Salah satu yang terpilih itu dirinya. Karir panjang kemudian dilaluinya. Di kantor pusat, Miko pernah mengemban sejumlah tugas penting. Di antaranya, menjadi ketua tim untuk kegiatan posko terpadu nasional angkutan Lebaran 2011 sampai 2015 dan 2017.

Termasuk, menjadi ketua tim dan terlibat langsung persiapan pengoperasian beberapa ruas jalan tol baru. Di antaranya, jalan tol Manado–Bitung, Pandaan–Malang, Balikpapan–Samarinda, Serpong–Kunciran, Batang–Semarang, dan lain-lain.

Persiapan harus matang sebelum jalan tol dioperasikan. Juga diresmikan presiden. Miko bersama tim menyiapkan SDM, manajemen lalin, sampai kelengkapan rambu-rambu serta sarana prasarana pendukung jalan tol.

”Termasuk survei bareng dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Layak atau tidak jalan tol beroperasi,” ungkap alumnus Teknik Sipil Universitas Gajah Mada tersebut.

Posisinya terus menanjak. Dari kepala bagian, asisten manajer, merangkak menjadi manajer, general manager, dan kini menduduki posisi direktur utama di PTJGP dan PT JSM.

”Yang paling lama saya bertugas di kantor pusat. Pernah di Tol Jagorawi, Jakarta–Cikampek,” tambah pria kelahiran Agustus 1986 itu. Tentu dengan jabatan, tugas, dan tanggung jawab yang berbeda.

Mulai Juni 2021, tugas besar baru turun di Pasuruan dan Surabaya. Bapak satu anak itu mendapat jabatan dan tugas baru sebagai direktur utama dua ruas jalan tol sekaligus. Beda wilayah, tapi masih satu provinsi.

Setiap hari, suami Widiastutik itu membagi waktu dengan ketat. Antara memimpin staf, rapat-rapat koordinasi, dan tugas-tugas lain. Tugas itu terbantu dengan sistem komunikasi dalam jaringan (daring). Tidak harus tatap muka setiap hari. Cukup dengan zoom meeting.

Tugas di kantor harus dibagi agar maksimal. Kadang pagi hingga siang di Pasuruan. Sore di Surabaya. Kadang sebaliknya. ”Setiap hari, saya usahakan bergantian di dua tempat berbeda,” ujarnya. Agar dekat dengan tempat tugas, Miko dan keluarga saat ini tinggal di Waru, Sidoarjo.

MOST READ

BERITA TERBARU

/