Demi Tugas, Bripka Idayu Bawa Dua Buah Hatinya di Piket Pembatasan Lokal saat Lebaran

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, Idul Fitri merupakan momen berkumpul dengan keluarga di rumah. Namun, berbeda dengan Bripka Idayu Harimurti, 32. Polwan di Polres Pasuruan Kota ini harus siaga menjaga PSBB lokal di Jalan Panglima Sudirman, Kota Pasuruan. Ia pun harus membawa serta dua buah hatinya.

—————–

Wanita berseragam Polwan itu duduk di bangku persegi panjang yang menutup Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Di dekatnya, dua anak kecil memainkan smartphone di tangan.

Dengan telaten, wanita itu menjaga keduanya. Sesekali ia mengedarkan pandangannya ke arah Jalan Panglima Sudirman yang lengang. Setiap kali ada pengendara yang mau melintas di jalan tersebut, dengan tegas, ia langsung meminta mereka putar balik.

Begitulah pemandangan yang terjadi saat pembatasan lokal di Jalan Panglima Sudirman saat momen hari raya Idul Fitri, Minggu (24/5). Wanita itu, Bripka Idayu Harimurti, mendapat tugas berjaga di pembatasan lokal di Jalan Panglima Sudirman. Idayu pun menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Di sisi lain, dia juga memiliki tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga. Hari itu, kedua anaknya di rumah tidak ada yang menjaga. Yaitu, Qonita Bunga Azilmi, 8 dan Bara Cahya Wibawa, 5.

Idayu pun tidak kurang akal. Dia membawa anaknya ke lokasi berjaga.

“Kebetulan di rumah tidak ada yang jaga karena bertepatan dengan Lebaran. Daripada mereka sendirian di rumah, saya ajak biar ada yang mengawasi,” ungkapnya memulai pembicaraan dengan Jawa Pos Radar Bromo saat ditemui di ruang Humas Polres Pasuruan Kota.

Idayu sebenarnya biasa berbagi tugas dengan suaminya untuk menjaga kedua anak mereka. Namun, hari itu suaminya, Bripka Haris Al Farizi yang merupakan anggota Polres Pasuruan Kota, juga sedang bertugas.

TANGGUNG JAWAB: Bukan tanpa alasan dia membawa dua anaknya saat bertugas saat hari Lebaran. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Ya, mereka berdua sama-sama masuk dalam peleton siaga. Ia mendapatkan tanggung jawab untuk piket dengan berjaga pembatasan lokal di Jalan Panglima Sudirman. Sementara suaminya, berjaga pembatasan lokal di Jalan Pahlawan.

Di hari normal, dua buah hati mereka juga biasa di rumah bersama asisten rumah tangga (ART). Namun, ART sedang libur karena hari raya.

Praktis, tidak ada yang menjaga kedua anaknya hari itu. Idayu pun sempat menawarkan pada kedua anaknya untuk ikut ayah mereka. Namun, keduanya memilih ikut dirinya. Alhasil, selama seharian penuh kedua anaknya ini mendampinginya selama piket.

Sebenarnya, sempat ada pilihan untuk menitipkan kedua anaknya ke tetangga mereka. Namun, kondisinya tidak memungkinkan. Mayoritas tetangga sibuk karena Lebaran.

Sementara mereka berdua tidak punya saudara di Kota Pasuruan. Karena itu, pilihannya yaitu membawa kedua anak mereka bertugas.

“Kebetulan suami saya juga lagi dinas. Mas Haris ini anggota Satreskrim Polres Pasuruan Kota. Mau dititipkan ke tetangga, mereka juga sibuk karena Lebaran. Saudara di Kota Pasuruan juga tidak ada. Makanya saya langsung mengajak keduanya ikut. Mereka memang lebih dekat ke saya sih,” jelasnya.

Wanita asal Kota Blitar ini menerangkan, pada Minggu, kedua putra-putrinya ikut mendampinginya selama seharian. Yaitu, mulai pukul 07.00 hingga pukul 12.00 dengan berjaga di Jalan Panglima Sudirman.

Mereka juga bersamanya pukul 19.00 hingga pukul 00.00, saat piket di Polres Pasuruan Kota. Selama itu pula, kedua anaknya tidak rewel ataupun menangis. Sebab, mereka sudah sering ikut dengannya saat mendapat giliran piket.

Untuk menyiasati agar mereka tidak rewel, Idayu selalu membawa susu, pampers, makanan, hingga mainan favorit putra-putrinya. Bahkan, tak jarang ia juga meminjamkan smartphone miliknya pada keduanya.

Saat mendapatkan piket pagi seperti pada Minggu (24/5), ia pun harus bangun lebih pagi untuk menyiapkan kebutuhan putra-putrinya. Apalagi putranya hingga saat ini tidak mau makan nasi dan hanya mau bubur atau nasi yang dimasak lembek.

“Selama ini, kalau suami di rumah dan tidak piket, anak saya dijaga suami. Kalau kami dapat giliran piket bersamaan, terpaksa saya ajak. Kebetulan ART cuma bekerja sampai sore saja,” sebut Idayu.

Wanita yang kesehariannya berdinas di subag Sarana dan Prasarana (Sarpras) ini mengaku, piket saat pembatasan di hari Lebaran ini memberikan pengalaman baru baginya. Sebab, selama ini ia hanya mendapatkan giliran piket patroli atau piket di Mapolres Pasuruan Kota.

Bahkan, anggota Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan yang tergabung dalam satu regu saat pembatasan itu sempat heran. Sebab, ia membawa serta kedua anaknya.

Menurutnya, ini merupakan wujud komitmennya sebagai pelayan masyarakat. Sekaligus sebagai ibu dan istri.

“Tinggal bagaimana cara mengatur waktu saja. Kalau bisa mengaturnya, bisa kok berjalan seiring. Yang penting tanggung jawab dan komitmen. Dan Alhamdulillah, selama ini lancar,” terang wanita yang tinggal di Perumahan Istana Bestari, Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo ini.

Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy Purwanto menyebut, hal yang dialami Bripka Idayu Harimurti merupakan risiko seorang polwan. Ia pun berharap Idayu bisa selalu menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya secara seimbang. Baik sebagai ibu, maupun pelayan masyarakat. Menurutnya, jika semua dijalankan dengan penuh tanggung jawab, maka apapun bisa dilaksanakan dengan baik.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Bripka Idayu Harimurti. Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang ibu, ia tidak meninggalkan tanggung jawabnya sebagai polwan. Saya harap ini bisa menjadi contoh bagi anggota lainnya di Polres Pasuruan Kota,” pungkas Endy. (riz/hn/fun)