Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Suka-Duka Ika Rahmawati jadi Petugas Pengendali Hama, Bangga Jika Hasil Kebun Bagus

A
Penulis: Achmad Arianto❯
MENGABDI: Ika Rahmawati Petugas POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya saat mengecek pupuk hayati di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan. (Foto : Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)
MENGABDI: Ika Rahmawati Petugas POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya saat mengecek pupuk hayati di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan. (Foto : Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Advertisement

 

Menyusuri wilayah pelosok desa sudah menjadi makanan sehari-hari Ika Rahmawati, 47. dIA telah 14 tahun mengabdikan diri menjadi Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Perkebunan di wilayah Kabupaten Probolinggo yang selalu bangga jika hasil kebun bagus.

ACHMAD ARIANTO, Tegalsiwalan, Radar Bromo

Advertisement

SEORANG perempuan berhijab terlihat sibuk mengecek tumpukan pupuk hayati yang diproduksi oleh agen hayati binaannya. Sesekali mengecek bahan pupuk hayati di hari yang masih terbilang pagi agar racikan ideal dan baik untuk tanaman. Itulah salah satu aktivitas Ika Rahmawati saat melaksanakan kunjungan lapangan di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan.

Ika - sapaan akrab Ika Rahmawati merupakan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Perkebunan pada Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya di bawah Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Dia bertugas di wilayah Kabupaten Probolinggo sejak tahun 2012 sampai sekarang.

“Banyak orang yang menyebut petugas POPT itu sebagai dokter tanaman. Fokusnya memang di perkebunan seperti tembakau, tebu, kopi, cengkih, dan kelapa,” katanya mengawali cerita.

Advertisement

Sebutan dokter tanaman tidaklah berlebihan. Sebab POPT memiliki tugas mengamati hama dan penyakit di tanaman komoditi perkebunan.

Menganalisis serangan ringan, berat, atau puso yang menyebabkan komoditi kebun gagal panen total. Hasil analisis kemudian mendapatkan taksasi atau taksiran kehilangan hasil (kerugian, Red). Dari tiap organisme pengganggu tumbuhan (OPT) seperti hama dan penyakit.

Selain itu juga memberikan sosialisasi terkait dengan pengendalian hama penyakit tersebut. Mulai dari fisik, mekanis, biologi, agen hayati, musuh alami, pestisida nabati dan terakhir memberikan rekomendasi penggunaan pestisida kimia atau sintetis.

“Menjadi dokter tanaman menjadi sebuah tantangan. Sebab harus datang mengecek langsung ke lokasi dan mendeteksi. Kemudian cari solusi agar masalah dapat segera teratasi,” ucapnya.

Advertisement

Artikel Terkait

37 Hektare Padi di Kabupaten Probolinggo Terserang Wereng, Begini Langkah Dinas Pertanian

37 Hektare Padi di Kabupaten Probolinggo Terserang Wereng, Begini Langkah Dinas Pertanian

Sejumlah petani padi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Probolinggo harus bersabar. Tanaman padinya terserang hama wereng. Sejak Januari-Mei

Cegah Hama-Serangga, PT KAI Daop 9 Jember Fumigasi 216 Kereta

Cegah Hama-Serangga, PT KAI Daop 9 Jember Fumigasi 216 Kereta

Sebagai sarana transportasi umum, kereta api (KA) tak luput dari ancaman hama dan serangga. Karena itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer