28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Hompimpa, Mantra Khusus yang Mengajarkan Ketuhanan dan Musyawarah

ANAK-anak yang hidup di era 1970-an hingga 2000-an awal terbiasa bermain dengan beragam permainan tradisional. Dan sejumlah permainan itu selalu dimulai dengan mantra khusus. “Hompimpa alaium gambreng.”

Rasanya tidak ada anak yang tak kenal dengan ucapan, ‘hompimpa alaium gambreng’ di era 1970-an sampai awal 2000. Meski demikian, tak banyak yang mengetahui artinya.

Khairul Umam, 25, salah satu pegiat permainan tradisional di Kabupaten Probolinggo menjelaskan, hompimpa alaium gambreng berasal dari bahasa Sansekerta. Kata ini memiliki arti positif yakni,”dari Tuhan kembali ke Tuhan, ayo bermain.”

BERMAIN: Beberapa anak di Desa Jatiurip sedang bermain permainan tradisional. Sebelum bermain mereka mengucapkan kata hompimpa. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

“Mungkin cukup banyak yang tidak tahu dengan makna dan artinya,” kata penggagas Komunitas Ndonesa Negeri Dolanan Anak Desa di Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan tersebut. Sebuah komunitas yang memberikan edukasi melalui permainan tradisional.

Baca Juga:  Kesibukan Tim Bina Marga Bentukan Dinas PUPR yang Pekerjaannya Lebih Berat Selama Musim Hujan

Disebut Umam, kalimat hompimpa alaium gambreng mengajarkan bahwa hidup yang sedang kita jalani berasal dari Tuhan dan di masa yang tidak tahu kapan, kita akan kembali kepada Tuhan.

“Saat kita menunjukkan telapak tangan atau punggung tangan, kita tidak tahu apakah kita akan menang atau kalah. Dari sanalah kita belajar untuk menerima dengan lapang dada hasil dari apa yang telah kita pilih,” katanya.

ANAK-anak yang hidup di era 1970-an hingga 2000-an awal terbiasa bermain dengan beragam permainan tradisional. Dan sejumlah permainan itu selalu dimulai dengan mantra khusus. “Hompimpa alaium gambreng.”

Rasanya tidak ada anak yang tak kenal dengan ucapan, ‘hompimpa alaium gambreng’ di era 1970-an sampai awal 2000. Meski demikian, tak banyak yang mengetahui artinya.

Khairul Umam, 25, salah satu pegiat permainan tradisional di Kabupaten Probolinggo menjelaskan, hompimpa alaium gambreng berasal dari bahasa Sansekerta. Kata ini memiliki arti positif yakni,”dari Tuhan kembali ke Tuhan, ayo bermain.”

BERMAIN: Beberapa anak di Desa Jatiurip sedang bermain permainan tradisional. Sebelum bermain mereka mengucapkan kata hompimpa. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

“Mungkin cukup banyak yang tidak tahu dengan makna dan artinya,” kata penggagas Komunitas Ndonesa Negeri Dolanan Anak Desa di Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan tersebut. Sebuah komunitas yang memberikan edukasi melalui permainan tradisional.

Baca Juga:  Majelis Al Khair wal Barokah, Manfaatkan Kesenian sebagai Media Dakwah

Disebut Umam, kalimat hompimpa alaium gambreng mengajarkan bahwa hidup yang sedang kita jalani berasal dari Tuhan dan di masa yang tidak tahu kapan, kita akan kembali kepada Tuhan.

“Saat kita menunjukkan telapak tangan atau punggung tangan, kita tidak tahu apakah kita akan menang atau kalah. Dari sanalah kita belajar untuk menerima dengan lapang dada hasil dari apa yang telah kita pilih,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru