28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Achmad Sholeh Gagal Jadi Polisi, Kini Barber Langganan Pejabat di Polres

Menjadi seorang barber atau pemangkas rambut, memberi sensasi tersendiri bagi Achmad Sholeh. Betapa tidak, banyak “kepala” yang telah didandaninya. Termasuk pejabat utama di lingkungan Polres Pasuruan.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

JARI jemari tangan lelaki itu begitu terampil. Jemari tangan kanannya, mengenakan gunting. Sementara tangan kirinya, dengan lembut memainkan sisir kecil.

Sesekali, sisir itu ditanggalkannya. Ia memanfaatkan jari-jarinya sebagai pengganti sisir. Sementara gunting yang dipegang tangan kanan, ia pakai.

Memangkas rambut. Keterampilan itu tampak biasa saja bagi barber atau tukang cukur pada umumnya. Namun, tidak demikian bagi Achamd Sholeh. Karena, keterampilannya dalam bermain gunting membawa rezeki tersendiri baginya. Ia bisa lebih dekat dengan banyak pejabat. Khususnya, pejabat utama di lingkungan Polres Pasuruan.

Baca Juga:  Ini Kreasi Mauludi Achmad yang Buat Sketsa Wajah dengan Teknik Cukil

“Dulu memang saya bercita-cita jadi polisi. Namun, tidak kesampaian. Dan sekarang, malah menjadi langganan tukang cukur perwira kepolisian,” kata lelaki asal Kolursari, Kecamatan Bangil ini.

Achmad menceritakan, kiprahnya menjadi tukang cukur langganan pejabat kepolisian dimulai tahun 2019. Sebelum itu semua, ia belajar teknik mencukur di Jogjakarta, tahun 2017. Hingga keterampilan mencukur itu dimilikinya, ia pun memilih pulang ke Pasuruan.

Dia sempat bekerja di salah satu barbershop yang ada di Taman Dayu, Pandaan. “Sempat bekerja di Dafa Taman Dayu Pandaan, sekitar 15 bulan,” kisahnya.

Menjadi seorang barber atau pemangkas rambut, memberi sensasi tersendiri bagi Achmad Sholeh. Betapa tidak, banyak “kepala” yang telah didandaninya. Termasuk pejabat utama di lingkungan Polres Pasuruan.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

JARI jemari tangan lelaki itu begitu terampil. Jemari tangan kanannya, mengenakan gunting. Sementara tangan kirinya, dengan lembut memainkan sisir kecil.

Sesekali, sisir itu ditanggalkannya. Ia memanfaatkan jari-jarinya sebagai pengganti sisir. Sementara gunting yang dipegang tangan kanan, ia pakai.

Memangkas rambut. Keterampilan itu tampak biasa saja bagi barber atau tukang cukur pada umumnya. Namun, tidak demikian bagi Achamd Sholeh. Karena, keterampilannya dalam bermain gunting membawa rezeki tersendiri baginya. Ia bisa lebih dekat dengan banyak pejabat. Khususnya, pejabat utama di lingkungan Polres Pasuruan.

Baca Juga:  Ini Kreasi Mauludi Achmad yang Buat Sketsa Wajah dengan Teknik Cukil

“Dulu memang saya bercita-cita jadi polisi. Namun, tidak kesampaian. Dan sekarang, malah menjadi langganan tukang cukur perwira kepolisian,” kata lelaki asal Kolursari, Kecamatan Bangil ini.

Achmad menceritakan, kiprahnya menjadi tukang cukur langganan pejabat kepolisian dimulai tahun 2019. Sebelum itu semua, ia belajar teknik mencukur di Jogjakarta, tahun 2017. Hingga keterampilan mencukur itu dimilikinya, ia pun memilih pulang ke Pasuruan.

Dia sempat bekerja di salah satu barbershop yang ada di Taman Dayu, Pandaan. “Sempat bekerja di Dafa Taman Dayu Pandaan, sekitar 15 bulan,” kisahnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru