AKBP Arman Kapolres Pasuruan Kota Baru yang Besar di Reskrim, Bertekad Sukseskan Pilwali Pasuruan

Sejak Kamis (18/6), Polres Pasuruan Kota memiliki pimpinan baru. Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Arman resmi menggantikan AKBP Dony Alexander yang dimutasi menjadi Kapolres Mojokerto. Dan Senin (22/6), AKBP Arman mengikuti tradisi pisah sambut di Mapolres setempat di Jalan Gajah Mada Kota Pasuruan.

 

SEJUMLAH perwira berjejer rapi di halaman Mapolres Pasuruan Kota. Saat seorang pria dengan dua melati di pundaknya memasuki Mapolres setempat, dengan sigap seorang wanita berseragam cokelat mengalungkan bunga di lehernya. Lalu satu persatu pria yang berjejer rapi itu memberikan ucapan selamat dengan menyilangkan siku satu sama lain.

Begitulah pemandangan di Polres Pasuruan Kota, Senin (22/6) siang. Pemandangan ini merupakan bagian dari tradisi pisah sambut Kapolres Pasuruan Kota yang baru, AKBP Arman.

Namun, berbeda dengan biasanya, tidak ada tradisi pedang pora. Meski begitu, hal ini tidak mengurangi suasana khidmat selama penyambutan.

Kapolres Arman merupakan lulusan Akpol tahun 2002. Sebagai seorang perwira Polri, ia memiliki riwayat jabatan yang moncer. Usai lulus dari Akpol, ia langsung ditempatkan di Polda Jabar sebagai perwira pertama (Pama) dengan pangkat Ipda.

Tiga bulan kemudian, Arman dipercaya menjadi Kepala SPKT Polres Serang pada 2003. Setelah itu, pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, ini berulang kali dimutasi.

Ia pernah bertugas di Mabes Polri selama selama dua tahun mulai 2007 hingga 2009. Saat berada di Mabes Polri inilah, Arman kembali melanjutkan pendidikan selama delapan bulan di Pedidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Kanit Reskrim Polres Metro Jaksel selama setahun, sebelum akhirnya kembali di mutasi di Polda Metro Jaya. Dia menjabat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) pada 2011 hingga 2012.

DISAMBUT: AKBP Arman saat datang pertama kali di markas Polres Pasuruan Kota. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Dari Direskrimum Polda, ia dipercaya menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang. Ia lantas kembali melanjutkan pendidikan di sekolah pimpinan (sespim) selama dua tahun di Lembang dan lulus pada 2016. Tercatat ia mengalami mutasi sebanyak 24 kali dan mayoritas berkecimpung di dunia reskrim.

Kapolres Pasuruan Kota merupakan jabatan pertamanya sebagai pimpinan Polri di daerah selama karirnya. Pria kelahiran 40 tahun silam ini mengaku, selama ini seluruh tugas dan kewajiban yang diembannya bisa dilalui dengan mudah. Sebab, Arman selalu ikhlas saat menjalankannya.

Baginya, pengorbanan tertinggi itu berasal dari keluarga, diri sendiri, dan masyarakat. Sehingga, seluruh tugas harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. Dan tentunya dukungan dari segala pihak termasuk kerja sama dari masyarakat.

Ke depannya, ia mengaku akan tetap memprioritaskan dan melanjutkan program Kapolri dan Kapolres sebelumnya. Termasuk pembangunan internal yang dilihatnya sudah baik dan tinggal melanjutkan yang belum rampung.

Tantangan yang menjadi prioritas baginya adalah menjadikan Kota Pasuruan aman selama pandemi Covid-19. Apalagi Kota Pasuruan masuk dalam zona kuning.

“Tantangan saya adalah mengubah status Kota Pasuruan menjadi zona hijau. Selain itu, perhatian saya adalah mengamankan agenda besar Pilwali yang akan dilaksanakan pada 9 Desember,” sebut Arman. (riz/fun)