alexametrics
27.6 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Curhat Tantri yang Kangen Bertemu Anak dan Keluarga

Hampir 5 bulan lamanya terdakwa Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminuddin ditahan di Rutan KPK di Jakarta. Selama itu pula, psikologis kedua terdakwa mengaku terguncang. Sebagai ibu, Tantri mengaku lama tak bersua dengan anak-anaknya yang masih kecil.

ARIF MASHUDI, Sidoarjo, Radar Bromo

JARUM jam baru menunjukkan pukul 08.00. Tapi kesibukan kemarin sudah terlihat di Pengadilan Tipikor di PN Surabaya. Personel keamanan disiagakan di depan gerbang. Awak jurnalis juga sudah menyiapkan “senjata” berupa note maupun kamera.

Beberapa orang terlihat mengenakan pakaian toga. Sembari menatap ruang-ruang yang ada di sana, semuanya juga sibuk menyiapkan berkas-berkas. Tak terkecuali tim dari jaksa penuntut umum (JPU) KPK. Di dalam ruang sidang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya, ada 4 orang JPU KPK duduk di kursi meja sebelah kiri.

Sementara di meja sebelah kanan, ada dua penasihat hukum (PH) terdakwa Tantri-Hasan. Di tengah antara JPU dan PH, ada layar virtual. Latar inilah yang menampilkan terdakwa Tantri-Hasan secara online dari Jakarta.

Sekitar pukul 10.20, terdakwa Tantri-Hasan masuk ke ruangan digelar sidang online. Tantri duduk paling depan (kiri) mengenakan baju warna biru muda, hijab warna merah hijau dan berkacamata. Di samping kirinya (tengah), terdakwa Hasan suami Tantri. Dia mengenakan kemeja hem lengan panjang warna biru dan kaca mata semi hitam.

Dari layar virtual, rambut terdakwa Hasan tampak memutih. Kedua terdakwa, tampak sehat dan terlihat tegar. Orang yang pernah berkuasa selama belasan tahun di Kabupaten Probolinggo tersebut, nampak begitu siap untuk mengikuti proses persidangan.

Sebelum sidang dimulai, terlihat terdakwa Tantri dan Hasan memeriksa dan membaca beberapa lembaran kertas yang merupakan berkas dakwaan. Sesekali, terdakwa Tantri dan Hasan saling berbicara. Termasuk terdakwa Hasan berbicara dengan penasihat hukumnya, Soesilo Aribowo yang mendampingi mereka langsung di Jakarta.

Hampir 5 bulan lamanya terdakwa Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminuddin ditahan di Rutan KPK di Jakarta. Selama itu pula, psikologis kedua terdakwa mengaku terguncang. Sebagai ibu, Tantri mengaku lama tak bersua dengan anak-anaknya yang masih kecil.

ARIF MASHUDI, Sidoarjo, Radar Bromo

JARUM jam baru menunjukkan pukul 08.00. Tapi kesibukan kemarin sudah terlihat di Pengadilan Tipikor di PN Surabaya. Personel keamanan disiagakan di depan gerbang. Awak jurnalis juga sudah menyiapkan “senjata” berupa note maupun kamera.

Beberapa orang terlihat mengenakan pakaian toga. Sembari menatap ruang-ruang yang ada di sana, semuanya juga sibuk menyiapkan berkas-berkas. Tak terkecuali tim dari jaksa penuntut umum (JPU) KPK. Di dalam ruang sidang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya, ada 4 orang JPU KPK duduk di kursi meja sebelah kiri.

Sementara di meja sebelah kanan, ada dua penasihat hukum (PH) terdakwa Tantri-Hasan. Di tengah antara JPU dan PH, ada layar virtual. Latar inilah yang menampilkan terdakwa Tantri-Hasan secara online dari Jakarta.

Sekitar pukul 10.20, terdakwa Tantri-Hasan masuk ke ruangan digelar sidang online. Tantri duduk paling depan (kiri) mengenakan baju warna biru muda, hijab warna merah hijau dan berkacamata. Di samping kirinya (tengah), terdakwa Hasan suami Tantri. Dia mengenakan kemeja hem lengan panjang warna biru dan kaca mata semi hitam.

Dari layar virtual, rambut terdakwa Hasan tampak memutih. Kedua terdakwa, tampak sehat dan terlihat tegar. Orang yang pernah berkuasa selama belasan tahun di Kabupaten Probolinggo tersebut, nampak begitu siap untuk mengikuti proses persidangan.

Sebelum sidang dimulai, terlihat terdakwa Tantri dan Hasan memeriksa dan membaca beberapa lembaran kertas yang merupakan berkas dakwaan. Sesekali, terdakwa Tantri dan Hasan saling berbicara. Termasuk terdakwa Hasan berbicara dengan penasihat hukumnya, Soesilo Aribowo yang mendampingi mereka langsung di Jakarta.

MOST READ

BERITA TERBARU

/