alexametrics
26.7 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Nur Faridatus Sholichah, Guru Honorer yang Juga Pelukis di Berbagai Media

Kegemarannya menggambar berlanjut hingga SMP, bahkan sampai SMA. Kebetulan, alumni SMAN 1 Bangil itu pernah menjuarai lomba melukis tembok tingkat Provinsi Jatim bersama timnya.

Dari situlah, ia semakin tertarik dengan dunia lukis. Hingga akhirnya dia melanjutkan studi di Universitas Negeri Malang dan mengambil jurusan Seni Rupa. “Saya ingin mendalami pendidikan seni rupa,” kisahnya.

Di kampus, ia mendapatkan ilmu yang dibutuhkan. Dia pun mengaplikasikannya dengan menerima jasa melukis. Awalnya, jasa melukis wajah.

Pelan tapi pasti, ternyata banyak yang meminati karyanya. Bahkan, saat duduk di semester enam, ia mampu membayar kuliah sendiri dari usahanya itu.

“Pernah saya dapat kurang lebih 10 pesanan lukis wajah. Sampai menghasilkan uang sekitar Rp 2,5 juta. Uangnya pun saya gunakan untuk membayar semester kuliah,” sampainya.

Bukan hanya lukis arsiran dengan pensil di atas kertas. Ia pun mulai melukis dengan cat warna di atas kanvas. Beberapa pameran diikutinya. Pesanan melukis pun mendatanginya.

“Ada kaligrafi, gunungan wayangan, pemandangan, dan lukisan lainnya,” imbuh istri dari Misbah Chudin ini.

Kegemarannya menggambar berlanjut hingga SMP, bahkan sampai SMA. Kebetulan, alumni SMAN 1 Bangil itu pernah menjuarai lomba melukis tembok tingkat Provinsi Jatim bersama timnya.

Dari situlah, ia semakin tertarik dengan dunia lukis. Hingga akhirnya dia melanjutkan studi di Universitas Negeri Malang dan mengambil jurusan Seni Rupa. “Saya ingin mendalami pendidikan seni rupa,” kisahnya.

Di kampus, ia mendapatkan ilmu yang dibutuhkan. Dia pun mengaplikasikannya dengan menerima jasa melukis. Awalnya, jasa melukis wajah.

Pelan tapi pasti, ternyata banyak yang meminati karyanya. Bahkan, saat duduk di semester enam, ia mampu membayar kuliah sendiri dari usahanya itu.

“Pernah saya dapat kurang lebih 10 pesanan lukis wajah. Sampai menghasilkan uang sekitar Rp 2,5 juta. Uangnya pun saya gunakan untuk membayar semester kuliah,” sampainya.

Bukan hanya lukis arsiran dengan pensil di atas kertas. Ia pun mulai melukis dengan cat warna di atas kanvas. Beberapa pameran diikutinya. Pesanan melukis pun mendatanginya.

“Ada kaligrafi, gunungan wayangan, pemandangan, dan lukisan lainnya,” imbuh istri dari Misbah Chudin ini.

MOST READ

BERITA TERBARU

/