alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Nur Faridatus Sholichah, Guru Honorer yang Juga Pelukis di Berbagai Media

Melukis tidak melulu di kanvas. Bagi Nur Faridatus Sholichah, 25, melukis juga bisa dilakukan di berbagai media. Seperti talenan, kaca, tampah, baju, tembok, dan berbagai media lainnya.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

GORESAN cat warna menghiasi punggung tampah. Gambarnya berbeda-beda. Ada gunung, pohon, dan beragam lukisan lainnya. Aneka gambar itu membuat penampilan tampah menjadi tak biasa. Berbeda dibandingkan dengan tampah pada umumnya yang polos.

Bukan hanya tampah yang tampak nyeleneh. Ada pula talenan yang penuh warna. Corak batik, lukisan pemandangan, dan berbagai goresan lainnya mempercantik peralatan dapur tersebut.

Barang-barang tersebut merupakan kreasi dari Nur Faridatus Sholichah, 25, warga Beji, Kabupaten Pasuruan. Perempuan yang berprofesi sebagai guru honorer seni budaya di SMAN 1 Bangil ini memang memiliki hobi melukis.

Tapi, yang unik tidak sekadar melukis di kanvas. Dia melukis di beragam media. Mulai dari talenan, tampah, kaca, dan beragam media lainnya.

“Saya memang ingin membuat lukisan yang berbeda. Dari situ, saya terinspirasi untuk melukis di berbagai media. Ini memberi tantangan tersendiri bagi saya,” ungkap kelahiran Pasuruan, 20 September 1997 tersebut.

Nur Farida –sapaannya- mengaku, sejak kecil memang hobi menggambar. Bahkan, saat kelas 4 SD, ia sering mengikuti lomba mewarnai ataupun menggambar. Dia pun sering mendapatkan juara.

Melukis tidak melulu di kanvas. Bagi Nur Faridatus Sholichah, 25, melukis juga bisa dilakukan di berbagai media. Seperti talenan, kaca, tampah, baju, tembok, dan berbagai media lainnya.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

GORESAN cat warna menghiasi punggung tampah. Gambarnya berbeda-beda. Ada gunung, pohon, dan beragam lukisan lainnya. Aneka gambar itu membuat penampilan tampah menjadi tak biasa. Berbeda dibandingkan dengan tampah pada umumnya yang polos.

Bukan hanya tampah yang tampak nyeleneh. Ada pula talenan yang penuh warna. Corak batik, lukisan pemandangan, dan berbagai goresan lainnya mempercantik peralatan dapur tersebut.

Barang-barang tersebut merupakan kreasi dari Nur Faridatus Sholichah, 25, warga Beji, Kabupaten Pasuruan. Perempuan yang berprofesi sebagai guru honorer seni budaya di SMAN 1 Bangil ini memang memiliki hobi melukis.

Tapi, yang unik tidak sekadar melukis di kanvas. Dia melukis di beragam media. Mulai dari talenan, tampah, kaca, dan beragam media lainnya.

“Saya memang ingin membuat lukisan yang berbeda. Dari situ, saya terinspirasi untuk melukis di berbagai media. Ini memberi tantangan tersendiri bagi saya,” ungkap kelahiran Pasuruan, 20 September 1997 tersebut.

Nur Farida –sapaannya- mengaku, sejak kecil memang hobi menggambar. Bahkan, saat kelas 4 SD, ia sering mengikuti lomba mewarnai ataupun menggambar. Dia pun sering mendapatkan juara.

MOST READ

BERITA TERBARU

/