Melihat Budi Daya Lele di Desa Sumberejo yang Kini jadi Ekonomi Baru Masyarakat

Desa Sumberejo di Kecamatan Pandaan selama ini dikenal sebagai lumbung padi. Di desa ini juga banyak terdapat industri. Kini, sektor perekonomian bertambah dengan adanya budi daya lele.

RIZAL FAHMI SYATORI, Pandaan

Budi Daya lele ini bahkan banyak digeluti warga Desa Sumberejo. Budi daya ini tersebar di beberapa dusun, antara lain Besonggol, Toyoarang, Mojo, dan Waru. Pelaku usahanya dari warga desa setempat kini berjumlah puluhan orang dan sampai sekarang masih berlangsung.

“Ini usaha perekonomian baru bagi warga desa kami, tepatnya sejak dua tahun terakhir hingga sekarang. Awalnya usaha sambilan, kini juga menjadi mata pencaharian utama,” ucap Kades Sumberejo Ghozali.

Budi daya lele ini umumnya dimanfaatkan warga desa setempat dengan memakai lahan kosong. Selama ini menjadi pekarangan atau halaman rumahnya masing-masing. Ada yang berupa pembibitan, juga ada pula pembesaran. Dalam perkembangannya, ternyata ada peningkatan. Karena pelaku usahanya di lapangan terus bertambah.

“Budi daya lele ini ternyata cocok ada di desa kami, salah satu pendukungnya ketersediaan air bersih yang mencukupi. Termasuk pula suhunya, berada di daerah yang tidak terlalu panas maupun dingin,” katanya.

Untuk hasil panennya, ternyata laris manis terjual keluar. Selama ini mayoritas dijual ke tengkulak, sebagian kecil lainnya langsung dijual ke sejumlah warung di sekitaran Pandaan.

Dalam perjalanannya, sektor ini mendapat perhatian dari pemdes setempat. Di antaranya ikut serta membantu pemasaran, juga mengupayakan pelatihan bekerja sama dengan instansi terkait di lingkungan Pemkab Pasuruan.

“Karena ini sudah menjadi salah satu produk unggulan warga desa kami dan juga sektor perekonomian baru yang menghasilkan. Pemdes tetap menaruh perhatiannya secara serius,” tuturnya.

Terpisah, Ambiri, 63, salah seorang pembudidaya lele dari Dusun Toyoarang mengatakan, perawatan lele ini tergolong mudah. Hanya perlu ketelatenan dalam pemberian pakan dan juga mengatur sirkulasi airnya.

“Perawatannya mudah, tidak butuh ekstra. Kemudian menghasilkan sekali, karena saat panen laku keras di pasaran,” tukasnya. (fun)