alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Warga Binaan Rutan Bangil Ubah Lahan Parkir Jadi Bengkel Mebel

Hidup di penjara, tidak boleh mematikan kreativitas. Sebab, meski hidup di lingkungan yang terbatas, seorang tahanan masih bisa berkreasi. Hal ini yang dilakukan di Rutan Bangil dengan mengembangkan industri mebeler.

————-

RUANGAN tersebut berukuran tak lebih dari 4 x 10 meter. Pada bagian luarnya terdapat tulisan tempat parkir petugas. Namun, pada bagian dalam ruangan, tidak tampak satupun motor yang terparkir.

Hanya ada tumpukan kayu dan tripleks. Ada pula beberapa kursi yang hampir jadi. Serta meja yang belum 100 persen jadi.

Ruangan itu memang beralih fungsi. Tempat yang rencananya digunakan untuk sarana parkir motor petugas, berubah menjadi bengkel mebeler. Pekerjanya bukan orang “sembarangan”. Melainkan para warga binaan yang memiliki keterampilan.

“Sudah kurang lebih lima bulan terakhir, tempat parkir khusus petugas ini kami alih fungsikan menjadi bengkel mebeler,” kata kepala Rutan IIB Bangil, Tristiantoro Adi Wibowo.

Menurut Bowo-sapaannya, pendirian bengkel mebeler tersebut dilakukan untuk menampung kreativitas para warga binaan. Sebelumnya, ia memang menggali potensi-potensi yang dimiliki warga binaan setempat untuk diberdayakan.

Hingga akhirnya, ia menemukan seorang pengrajin mebeler di rutan setempat. Warga binaan bernama Yono alias Cak Dul itu kemudian diberi tantangan untuk membuktikan kemampuannya dalam dunia mebeler.

Ia pun diminta membuat satu set kursi dan meja. Untuk mendukung itu, pihak Rutan Bangil menyediakan bahan baku serta beberapa peralatan penunjang. “Setelah diuji, ternyata hasilnya bagus juga,” ungkap Bowo.

Sejak Mei itulah pengembangan mebeler dilakukan di Rutan setempat. Agar ilmunya menular, Rutan Bangil mengarahkan beberapa warga binaan lain untuk belajar dan membantunya. Untuk memastikan rasa aman, pihaknya pun menyiapkan bengkel mebeler.

Bengkel tersebut ditempatkan di samping Rutan. Dulunya, merupakan rumah dinas yang tak lagi ditempati. Rencananya, tempat itu akan dipakai untuk lahar parkir. Tapi, karena ada yang lebih perlu disiapkan, akhirnya tempat parkir itupun dijadikan ruang mebeler.

“Alat-alat mebeler kan ada yang merupakan benda tajam. Untuk menjaga rasa aman, kami tempatkan di luar rutan. Tapi tetap dengan pengawasan,” sambungnya.

Kreasi mebeler warga binaan setempat, tidak hanya membuat kursi dan meja. Ada pula meja belajar, rak dan bupet. Bahkan, juga backdrop dinding ala kantoran.

Harganya pun bervariasi. Bergantung bahan kayu yang digunakan. Untuk satu set kursi dan meja misalnya, dihargai Rp 3,5 juta.

“Saat ini, kami masih melayani mebeler kantor Rutan Bangil dan petugas. Sudah ada belasan mebeler yang diproduksi,” ulasnya.

Dikatakan Bowo, pemberdayaan tersebut dilakukan agar warga binaan Rutan Bangil bisa memiliki dan meningkatkan keterampilan ataupun kreativitasnya. Juga agar mereka tidak jenuh dan tidak sekadar makan dan tidur di tahanan.

“Kami ingin mengubah imej tersebut. Di mana, meski berada di penjara, mereka masih bisa berkreasi. Tidak hanya makan dan tidur semata,” bebernya. (one/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Awal Mengeluh Greges, Nakes RSUD dr Saleh Positif Covid-19 Meninggal

Sumarsono meninggal setelah sempat dirawat selama 7 hari di RSUD dr Moh Saleh.

Hendak Parkir, Truk Tertabrak Motor di Nguling

Saat berbelok ke arah utara, sopir truk tak mengetahui ada motor melaju dari arah barat ke arah timur.

Guru Dituntut Kreatif Mengajar di Tengah Pandemi  

Di saat pandemi, tugas guru tidak hanya sebagai pengajar tapi juga pembelajar, karena harus menemukan ide kreatif agar pembelajaran tetap menyenangkan.

Kali Wrati Masih Tercemar, Dewan Soroti Pengalihan Limbah

Polemik limbah yang mencemari sungai Wrati di Kecamatan Beji belum berakhir.

Perbaikan Jalan di Kab Probolinggo Dilanjut Hingga Akhir Tahun

Adanya perbaikan tersebut tidak terlepas dari adanya perubahan anggaran (P-APBD) yang dilakukan pihak PUPR