alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Ketika Seorang Ibu Ngefans Kapolresta Probolinggo, Beri Nama Bayinya Alfian Nurrizal

Mengidolakan selebriti atau publik figur, itu sudah biasa. Tapi bagi pasutri asal Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, lain. Mereka ngefans dengan Kepala Polres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal.

RIZKY PUTRA DINASTI, Sumberasih, Radar Bromo

Siang itu matahari masih belum turun dan sinarnya tegak berada di atas kepala. Keringat tampak seorang pria dengan keringat mengelucur di dahinya. Pria yang diketahui bernama Nur Hasan, 39, terlihat sibuk menambal ban motor yang bocor. Pria yang tinggal di RT 4/RW 4, Blok Bibis, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo baru-baru ini memiliki bayi.

Bayi yang dilahirkan dari rahim Endang Hartatik, 35 istrinya itu diberi nama Alfian Nurrizal. Nama yang tak asing bagi warga Kota Probolinggo. Pasalnya nama anak keempat dari pasangan suami istri itu sama persis dengan Nama Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal.

Rupanya, kedua orang tuanya sengaja memberikan nama tersebut lantaran ngefans pada sosok Kapolresta. Bahkan semenjak Endang mengandung anak keempatnya, Endang selalu mengikuti pemberitaan tantang AKPB Alfian Nurrizal. Baik melalui Facebook dan juga Instagram. “Jadi semenjak saya hamil, saya mengfans dan mengagumi Kapolresta,” terang Endang.

Menurut Endang, AKBP Alfian Nurrizal merupakan sosok yang berwibawa, tegas dan juga humanis. “Saya melihat di sejumlah berita yang saya ikuti. Dia (Kapolresta) suka menolong tanpa pamrih. Tidak memilih-milih. Selain suka menolong dia juga tampan,” ungkap Endang.

Sehingga, ia bertekad, jika anaknya lahir laki-laki, maka Endang akan beri nama AlfianNurrizal. “Saat kandungan saya berusia lima bulan dilakukan di USG. Dan ternyata bayinya laki-laki,” tambahnya. Saat itulah dia berkeinginan memberi nama anak keempatnya, Alfian Nurrizal.

Tepat pada Sabtu (10/8), pukul 11.44 Alfian Nurrizal lahir di RS Aisyah. Meski Alfian lahir secara cesar, syukur bayi tersebut lahir dalam kondisi baik dan sehat. Alfian Nurrizal lahir dengan berat 27 gram dan panjang 47 cm.

“Anak yang pertama hingga keempat semuanya laki-laki, yang ketiga cesar, dan yang keempat ini cesar lagi,” tambahnya.

Endang berharap dengan nama yang diberikannya paling tidak anaknya kelak bisa menjadi sosok seperti idolanya, yakni AKBP Alfian Nurrizal, selaku Kapolresta Probolinggo. Nama mengandung doa agar kelak si bayi bisa berperilaku atau juga meniru jejak seperti nama sang idola. Jika benar, orang itu si bayi yang diberi nama Alfian, agar kelak bisa menjadi seorang polisi serta pemimpin (Kapolres).

Ditanya keinginan orang tunya apakah menginginkan sang anak menjadi polisi, Nur Hasan menerangkan, semenjak muda Nur Hasan menginginkan menjadi seorang polisi atau aparat negara. Hanya saja pada saat itu Nur Hasan masih belum beruntung. Sehingga gagal dalam tesnya.

Nur Hasan berniat untuk mendaftarkan ketiga anaknya menjadi TNI/Polri. “Untuk keinginan ke sana pasti ada. Bahkan saya sudah memeprsiapkanya. Jadi yang paling dekat saat ini yakni Muh Agung (anak pertamanya) yang berumur 16 tahun. “

Mendengar ada pasangan suami istri yang ngefans dan mengidolakannya dan memberikan nama bayinya seperti namanya, AKBP Alfian Nurrizal langsung mendatangi rumahnya, AKBP Alfian Nurrizal datang ke rumah Nur Hasan dan Endang. Tak pelak, betapa senangnya keluarga tersebut. Apalagi, mereka hanya bisa melihat di media sosial.

Nur Hasan dan Endang berkesempatan berjabatan langsung dengan Alfian Nurrizal. Bahkan selain memberikan sejumlah bingkisan AKBP Alfian juga menggendong dan mendoakan sang bayi.

Baginya hal tersebut luar biasa. Bahkan secara pribadi ia mengucapkan terima kasih banyak kepad kedua orang tua bayi beserta keluarga besarnya, yang sepenuh hati memberikan nema anaknya sama persis dengan namanya.

“Secara pribadi saya berterima kasih kepada kedua orang tua si bayi beserta keluarga besarnya. Yang dengan sepenuh hati tanpa tekanan dari pihak manapun, mereka rela dan senang hati menamakan bayinya dengan nama Alfian,” katanya.

Mungkin, lanjut AKBP Alfian Nurrizal, secara tersirat mereka menjadikan saya sebagai roll model yang kelak bisa ditiru dan diteladani oleh bayinya kelak. “Sekali lagi saya berterima kasih atas kepercayaan mereka,” tambahnya.

Sebaliknya, dengan adanya hal itu menjadikan kenangan manis tersendiri. Bahwa pada saat ia bertugas di Kota Probolinggo memberikan ispirasi pada masyarakat.

“Ini membuat saya pribadi dan keluarga pasti akan mengenang si bayi dan keluarganya khususnya, serta kota Probolinggo pada umumnya. Bahwa saya pernah bertugas di sini dan memberi inspirasi masyarakat di sini. Terima kasih kota Probolinggo dan Polres Probolinggo kota,” ungkapnya.

Terakhir, menurutnya memberikan nama juga mengandung doa agar kelak si bayi bisa berperilaku atau juga meniru jejak seperti nama sang idola. “Jika benar, si bayi yang diberi nama Alfian Nurrizal, agar kelak bisa menjadi seorang polisi serta pemimpin (Kapolres), mari semua mengamini. Semoga Allah SWT bisa mengabulkannya. Amin ya rabbal Al-Amin,” pungkasnya. (rpd/fun)

Mengidolakan selebriti atau publik figur, itu sudah biasa. Tapi bagi pasutri asal Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, lain. Mereka ngefans dengan Kepala Polres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal.

RIZKY PUTRA DINASTI, Sumberasih, Radar Bromo

Siang itu matahari masih belum turun dan sinarnya tegak berada di atas kepala. Keringat tampak seorang pria dengan keringat mengelucur di dahinya. Pria yang diketahui bernama Nur Hasan, 39, terlihat sibuk menambal ban motor yang bocor. Pria yang tinggal di RT 4/RW 4, Blok Bibis, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo baru-baru ini memiliki bayi.

Bayi yang dilahirkan dari rahim Endang Hartatik, 35 istrinya itu diberi nama Alfian Nurrizal. Nama yang tak asing bagi warga Kota Probolinggo. Pasalnya nama anak keempat dari pasangan suami istri itu sama persis dengan Nama Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal.

Rupanya, kedua orang tuanya sengaja memberikan nama tersebut lantaran ngefans pada sosok Kapolresta. Bahkan semenjak Endang mengandung anak keempatnya, Endang selalu mengikuti pemberitaan tantang AKPB Alfian Nurrizal. Baik melalui Facebook dan juga Instagram. “Jadi semenjak saya hamil, saya mengfans dan mengagumi Kapolresta,” terang Endang.

Menurut Endang, AKBP Alfian Nurrizal merupakan sosok yang berwibawa, tegas dan juga humanis. “Saya melihat di sejumlah berita yang saya ikuti. Dia (Kapolresta) suka menolong tanpa pamrih. Tidak memilih-milih. Selain suka menolong dia juga tampan,” ungkap Endang.

Sehingga, ia bertekad, jika anaknya lahir laki-laki, maka Endang akan beri nama AlfianNurrizal. “Saat kandungan saya berusia lima bulan dilakukan di USG. Dan ternyata bayinya laki-laki,” tambahnya. Saat itulah dia berkeinginan memberi nama anak keempatnya, Alfian Nurrizal.

Tepat pada Sabtu (10/8), pukul 11.44 Alfian Nurrizal lahir di RS Aisyah. Meski Alfian lahir secara cesar, syukur bayi tersebut lahir dalam kondisi baik dan sehat. Alfian Nurrizal lahir dengan berat 27 gram dan panjang 47 cm.

“Anak yang pertama hingga keempat semuanya laki-laki, yang ketiga cesar, dan yang keempat ini cesar lagi,” tambahnya.

Endang berharap dengan nama yang diberikannya paling tidak anaknya kelak bisa menjadi sosok seperti idolanya, yakni AKBP Alfian Nurrizal, selaku Kapolresta Probolinggo. Nama mengandung doa agar kelak si bayi bisa berperilaku atau juga meniru jejak seperti nama sang idola. Jika benar, orang itu si bayi yang diberi nama Alfian, agar kelak bisa menjadi seorang polisi serta pemimpin (Kapolres).

Ditanya keinginan orang tunya apakah menginginkan sang anak menjadi polisi, Nur Hasan menerangkan, semenjak muda Nur Hasan menginginkan menjadi seorang polisi atau aparat negara. Hanya saja pada saat itu Nur Hasan masih belum beruntung. Sehingga gagal dalam tesnya.

Nur Hasan berniat untuk mendaftarkan ketiga anaknya menjadi TNI/Polri. “Untuk keinginan ke sana pasti ada. Bahkan saya sudah memeprsiapkanya. Jadi yang paling dekat saat ini yakni Muh Agung (anak pertamanya) yang berumur 16 tahun. “

Mendengar ada pasangan suami istri yang ngefans dan mengidolakannya dan memberikan nama bayinya seperti namanya, AKBP Alfian Nurrizal langsung mendatangi rumahnya, AKBP Alfian Nurrizal datang ke rumah Nur Hasan dan Endang. Tak pelak, betapa senangnya keluarga tersebut. Apalagi, mereka hanya bisa melihat di media sosial.

Nur Hasan dan Endang berkesempatan berjabatan langsung dengan Alfian Nurrizal. Bahkan selain memberikan sejumlah bingkisan AKBP Alfian juga menggendong dan mendoakan sang bayi.

Baginya hal tersebut luar biasa. Bahkan secara pribadi ia mengucapkan terima kasih banyak kepad kedua orang tua bayi beserta keluarga besarnya, yang sepenuh hati memberikan nema anaknya sama persis dengan namanya.

“Secara pribadi saya berterima kasih kepada kedua orang tua si bayi beserta keluarga besarnya. Yang dengan sepenuh hati tanpa tekanan dari pihak manapun, mereka rela dan senang hati menamakan bayinya dengan nama Alfian,” katanya.

Mungkin, lanjut AKBP Alfian Nurrizal, secara tersirat mereka menjadikan saya sebagai roll model yang kelak bisa ditiru dan diteladani oleh bayinya kelak. “Sekali lagi saya berterima kasih atas kepercayaan mereka,” tambahnya.

Sebaliknya, dengan adanya hal itu menjadikan kenangan manis tersendiri. Bahwa pada saat ia bertugas di Kota Probolinggo memberikan ispirasi pada masyarakat.

“Ini membuat saya pribadi dan keluarga pasti akan mengenang si bayi dan keluarganya khususnya, serta kota Probolinggo pada umumnya. Bahwa saya pernah bertugas di sini dan memberi inspirasi masyarakat di sini. Terima kasih kota Probolinggo dan Polres Probolinggo kota,” ungkapnya.

Terakhir, menurutnya memberikan nama juga mengandung doa agar kelak si bayi bisa berperilaku atau juga meniru jejak seperti nama sang idola. “Jika benar, si bayi yang diberi nama Alfian Nurrizal, agar kelak bisa menjadi seorang polisi serta pemimpin (Kapolres), mari semua mengamini. Semoga Allah SWT bisa mengabulkannya. Amin ya rabbal Al-Amin,” pungkasnya. (rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/