alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Cerita Pejuang Rupiah Banting Ganti Profesi Imbas Wabah PMK

Sejumlah pedagang bakso memang memilih bertahan, walaupun penjualan menurun drastis akibat wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) menyerang. Namun, banyak juga yang enggan rugi. Mereka ini memilih tak lagi berjualan bakso dan beralih profesi. Seperti Misnadiyanto dan Ulil Amri.

 

FUAD ALYZEN, Probolinggo, Radar Bromo

 

MISNADIYANTO awalnya bingung, kenapa bakso dagangannya tidak laku. Padahal, biasanya warung bakso miliknya itu selalu ramai. Baksonya laris manis. Hampir tiap hari tidak pernah tersisa.

Namun, beberapa minggu belakangan warungnya makin sepi dan sepi. Nyaris tidak ada pembeli. Pendapatannya pun jadi turun drastis.

“Saat itu, pendapatan warung bakso saya langsung turun. Pemasukan berkurang terus. Sedangkan pengeluaran tetap. Termasuk pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari dan anak,” terang warga Dusun Lori, RT 12/RW 3, Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Untuk biaya sekolah misalnya, butuh  biaya tidak sedikit. Anak pertamanya sedang kuliah di perguruan tinggi. Sedangkan anak keduanya masih SMP.

Karena penasaran, lelaki 48 tahun itu pun bercerita pada seorang penjual daging sapi yang selama ini jadi langganannya. Setelah mendengar penjelasan penjual daging sapi itu, barulah dia paham.

Rupanya, saat ini banyak orang yang enggan makan daging sapi. Sebab, wabah PMK sedang menyerang hewan berkuku belah, terutama sapi.

Sejumlah pedagang bakso memang memilih bertahan, walaupun penjualan menurun drastis akibat wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) menyerang. Namun, banyak juga yang enggan rugi. Mereka ini memilih tak lagi berjualan bakso dan beralih profesi. Seperti Misnadiyanto dan Ulil Amri.

 

FUAD ALYZEN, Probolinggo, Radar Bromo

 

MISNADIYANTO awalnya bingung, kenapa bakso dagangannya tidak laku. Padahal, biasanya warung bakso miliknya itu selalu ramai. Baksonya laris manis. Hampir tiap hari tidak pernah tersisa.

Namun, beberapa minggu belakangan warungnya makin sepi dan sepi. Nyaris tidak ada pembeli. Pendapatannya pun jadi turun drastis.

“Saat itu, pendapatan warung bakso saya langsung turun. Pemasukan berkurang terus. Sedangkan pengeluaran tetap. Termasuk pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari dan anak,” terang warga Dusun Lori, RT 12/RW 3, Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Untuk biaya sekolah misalnya, butuh  biaya tidak sedikit. Anak pertamanya sedang kuliah di perguruan tinggi. Sedangkan anak keduanya masih SMP.

Karena penasaran, lelaki 48 tahun itu pun bercerita pada seorang penjual daging sapi yang selama ini jadi langganannya. Setelah mendengar penjelasan penjual daging sapi itu, barulah dia paham.

Rupanya, saat ini banyak orang yang enggan makan daging sapi. Sebab, wabah PMK sedang menyerang hewan berkuku belah, terutama sapi.

MOST READ

BERITA TERBARU

/