alexametrics
24.2 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Gus Nawawi Libatkan Santri Berdakwah Melalui Media Sosial

Menurutnya, kini pandangan masyarakat terhadap dunia pesantren mulai bergeser. Dulu pesantren dipandang hanya bertujuan mencetak kiai atau ustadz. Namun, kini banyak lulusan pesantren yang juga berkecimpung dalam dunia pemerintahan hingga menjadi pengusaha.

Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Probolinggo, ini mengatakan, kini banyak masyarakat yang melihat dakwah Islam melalui media sosial. Namun, terkadang yang mereka pelajari tidak memiliki sanad keilmuan yang jelas. Sehingga, saat dibawa ke tengah masyarakat terjadi perbedaan dan menimbulkan pertikaian.

Karena itu, kini santri di pesantrennya juga dibekali kemampuan berselancar di media sosial. Mereka diminta menyebarkan postingan dan video dakwah tentang Islam dari Pesantren Miftahul Ulum. Baik melalui Facebook ataupun Instagram.

“Sehingga, masyarakat yang suka melihat dakwah lewat media sosial, bisa tercerahkan. Mereka bisa mendapatkan ilmu agama dari sanad yang jelas,” terangnya.

Ia mengaku tidak banyak memanfaatkan media sosial untuk komersialisasi pesantren. Selama ini, Pesantren Miftahul Ulum, dikenal oleh masyarakat dari mulut ke mulut dan dikenalkan oleh santri yang mondok.

“Konten dakwah rutin lewat media sosial juga upaya kami untuk mensyiarkan Islam dan pesantren. Para santri biasanya yang membagikan konten itu ke keluarganya,” jelas Gus Nawawi. (fahrizal firmani/rud)

Menurutnya, kini pandangan masyarakat terhadap dunia pesantren mulai bergeser. Dulu pesantren dipandang hanya bertujuan mencetak kiai atau ustadz. Namun, kini banyak lulusan pesantren yang juga berkecimpung dalam dunia pemerintahan hingga menjadi pengusaha.

Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Probolinggo, ini mengatakan, kini banyak masyarakat yang melihat dakwah Islam melalui media sosial. Namun, terkadang yang mereka pelajari tidak memiliki sanad keilmuan yang jelas. Sehingga, saat dibawa ke tengah masyarakat terjadi perbedaan dan menimbulkan pertikaian.

Karena itu, kini santri di pesantrennya juga dibekali kemampuan berselancar di media sosial. Mereka diminta menyebarkan postingan dan video dakwah tentang Islam dari Pesantren Miftahul Ulum. Baik melalui Facebook ataupun Instagram.

“Sehingga, masyarakat yang suka melihat dakwah lewat media sosial, bisa tercerahkan. Mereka bisa mendapatkan ilmu agama dari sanad yang jelas,” terangnya.

Ia mengaku tidak banyak memanfaatkan media sosial untuk komersialisasi pesantren. Selama ini, Pesantren Miftahul Ulum, dikenal oleh masyarakat dari mulut ke mulut dan dikenalkan oleh santri yang mondok.

“Konten dakwah rutin lewat media sosial juga upaya kami untuk mensyiarkan Islam dan pesantren. Para santri biasanya yang membagikan konten itu ke keluarganya,” jelas Gus Nawawi. (fahrizal firmani/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/