Dispendukcapil di Pasuruan-Probolinggo Buka Layanan via WA Selama Wabah

Kantor Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) jelas menjadi tempat yang kerap diserbu warga. Semenjak wabah Covid-19 merebak, kantor Dispendukcapil di Kabupaten Pasuruan-Probolinggo, tak lagi membuka pelayanan di kantor. Mereka menggantinya dengan pelayanan online.

————-

Antrean mobil dan motor memang tak lagi tampak menumpuk di areal sekitar Kantor Dinas Dispendukcapil yang berada di kompleks Perkantoran Raci di Bangil. Di depan tampak beberapa petugas siaga di pintu masuk.

Tak berapa lama, ada 2 perempuan yang tampak tergesa-gesa masuk ke kantor. Seketika langsung dihampiri salah satu petugas Dispendukcapil untuk menanyakan tujuan kedatangan.

“Kami tanyai ada perlu apa, kalau keperluan tidak mendesak kami arahkan agar memilih jalur online,” ujar Yudha Triwidya Sasongko, kepala Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan, kemarin (23/3).

Yudha sendiri ikut memantau di depan Kantor Dispendukcapil. Tujuannya, untuk ikut menyosialisasikan ke masyarakat yang belum tahu ada layanan online. Sampai kemarin dikatakan masih ada yang belum tahu, sehingga di depan kantor Dispendukcapil, distop agar tidak menambah antrean di dalam.

Yudha mengatakan, kebijakan ini sudah dilakukan sejak Rabu (18/3). Setelah ada imbauan dari pusat untuk mengurangi kerumumunan. Sehingga, Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan juga melakukan kebijakan agar tidak ada lagi antrean di layanan.

Yudha Triwidya Sasongko, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan, yang ikut turun tangan menemui warga yang hendak mengurus administrasi kependudukan. (Foto: Dispendukcapil for Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Karena biasanya antrean di layanan memang tinggi dan ini cukup berbahaya karena ada kerumunan,” terangnya.

Dirjendukcapil Pusat juga sudah meminta agar masyarakat lebih baik menunda dulu pengurusan dokumen ke Dispendukcapil. Hal ini untuk mengantisipasi dan mempertimbangkan kondisi wilayah.

Sejak disosialisasikan Rabu, kata Yudha, memang ada penurunan signifikan yang datang ke kantor Dispendukcapil maupun kecamatan. “Sebelumnya, rata-rata total pengajuan secara offline baik di Dispendukcapil dan semua kecamatan mencapai 1.500 per hari. Sekarang sudah turun hingga total 150 pengajuan saja secara offline,” terangnya.

Termasuk di Kantor Dispendukcapil di Raci, Bangil, juga ada penurunan pengajuan offline dari rata-rata 100 saat ini hanya 20-30 orang saja. “Ini, lantaran dari depan memang sudah kita stop dan sosialisasi jika bisa mengajukan online. Untuk yang urgen terkait kebutuhan pendaftaran polisi masih kami terima,” terangnya.

Yudha menjelaskan, pilihan layanan online dengan WhatsApp (WA)  dipilih lantaran masyarakat sudah familiar dengan aplikasi tersebut. Dispendukcapil juga memberikan 4 nomor WA. Yaitu untuk layanan e-KTP ke nomor 0813-5954-7691. Untuk layanan kartu keluarga di nomor 0813-5954-7692. Dan layanan akta kelahiran/kematian di nomor 0813-5954-7689. Dan pengajuan NIK (BPJS, Bank, dll) di nomor 0812-4933-3360. Nomor itu sudah disebarkan ke masyarakat, sehingga masyarakat yang mengajukan, bisa langsung mendaftar dan memfoto untuk diunggah segala persayaratnnya di nomor tersebut.

“Setelah pengajuan via WA dan syarat lengkap, langsung diberikan konfirmasi bahwa untuk percetakan misal KTP elektronik bisa diambil 5 hari kemudian ke kecamatan setempat,” terangnya.

Sejauh ini, memang ada yang syarat kurang atau hasil foto kurang jelas. Jika seperti itu, mau tidak mau pendaftar harus memfoto ulang agar bisa diverifikasi.

Memang tak semua layanan bisa di-online-kan. Untuk pengajuan yang butuh verifikasi langsung misal terkait pembetulan nama, pembetulan tangga kelahiran yang membutuhkan verifikasi langsung, diharapkan datang langsung. “Itu pun juga kami imbau, selama tidak mendesak diharapkan menunda dulu sampai dirasa situasi lebih aman,” jelasnya.

Hal serupa juga diterapkan  di kantor Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo. Sejak pekan lalu juga telah membuka layanan online. Setidaknya, ada enam petugas yang disiapkan menerima layanan online dari masyarakat terkait administrasi kependudukan dan capil.

Saat Jawa Pos Radar Bromo berkunjung kemarin, suasana kantor tampak jauh berbeda dibanding beberapa hari sebelumnya. Kantor yang ada di gedung belakang MPP (mal pelayanan publik) Dringu, tampak lengang.

Kursi antrean pemohon di luar tampak sepi. Hanya ada satu dua orang yang duduk berjauhan sedang antre. Kursi antrean di dalam ruangan juga tampak sepi. Kondisi itu terjadi sejak sepekan terakhir, setelah adanya penetapan pelayanan online sebagai upaya pencegahan penyeberan Covid-19.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo Slamet Riyadi mengatakan, pihaknya mulai membatasi pelayananan administrasi kependudukan melalui tatap muka. Kebijakan pelayanan administrasi kependududukan hanya diberikan pada masyarakat yang memiliki kepentingan yang mendesak.

Slamet menyebutkan, sebagai wujud alternatif pelayanan administrasi kependudukan, pihaknya membuka layanan online menggunakan aplikasi WA.

“Untuk yang sifatnya tidak  terlalu mendesak bisa menunda atau bisa melakukan pengurusan adminitrasi kependudukan melalui WA petugas. Setelah jadi, nanti akan diberikan kepada pihak kecamatan,” jelasnya.

Untuk pelayanan online, pihaknya siapkan 6 petugas khusus serta nomor WA yang berbeda-beda. Supaya, bisa melayani masyarkaat via online lebih maksimal. Mereka yang akan stay di depan komputer menerima pesan WA, pemohon administrasi kependudukan.

“Ditengah keterbatasan seperti saat ini kami mencoba ambil sisi positifnya, bisa jadi pelayanan via online nantinya bisa terus diterapkan, mengingat cara ini lebih mudah, untuk itu kami akan evaluasi pelaksanaannya, sampai saat ini sudah ada beberapa masyarakat memanfaatkan layanan ini,” tuturnya. (eka/mas/fun)