alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Sulisnan, Offroader Asal Purwosari yang Pernah Masuk Jurang 20 Meter

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

Berprofesi sebagai spesialis montir jip, Sulisnan juga dikenal sebagai seorang offroader. Pernah bersekolah di pabrikan Mercedes Benz dan aktif di sejumlah event kejuaraan membuatnya cukup dikenal di dunia offroader.

———————–

PERKENALAN Sulisnan, 49, dengan dunia offroades berawal dari aktivitasnya sebagai montir. Sejak lulus SMP, warga Dusun Beji, Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari itu sudah menjadi montir.

“Lulus SMP, saya langsung bekerja menjadi montir atau mekanik. Belajarnya otodidak. Karena mau melanjutkan ke SMA atau SMK, orang tua tidak ada biaya,” tutur suami dari Indah Ernawati tersebut.

Tidak hanya menjadi montir kendaraan biasa. Dia sempat pula menjadi montir alat berat saat bekerja di perusahaan milik pengusaha asal Sukorejo almarhum H. Jayus dan almarhum H.M. Roeslan sekitar tahun 1987.

Saat itu, Roeslan melihat bakat Sulisnan dalam dunia mekanik. Karena itu, dia pun dibiayai dan disekolahkan ke pabrikan Mercedes Benz oleh Roeslan. Sekitar sembilan bulan lamanya bapak empat anak itu sekolah di pabrikan Mercedes Benz. Tempat sekolahnya juga berpindah-pindah, karena harus praktik langsung. Yaitu di Surabaya, Jakarta hingga Jerman.

“Kemampuan montir saya bertambah setelah sekolah di Mercedes Benz. Kala itu saya disekolahkan dan dibiayai Abah Roeslan. Sebab, waktu itu selain sebagai montir alat berat saya juga merawat mobil beliau,” katanya saat ditemui di bengkelnya, Barongan 4×4 di Dusun Beji, Desa Sumbersuko, Purwosari.

BANYAK: Trofi yang pernah diraih Sulisnan. Salah satunya trofi saat tampil Kejurda Adventure Offroad di Bondowoso 2018 lalu. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Sejak saat itu, Sulisnan makin mencintai dunia mekanik. Hingga dia pun menggeluti offroad pada tahun 1997-an. Dia bahkan memutuskan membuka bengkel mobil sendiri di rumahnya.

Saat santai, ia menyempatkan diri adventure menggunakan jip. Kadangkala juga mengajak keluarganya. Kala itu, ia sudah memiliki sejumlah mobil offroader 4×4. Seperti Suzuki Jimny, Toyota Hardtop, Daihatsu Taft GT.

“Saya menyukai offroad awalnya memang karena hobi mekanin. Kebetulan di rumah punya mobil 4×4. Selain itu, saya juga suka bermain ke alam bebas, keluar masuk hutan,” ujar Sulis -sapaan akrabnya-.

Aktivitasnya dalam dunia offroad makin eksis saat bergabung dengan tim Gelana Logistik 4×4 dari Pandaan dari tahun 2000 hingga 2010. Di tim ini, ia didapuk menjadi montir atau mekanik. Juga merangkap sebagai navigator dan driver.

Saat bersama Galena Logistik 4×4, sejumlah event kejurda dan kejurnas ia ikuti. Baik sebagai driver maupun navigator. Di beberapa event, tak jarang dia keluar sebagai pemenang.

Seperti di Lombok, Bali, Semarang, Bandung. Kemudian Banyuwangi, Malang, Bondowoso, Tuban, Blitar, Trenggalek, dan masih banyak lainnya.

“Sebagai montir tetap tugas utama, tapi seringkali juga merangkap driver dan navigator. Ketiganya sangat saya nikmati dengan enjoy,” katanya.

Sulis pun punya spesialisasi saat ikut lomba offroad, baik di kejurda maupun kejurnas. Yakni speed offroad extreme dan adventure offroad extreme.

“Baik speed maupun adventure, sama-sama berat dan menantang. Tidak hanya kendaraan, mulai mesin dan understeelnya atau kaki-kaki. Tapi juga tenaga harus prima, serta fokus dan tenang,” tuturnya.

Selepas dari tim Galena Logistik 4×4, pada 2017 Sulis gabung dengan tim Arjuno Jeep Xtreme (AJX) 4×4. Di tim tersebut, dia didapuk sebagai ketua satu sekaligus montir.

Saat gabung dengan AJX 4×4, ia juga tetap eksis tampil di kejurda dan kejurnas. Baik di kelas adventure offroad extreme dan speed adventure extreme.

“Paling berkesan pada 2018 saat ikut kejurda adventure offroad extreme di Blitar. Mobil masuk jurang sedalam 20 meter dan terjepit di batu. Proses evakuasinya sampai dua jam,” bebernya.

Selama pandemi korona, aktivitasnya di event kejurda dan kejurnas memang libur. Sebab, memang hampir tidak ada kegiatan lomba.

Sebagai gantinya, ia ber-offroad sendiri. Baik bersama AJX 4×4 maupun Jimkartubi. Biasanya, sepekan sekali Sulis dan timnya masuk keluar hutan.

“Meskipun pandemi dan kejuaraan tidak ada, kami tetap adventure offroad. Biasanya tiap sabtu sepekan sekali,” ungkapnya. (zal/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

Berprofesi sebagai spesialis montir jip, Sulisnan juga dikenal sebagai seorang offroader. Pernah bersekolah di pabrikan Mercedes Benz dan aktif di sejumlah event kejuaraan membuatnya cukup dikenal di dunia offroader.

———————–

PERKENALAN Sulisnan, 49, dengan dunia offroades berawal dari aktivitasnya sebagai montir. Sejak lulus SMP, warga Dusun Beji, Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari itu sudah menjadi montir.

Mobile_AP_Half Page

“Lulus SMP, saya langsung bekerja menjadi montir atau mekanik. Belajarnya otodidak. Karena mau melanjutkan ke SMA atau SMK, orang tua tidak ada biaya,” tutur suami dari Indah Ernawati tersebut.

Tidak hanya menjadi montir kendaraan biasa. Dia sempat pula menjadi montir alat berat saat bekerja di perusahaan milik pengusaha asal Sukorejo almarhum H. Jayus dan almarhum H.M. Roeslan sekitar tahun 1987.

Saat itu, Roeslan melihat bakat Sulisnan dalam dunia mekanik. Karena itu, dia pun dibiayai dan disekolahkan ke pabrikan Mercedes Benz oleh Roeslan. Sekitar sembilan bulan lamanya bapak empat anak itu sekolah di pabrikan Mercedes Benz. Tempat sekolahnya juga berpindah-pindah, karena harus praktik langsung. Yaitu di Surabaya, Jakarta hingga Jerman.

“Kemampuan montir saya bertambah setelah sekolah di Mercedes Benz. Kala itu saya disekolahkan dan dibiayai Abah Roeslan. Sebab, waktu itu selain sebagai montir alat berat saya juga merawat mobil beliau,” katanya saat ditemui di bengkelnya, Barongan 4×4 di Dusun Beji, Desa Sumbersuko, Purwosari.

BANYAK: Trofi yang pernah diraih Sulisnan. Salah satunya trofi saat tampil Kejurda Adventure Offroad di Bondowoso 2018 lalu. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Sejak saat itu, Sulisnan makin mencintai dunia mekanik. Hingga dia pun menggeluti offroad pada tahun 1997-an. Dia bahkan memutuskan membuka bengkel mobil sendiri di rumahnya.

Saat santai, ia menyempatkan diri adventure menggunakan jip. Kadangkala juga mengajak keluarganya. Kala itu, ia sudah memiliki sejumlah mobil offroader 4×4. Seperti Suzuki Jimny, Toyota Hardtop, Daihatsu Taft GT.

“Saya menyukai offroad awalnya memang karena hobi mekanin. Kebetulan di rumah punya mobil 4×4. Selain itu, saya juga suka bermain ke alam bebas, keluar masuk hutan,” ujar Sulis -sapaan akrabnya-.

Aktivitasnya dalam dunia offroad makin eksis saat bergabung dengan tim Gelana Logistik 4×4 dari Pandaan dari tahun 2000 hingga 2010. Di tim ini, ia didapuk menjadi montir atau mekanik. Juga merangkap sebagai navigator dan driver.

Saat bersama Galena Logistik 4×4, sejumlah event kejurda dan kejurnas ia ikuti. Baik sebagai driver maupun navigator. Di beberapa event, tak jarang dia keluar sebagai pemenang.

Seperti di Lombok, Bali, Semarang, Bandung. Kemudian Banyuwangi, Malang, Bondowoso, Tuban, Blitar, Trenggalek, dan masih banyak lainnya.

“Sebagai montir tetap tugas utama, tapi seringkali juga merangkap driver dan navigator. Ketiganya sangat saya nikmati dengan enjoy,” katanya.

Sulis pun punya spesialisasi saat ikut lomba offroad, baik di kejurda maupun kejurnas. Yakni speed offroad extreme dan adventure offroad extreme.

“Baik speed maupun adventure, sama-sama berat dan menantang. Tidak hanya kendaraan, mulai mesin dan understeelnya atau kaki-kaki. Tapi juga tenaga harus prima, serta fokus dan tenang,” tuturnya.

Selepas dari tim Galena Logistik 4×4, pada 2017 Sulis gabung dengan tim Arjuno Jeep Xtreme (AJX) 4×4. Di tim tersebut, dia didapuk sebagai ketua satu sekaligus montir.

Saat gabung dengan AJX 4×4, ia juga tetap eksis tampil di kejurda dan kejurnas. Baik di kelas adventure offroad extreme dan speed adventure extreme.

“Paling berkesan pada 2018 saat ikut kejurda adventure offroad extreme di Blitar. Mobil masuk jurang sedalam 20 meter dan terjepit di batu. Proses evakuasinya sampai dua jam,” bebernya.

Selama pandemi korona, aktivitasnya di event kejurda dan kejurnas memang libur. Sebab, memang hampir tidak ada kegiatan lomba.

Sebagai gantinya, ia ber-offroad sendiri. Baik bersama AJX 4×4 maupun Jimkartubi. Biasanya, sepekan sekali Sulis dan timnya masuk keluar hutan.

“Meskipun pandemi dan kejuaraan tidak ada, kami tetap adventure offroad. Biasanya tiap sabtu sepekan sekali,” ungkapnya. (zal/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2