Anis Hidayati, Guru yang Peduli pada Dunia Literasi dan Sudah Hasilkan 13 Buku

Makin banyak saja guru yang punya kepedulian khusus pada dunia literasi. Salah satunya, Anis Hidayati. Wanita ini rutin memberikan tutor tentang pelatihan cara menulis bagi pemula di sejumlah lembaga pendidikan dan instansi.

———————

Sejumlah pria dan wanita memadati ruang aula berukuran 4×6 meter itu. Mereka serius mendengarkan materi yang diberikan seseorang wanita berkacamata di hadapannya. Sesekali peserta di ruangan itu mengacungkan telunjuk untuk bertanya. Sesi tanya jawab dan pemberian materi yang hangat pun terjadi di antara mereka.

Pemandangan ini rutin terlihat di Pesantren Putri KH Wahid Hasyim Bangil setiap bulannya. Maklum, pesantren putri setempat rutin memberikan tutor kepenulisan dengan mengundang Anis Hidayati. Perempuan asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, yang juga seorang guru agama.

Anis -sapaan akrabnya- mengungkapkan, dunia literasi sudah akrab sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah. Minat ini semakin dikembangkan olehnya saat ia mengenyam bangku kuliah di IAIN (UIN) Sunan Ampel Kota Malang tahun 1997.

Saat itu ia menjadi reporter tabloid kampus “Solidaritas” selama menjadi mahasiswa IAIN Sunan Ampel kala itu. Bahkan, ia sempat dipercaya menjadi pemimpin redaksi (pemred) untuk majalah kampus “Inovasi”.

“Saya mengambil jurusan pendidikan guru agama Islam di IAIN. Saat itu saya kembangkan minat menulis dengan ikut tabloid kampus,” ungkapnya.

BANYAK WAWASAN: Selain membuat karya buku, Anis Hidayati rutin memberikan tutor cara menulis. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Guru Agama Islam di SMP 1 Pujon, Kabupaten Malang, ini menjelaskan, usai lulus, minat menulisnya tidak hilang. Ia rutin menulis sejumlah artikel dan cerpen. Karyanya bisa ditemui di sejumlah platform seperti Kaskus dan Kompasiana.

Tak hanya itu, Anis juga rajin membuat karya yang diterbitkan secara indie. Terhitung sekitar 13 buku karyanya sudah diterbitkan. Baik itu dalam bentuk novel, biografi, antologi puisi, hingga antologi cerita pendek (cerpen).

“Karya antologi ini berasal dari teman-teman dalam komunitas menulis atau siswa yang ikut dalam pelatihan menulis. Dan saya bukukan,” jelasnya.

Anis mengaku, minatnya dalam dunia literasi membuat ia mendirikan komunitas menulis. Seperti Komunitas Menulis Buku (Komalku) Malang Raya pada 2018 dan Komalku Pasuruan pada 2019.

Dari sini, minatnya pada dunia literasi semakin dikenal luas oleh masyarakat. Ia pun kerap diminta untuk mengisi tutor kepenulisan baik di Kota/Kabupaten Malang maupun Kota/Kabupaten Pasuruan. Ini sudah dilakukannya sejak dua tahun terakhir.

Wanita yang kesehariannya tinggal di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, ini rutin mengisi di tiga lembaga pendidikan. Yaitu, Boarding School SMP Ar Rochmah di Dau, Malang; Pesantren Putri Nurul Haromain, Pujon, Malang; serta Pesantren Putri KH Wahid Hasyim, Bangil, Pasuruan.

Tutor ini rutin diberikan olehnya sekali dalam sebulan. Selain itu, dirinya kerap mengisi materi kepenulisan di lembaga pendidikan lainnya baik di wilayah Pasuruan dan Malang. Materi yang diberikan adalah seputar cara dan teknik menulis bagi pemula.

“Kalau di Ar Rochmah, Nurul Haromain, dan KH Wahid Hasyim rutin tiap bulan. Tapi saya sering mengisi tutor penulisan di tempat lain juga sesuai permintaan,” sebutnya.

Wanita kelahiran 42 tahun silam ini mengaku hal ini dilakukan olehnya untuk menumbuhkan cinta literasi di tengah masyarakat. Baik untuk membaca buku maupun dalam keterampilan menulis. Sebab minat literasi itu perlu ditumbuhkembangkan sejak dini.

Menurut ibu tiga anak ini, keterampilan menulis itu memiliki banyak manfaat. Di antaranya bisa sebagai sarana menghasilkan uang, sarana dakwah, maupun sarana untuk menyalurkan mental dan perasaan dalam diri seseorang.

Selama ini, Ia mengaku antusiasme yang mengikuti tutor penulisan cukup tinggi. Ia menemukan banyak yang pandai menulis, namun tidak menyalurkan bakatnya karena malu atau tidak tahu cara menerbitkan tulisannya.

Nah, dengan tutor ini diharapkan mereka menjadi percaya diri dan suka menulis. Karena menulis memang banyak manfaatnya,” pungkasnya. (riz/hn/fun)