alexametrics
25 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Begini Geliat Industri Kerupuk Ikan di Desa Tambakan

Kerupuk merupakan makanan yang digemari sebagian besar masyarakat Indonesia. Permintaan kerupuk tidak pernah ada habisnya. Apalagi ketika memasuki momen lebaran. Makin banyak permintaan yang berdatangan. Hal ini pun menjadi berkah tersendiri bagi warga Desa Tambakan, Kecamatan Bangil. Mereka bisa panen rupiah.

—————–

Terik matahari begitu terik menyengat. Bagi sebagian orang, mungkin hal itu kurang menyenangkan. Namun, tidak demikian bagi Masudah, warga Tambakan, Kecamatan Bangil.

Karena teriknya sinar matahari, menjadi berkah tersendiri. Ia bisa menjemur kerupuk ikan buatannya dengan sempurna. “Kami memang butuh sinar yang cukup. Supaya memudahkan saat penggorengan,” kata Masudah, salah satu pembuat kerupuk ikan asal Tambakan, Kecamatan Bangil.

Masudah mengaku, sudah lebih dari 10 tahun lamanya menekuni pembuatan kerupuk ikan. Pembuatan kerupuk ikan memang banyak ditekuni warga. Maklum, banyaknya ikan yang ada di Tambakan, menginspirasi warga untuk mengelolanya.

Harapannya, tentu bisa meningkatkan nilai jual ikan. “Ada beberapa krupuk ikan yang kami buat. Salah satunya kerupuk ikan gabus, dan aneka kerupuk ikan lainnya,” bebernya.

Harga kerupuk ikan tersebut, bervariasi. Rata-rata dibandrol sekitar Rp 50 ribu per kilogramnya. Biasanya, ia bisa memproduksi antara lima kilogram hingga 10 kilogram tiap pekan. Jumlah itu bisa melonjak tajam ketika mendekati lebaran.

Bisa sampai satu kuintal. “Pasarnya, tidak hanya Bangil. Tetapi juga merambah Sidoarjo,” sambungnya.

Kepala Desa Tambakan, Khoiri menuturkan, produksi kerupuk memang menjadi salah satu unggulan di wilayah Tambakan. Ada puluhan warga di desanya yang menggeluti industri kerupuk tersebut.

Hal itu tak lepas dari letak geografis Tambakan, yang berada di daerah perikanan. Sehingga, memudahkan warga untuk mendapatkan bahan bakunya. “Mulai dari kerupuk ikan, udang dan beragam kerupuk lainnya, mampu diproduksi warga kami,” urainya.

Industri kerupuk memang cukup menguntungkan. Meski kebanyakan dari warganya, hanya menjadikan industri kerupuk sebagai sampingan. Terlebih ketika datangnya momen-momen besar.

Seperti lebaran yang mengerek permintaan kerupuk. “Ketika menghadapi momen idul fitri, permintaan kerupuk olahan warga meningkat tajam. Bisa lebih dari dua kalilipat dari produksi sebelumnya,” tandas dia.

Pihaknya berharap, Pemkab terus mendukung industri kerupuk di wilayahnya. Baik dari sisi peralatan, pelatihan hingga dari sektor pemasaran. Dengan begitu, diharapkan industri kerupuk di Desa Tambakan, Kecamatan Bangil, semakin menggeliat.

“Ekonomi warga lebih terangkat. Pengangguran semakin berkurang. Dengan begitu, desa kami semakin maslahat,” harapnya. (one/fun)

Kerupuk merupakan makanan yang digemari sebagian besar masyarakat Indonesia. Permintaan kerupuk tidak pernah ada habisnya. Apalagi ketika memasuki momen lebaran. Makin banyak permintaan yang berdatangan. Hal ini pun menjadi berkah tersendiri bagi warga Desa Tambakan, Kecamatan Bangil. Mereka bisa panen rupiah.

—————–

Terik matahari begitu terik menyengat. Bagi sebagian orang, mungkin hal itu kurang menyenangkan. Namun, tidak demikian bagi Masudah, warga Tambakan, Kecamatan Bangil.

Karena teriknya sinar matahari, menjadi berkah tersendiri. Ia bisa menjemur kerupuk ikan buatannya dengan sempurna. “Kami memang butuh sinar yang cukup. Supaya memudahkan saat penggorengan,” kata Masudah, salah satu pembuat kerupuk ikan asal Tambakan, Kecamatan Bangil.

Masudah mengaku, sudah lebih dari 10 tahun lamanya menekuni pembuatan kerupuk ikan. Pembuatan kerupuk ikan memang banyak ditekuni warga. Maklum, banyaknya ikan yang ada di Tambakan, menginspirasi warga untuk mengelolanya.

Harapannya, tentu bisa meningkatkan nilai jual ikan. “Ada beberapa krupuk ikan yang kami buat. Salah satunya kerupuk ikan gabus, dan aneka kerupuk ikan lainnya,” bebernya.

Harga kerupuk ikan tersebut, bervariasi. Rata-rata dibandrol sekitar Rp 50 ribu per kilogramnya. Biasanya, ia bisa memproduksi antara lima kilogram hingga 10 kilogram tiap pekan. Jumlah itu bisa melonjak tajam ketika mendekati lebaran.

Bisa sampai satu kuintal. “Pasarnya, tidak hanya Bangil. Tetapi juga merambah Sidoarjo,” sambungnya.

Kepala Desa Tambakan, Khoiri menuturkan, produksi kerupuk memang menjadi salah satu unggulan di wilayah Tambakan. Ada puluhan warga di desanya yang menggeluti industri kerupuk tersebut.

Hal itu tak lepas dari letak geografis Tambakan, yang berada di daerah perikanan. Sehingga, memudahkan warga untuk mendapatkan bahan bakunya. “Mulai dari kerupuk ikan, udang dan beragam kerupuk lainnya, mampu diproduksi warga kami,” urainya.

Industri kerupuk memang cukup menguntungkan. Meski kebanyakan dari warganya, hanya menjadikan industri kerupuk sebagai sampingan. Terlebih ketika datangnya momen-momen besar.

Seperti lebaran yang mengerek permintaan kerupuk. “Ketika menghadapi momen idul fitri, permintaan kerupuk olahan warga meningkat tajam. Bisa lebih dari dua kalilipat dari produksi sebelumnya,” tandas dia.

Pihaknya berharap, Pemkab terus mendukung industri kerupuk di wilayahnya. Baik dari sisi peralatan, pelatihan hingga dari sektor pemasaran. Dengan begitu, diharapkan industri kerupuk di Desa Tambakan, Kecamatan Bangil, semakin menggeliat.

“Ekonomi warga lebih terangkat. Pengangguran semakin berkurang. Dengan begitu, desa kami semakin maslahat,” harapnya. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/