alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 4 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kesibukan Eks Pemain Persekap saat Liga Belum Dimulai

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

Setelah tak lagi malang melintang di lapangan sepak bola, beberapa mantan pemain Persekap kini memiliki kesibukan sendiri-sendiri. Sebagian besar dari mereka berprofesi yang jauh berbeda dengan sepak bola. Ada yang menjadi pegawai, ada yang memiliki usaha sendiri.

—————-

BAYU Handika sempat menjadi kapten tim sepak bola kebanggaan Kota Pasuruan, Persekap. Sehari-harinya dia bekerja di Laboratorium Alat Berat Dinas PUPR Kota Pasuruan. Pekerjaan itu sebenarnya sudah ia lakoni sejak 2012. Ya, sejak Bayu masih sering terlihat di lapangan.

Namun dia tetap membagi waktu agar pekerjaannya tak terganggu dengan aktivitasnya sebagai pemain sepak bola. Biasanya, dia mengajukan izin ke Pemkot Pasuruan dari Askot PSSI Kota Pasuruan.

Izin diajukan apabila jadwal pertandingan membuat dirinya harus fokus. Mulai dari latihan hingga berlaga home ataupun away. “Dari Askot mengajukan izin selama masa pertandingan,” kata Bayu.

Bayu sendiri kini lebih banyak berada di kantor. Pekerjaannya sedikit berkurang sejak pandemi. Biasanya dialah yang membantu pengecekan material yang diperlukan untuk penanganan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.

“Kegiatan sekarang di kantor ya bantu tes paving, sand cone, aspal, dan sebagainya yang diperlukan di lapangan,” bebernya.

Kendati sudah disibukkan dengan pekerjaan, Bayu tetap tak bisa meninggalkan lapangan sepak bola sepenuhnya. Kadang-kadang, dia masih tetap bermain sepak bola. Meski intensitasnya tak sesering dulu. Itu pun bukan pertandingan resmi. Karena Bayu terakhir menjadi pemain Persekap di Liga 3 pada 2019.

PEGAWAI: Bayu Handika saat bekerja di laboratorium. (Foto Dok. Pribadi)

“Dulu seminggu penuh, sekarang mungkin cuma dua kali seminggu,” terangnya.

Dia juga mengaku tetap menjalin komunikasi dengan semua mantan pemain yang dulu sama-sama berjuang di lapangan. Dia dan para mantan pemain lain biasanya saling bertegur sapa melalui grup WhatsApp. Bahkan mereka juga sering bermain untuk sekadar mencari keringat sembari temu kangen.

“Biasanya kami sesama mantan pemain juga sering ketemu di lapangan, paling dua tiga bulan sekali,” bebernya.

Sementara itu, mantan striker Persekap, Bagus Cahyono kini lebih disibukkan dengan usahanya berjualan ayam potong. Dia sudah meninggalkan lapangan hijau sekitar empat tahun yang lalu. Terakhir, dia yang memulai debutnya sejak 2009 itu, memperkuat skuad Persekap ketika masih bertengger di Liga 2.

“Sekarang full time fokus dengan usaha,” kata pria asal Sidoarjo itu. Bahkan untuk meluangkan hobinya dengan sepak bola, kini sudah terbatas.

Selain karena kesibukan dengan usaha, Bagus juga kesulitan membagi waktu. Sebab, tiap harinya dia berjualan sejak pukul 03.00 hingga tengah hari.

“Jadi kalau berdagang sebenarnya sudah belajar sejak jadi pemain. Tapi usahanya dulu distro, sekarang beralih ke ayam potong. Kalau melayani konsumen itu kan sama saja prinsipnya,” terang ayah satu anak itu.

Kendati demikian, Bagus terkadang juga rindu bermain dengan teman-temannya sesama pemain Persekap dulu. Misalnya dalam pertandingan eksibisi yang mempertemukan para mantan pemain Persekap beberapa waktu lalu. Sebenarnya, Bagus sangat ingin ikut pertandingan itu.

“Tapi saya dapat info sangat mendadak. Sedangkan saya waktu itu masih jualan kan, jadi eman nggak bisa gabung dengan teman-teman. Apalagi saya sudah lama nggak ke Pasuruan,” ungkapnya. (tom/hn/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

Setelah tak lagi malang melintang di lapangan sepak bola, beberapa mantan pemain Persekap kini memiliki kesibukan sendiri-sendiri. Sebagian besar dari mereka berprofesi yang jauh berbeda dengan sepak bola. Ada yang menjadi pegawai, ada yang memiliki usaha sendiri.

—————-

BAYU Handika sempat menjadi kapten tim sepak bola kebanggaan Kota Pasuruan, Persekap. Sehari-harinya dia bekerja di Laboratorium Alat Berat Dinas PUPR Kota Pasuruan. Pekerjaan itu sebenarnya sudah ia lakoni sejak 2012. Ya, sejak Bayu masih sering terlihat di lapangan.

Mobile_AP_Half Page

Namun dia tetap membagi waktu agar pekerjaannya tak terganggu dengan aktivitasnya sebagai pemain sepak bola. Biasanya, dia mengajukan izin ke Pemkot Pasuruan dari Askot PSSI Kota Pasuruan.

Izin diajukan apabila jadwal pertandingan membuat dirinya harus fokus. Mulai dari latihan hingga berlaga home ataupun away. “Dari Askot mengajukan izin selama masa pertandingan,” kata Bayu.

Bayu sendiri kini lebih banyak berada di kantor. Pekerjaannya sedikit berkurang sejak pandemi. Biasanya dialah yang membantu pengecekan material yang diperlukan untuk penanganan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.

“Kegiatan sekarang di kantor ya bantu tes paving, sand cone, aspal, dan sebagainya yang diperlukan di lapangan,” bebernya.

Kendati sudah disibukkan dengan pekerjaan, Bayu tetap tak bisa meninggalkan lapangan sepak bola sepenuhnya. Kadang-kadang, dia masih tetap bermain sepak bola. Meski intensitasnya tak sesering dulu. Itu pun bukan pertandingan resmi. Karena Bayu terakhir menjadi pemain Persekap di Liga 3 pada 2019.

PEGAWAI: Bayu Handika saat bekerja di laboratorium. (Foto Dok. Pribadi)

“Dulu seminggu penuh, sekarang mungkin cuma dua kali seminggu,” terangnya.

Dia juga mengaku tetap menjalin komunikasi dengan semua mantan pemain yang dulu sama-sama berjuang di lapangan. Dia dan para mantan pemain lain biasanya saling bertegur sapa melalui grup WhatsApp. Bahkan mereka juga sering bermain untuk sekadar mencari keringat sembari temu kangen.

“Biasanya kami sesama mantan pemain juga sering ketemu di lapangan, paling dua tiga bulan sekali,” bebernya.

Sementara itu, mantan striker Persekap, Bagus Cahyono kini lebih disibukkan dengan usahanya berjualan ayam potong. Dia sudah meninggalkan lapangan hijau sekitar empat tahun yang lalu. Terakhir, dia yang memulai debutnya sejak 2009 itu, memperkuat skuad Persekap ketika masih bertengger di Liga 2.

“Sekarang full time fokus dengan usaha,” kata pria asal Sidoarjo itu. Bahkan untuk meluangkan hobinya dengan sepak bola, kini sudah terbatas.

Selain karena kesibukan dengan usaha, Bagus juga kesulitan membagi waktu. Sebab, tiap harinya dia berjualan sejak pukul 03.00 hingga tengah hari.

“Jadi kalau berdagang sebenarnya sudah belajar sejak jadi pemain. Tapi usahanya dulu distro, sekarang beralih ke ayam potong. Kalau melayani konsumen itu kan sama saja prinsipnya,” terang ayah satu anak itu.

Kendati demikian, Bagus terkadang juga rindu bermain dengan teman-temannya sesama pemain Persekap dulu. Misalnya dalam pertandingan eksibisi yang mempertemukan para mantan pemain Persekap beberapa waktu lalu. Sebenarnya, Bagus sangat ingin ikut pertandingan itu.

“Tapi saya dapat info sangat mendadak. Sedangkan saya waktu itu masih jualan kan, jadi eman nggak bisa gabung dengan teman-teman. Apalagi saya sudah lama nggak ke Pasuruan,” ungkapnya. (tom/hn/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2