alexametrics
25.6 C
Probolinggo
Monday, 30 November 2020

Literasi di Cangkringmalang Jadi Perpustakaan Desa Terbaik Nasional

Untuk mendongkrak minat baca masyarakat, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji berjuang mendekatkan buku ke masyarakat lewat perpustakaan keliling. Perjuangan Perpustakaan Desa (Perpusdes) itu bahkan ditulis dan masuk sebagai 10 Perpusdes terbaik Nasional.

———————

BELASAN anak tampak antusias memilih buku yang tertata rapi di depannya. Di teras sederhana milik warga, Sabtu (7/11) malam, Perpustakaan Keliling di Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji itu diaktifkan lagi setelah vakum selama pandemi korona.

“Sebelumnya Sabtu dan minggu selalu keliling ke rumah-rumah warga sampai ke dusun. Biasanya warga, termasuk anak-anak antusias untuk datang membaca,” ujar Ika Puspita Dewi, warga Cangkringmalang yang juga inisiator perpustakaan desa di Desa Cangkringmalang.

Geliat literasi di Desa Cangkringmalang memang tak lepas dari tangan dingin Ika. Perempuan 35 tahun yang juga perangkat Desa Cangkringmalang itu awalnya merasa sayang ada buku-buku yang masih terbungkus di kardus-kardus.

Buku tersebut hibah dari program Perpustakaan Desa (Perpusdes). Namun, belum semua buku dimanfaatkan. Banyak yang masih terbungkus di kardus.

Ika Puspita Dewi menunjukkan buku “Dari Desa Membangun Desa” yang Desa Cangkringmalang masuk menjadi bagian kisah inspiratifnya. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

“Karena penasaran saya buka dan ternyata bukunya bagus-bagus. Sayang kalau tidak dibaca. Akhirnya saya izin ke Pak Kades M. Gufron dan beliau mendukung agar buku tersebut dimanfaatkan,” terangnya.

Di akhir tahun 2018, akhirnya terbangunlah Perpusdes. Saat itu, dia dibantu mahasiswa UMSIDA yang KKN di desanya membuat rak buku.

Saat itu, Perpusdes masih ada di kantor LPPM atau kantor desa. Karena itu, tidak banyak pembaca yang datang.

“Di sisi lain, kami berpikir bahwa kegiatan membaca ini harus bersaing dengan gadget yang dibawa anak-anak. Akhirnya muncul ide untuk membawa perpustakaan ini ke masyarakat,” terangnya.

Akhirnya dibuatlah perpustakaan keliling. Karena tidak bisa bekerja sendirian, Ika pun mencari relawan. Saat itu, ada empat perempuan yang bersedia menggerakkan perpustakaan keliling ini. Yaitu Yuyun yang juga istri ketua RT, Ana guru PAUD, Risa yang juga perangkat desa, dan Siami istri dari kepala desa.

Saat awal terbentuk, Perpustakaan Keliling menyasar kegiatan Posyandu. Bahkan, perpustakaan ikut keliling kegiatan Posyandu. Sebab, setiap Posyandu banyak ibu-ibu datang dan membawa serta anak mereka. Ternyata, antusias ibu-ibu yang datang cukup tinggi untuk membaca.

“Saat itu kesulitan kami adalah, buku untuk anak masih terbatas. Kami lantas inisiatif membuat gambar yang di-print di kertas HVS. Sehingga anak-anak mau mendekat untuk mewarnai,” ujarnya.

Lambat laun, koleksi buku anak makin bertambah. Apalagi Pemdes Cangkringmalang secara mandiri membelikan buku-buku baru, termasuk buku anak. Lalu sejak awal tahun 2020, perpustakaan tidak lagi ikut keliling kegiatan Posyandu. Namun, keliling ke rumah warga saat akhir pekan.

Di Cangkringmalang, penduduknya memang cukup padat. Ada 13 dusun dengan lebih dari 13 ribu jiwa. “Karena itu, penting membuat perpustakaan keliling. Agar dusun yang jauh bisa juga mengakses buku untuk membaca,” terangnya.

Setiap keliling di akhir pekan, perpustakaan ini tidak hanya memanfaatkan pendapa dusun. Tapi juga, teras-teras rumah warga. Pada hari Sabtu, biasanya perpustakaan dibuka setelah magrib. Sementara hari Minggu, dibuka minggu pagi saat anak-anak libur sekolah.

“Namun saat awal pandemi, perpustakaan keliling sempat vakum. Baru awal November ini kami aktifkan lagi. Sebab, anak-anak juga mulai bosan di rumah saja,” terangnya.

Perpustakaan keliling ini pada akhirnya bahkan mampu menciptakan kegiatan literasi inklusi sosial. Ibu-ibu di desa setempat banyak belajar keterampilan dari buku dan diaplikasikan ke dunia nyata.

“Sudah dimulai dengan membuat hidroponik, berbagai kerajinan bros, kain perca dan flanel. Jadi tidak hanya membaca tapi diimplementasikan,” ungkapnya.

Ika mengatakan, terjun ke dunia literasi memang lebih banyak sukanya. Apalagi melihat anak-anak antuasias dan gemar membaca. “Dukanya biasanya, tidak bisa berakhir pekan dengan keluarga. Acara dengan keluarga agak berkurang karena harus mengkatifkan perpustakaan keliling,” ujarnya.

Namun dengan hasil yang didapat, Ika merasa pengorbanannya cukup terbayar. Apalagi bulan ini, cerita perjuangan Perpusdes Cangkringmalang dibukukan dalam buku “Dari Desa Membangun Bangsa” yang dibuat oleh perpusdes.id. Kisah Perpusdes Cangkringmalang dianggap menjadi kisah 10 terbaik Perpusdes yang dibukukan bersama sembilan Perpusdes lainnya se-Indonesia. (eka/hn/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

DPRD Usul Alokasi Ongkos Jahit, Bukan Hanya Bantuan Kain Seragam

Pemkot Pasuruan berencana memberikan seragam sekolah gratis untuk siswa SD hingga SMP, tahun depan. DPRD Kota Pasuruan pun meminta agar bantuan itu tidak hanya berupa kain seragam.

Kaca Mobil Dipecah saat Diparkir di RM Simpang Empat Flora, Tas Raib

Pelaku cukup nekat. Sebab, saat itu kondisi jalan di depan RM yang ada di sisi timur Simpang Empat Flora, ini cukup ramai.

Begini Kesibukan di Posko Pemenangan Paslon Pilwali Jelang Coblosan

Posko pemenangan Pilwali Pasuruan menjadi salah satu tempat yang paling sibuk untuk saat ini. Apalagi, pemungutan suara Pilwali Pasuruan 2020 tinggal menghitung hari.

Begini Penanganan Ibu Hamil di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 belum berakhir. Dampaknya juga terasa pada layanan ibu dan bayi. Layanannya terdampak secara akses maupun kualitas.

Ratusan Surat Suara yang Rusak Langsung Diganti

Pelipatan surat suara yang akan digunakan pada Pilwali Pasuruan 2020 telah rampung. Akan tetapi, ada ratusan surat suara yang kondisinya cacat.