Cyntia Amilia Kinasih, Atlet Pasuruan yang Meraih Dua Medali Perunggu di SEA Games 2019

Cyntia Amilia Kinasih, atlet asal Kabupaten Pasuruan berhasil meraih prestasi luar biasa. Ia meraih dua medali perunggu pada keikutsertaan pertamanya di ajang SEA Games Desember 2019 di Filipina. Dia turun di cabang olahraga (cabor) under water hockey.

—————–

Wajah semringah ditunjukkan Cyntia Amilia Kinasih saat ditemui di rumahnya di Desa Ngempit, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Berulang kali senyum mengembang di wajah wanita berkacamata ini. Pandangannya pun tak pernah beralih dari dua buah kotak medali di tangannya.

“Alhamdulillah. Saya bisa mendapatkan dua medali perunggu dari kesempatan pertama di ajang SEA Games. Saya satu-satunya atlet asal Pasuruan yang bisa menembus timnas under water hockey,” katanya.

Keberhasilannya ini bermula dari keikutsertaannya pada salah klub under water hockey “Surabaya Under Water” di Kota Surabaya. Ia berlatih bersama klub ini sejak awal 2019. Dari sini ia mengikuti kejuaraan nasional (kejurnas) pada April 2019.

Dalam kejurnas ini, Cyntia berposisi sebagai forward dan ikut kategori 4×4 putri dan 6×6 mix. Timnya berhasil meraih satu medali emas di kategori 4×4 putri.

Tak lama setelah itu, pelatih timnas Under Water Hockey dari Jakarta, Arif Junus melakukan seleksi untuk SEA Games 2019 di Filipina. Wanita yang pernah bersekolah di SMAN 1 Kejayan ini terpilih sebagai salah satu dari 12 atlet untuk kategori putri. Ia mengikuti pertandingan persahabatan di Singapura dengan menghadapi Malaysia dan Singapura.

Usai turnamen mini ini, timnas Under Water hockey melakukan seleksi ulang pada Agustus 2019. Hasilnya, Cyntia lolos sebagai salah seorang dari 12 atlet timnas Indonesia dalam cabor under water hockey.

“Kami mengikuti training centre (TC) mulai Agustus sampai November. Dan pada 28 November kami berangkat ke Kota Manila, Filipina untuk mengikuti SEA Games. Cabor ini pertama kali diikutkan,” ungkap kelahiran Mei 1998 ini.

MASIH KULIAH: Selain atlet, Cyntia adalah mahasiswa jurusan Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya). (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Pertandingan sendiri dilaksanakan tanggal 2 – 5 Desember 2019. Dalam ajang dua tahunan ini, ia mengikuti dua kategori yakni 4×4 dan 6×6 division. Namun, di babak semifinal, timnas kalah dari Filipina.

Dan saat perebutan tempat ketiga, tim under water hockey berhasil mengalahkan Malaysia. Sehingga, berhak memperoleh medali perunggu.

“Sebenarnya dari segi permainan kami tidak kalah dengan Filipina. Cuma kami kalah dalam pengalaman. Akhirnya yang mendapatkan medali emas adalah Singapura. Cuma saya puas. Alhamdulillah,” jelas Cyntia.

Putri dari pasangan suami istri (pasutri), Suhaimi dan Sri Mulyaningtias ini menyebut, ia baru setahun menggeluti cabor ini. Sebelumnya ia adalah atlet renang mulai tahun 2009 sampai 2012 dan atlet selam mulai 2013 hingga 2018. Ke depannya ia ingin mengembangkan karirnya di cabor ini dan mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi.

Meski berganti cabor, anak tunggal ini mengaku tidak mengalami kesulitan untuk beradaptasi. Menurutnya, tidak ada yang berbeda antara cabor renang dan selam.

Bedanya, selam menggunakan alat. Namun, under water hockey, atlet harus pandai mengatur napas, kerja sama, dan waktu yang tepat saat masuk air.

Wanita yang masih kuliah di jurusan Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) ini pun tidak lantas berpuas diri. Kalau ada kesempatan, ia masih ingin mengembangkan karirnya di cabor selam dan renang.

“Saya selalu mencoba fokus pada bidang yang saya geluti. Kuncinya adalah latihan rutin dan menambah latihan sendiri untuk meningkatkan kemampuan diri,” terangnya.

Ibunya, Sri Mulyaningtias pun mengaku bangga dengan prestasi anak semata wayangnya ini. Sebab, ia berhasil menjadi satu-satunya atlet asal Kabupaten Pasuruan yang menembus timnas dan meraih prestasi.

“Kami sendiri memang tidak pernah memberikan batasan pada bidang yang digeluti Cyntia. Intinya kami selalu mendukung apapun yang dia lakukan dan selalu mendoakannya,” pungkasnya. (riz/hn/fun)