alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Cerita Nauval Varozdaq, Berkarir Jadi Atlet Berkuda

Nauval sangat senang keinginannya memiliki kuda terkabul. Saat kudanya datang langsung ditunggangi. Bahkan, dibawa keliling Pendapa. “Saya lagi rapat bersama OPD, dia enak aja berkuda,” ujar Gus Irsyad, sembari tersenyum.

Namun, kuda pertama itu hanya bertahan beberapa bulan di Pendapa. Sebab, anaknya yang perempuan tiba-tiba sakit. Kata dokter, itu karena debu kuda. Kuda yang diberinama Diego, itupun dijual.

Sejak saat itu, bupati dua periode itu tidak pernah lagi melihat anaknya bermain kuda. Ia pun mengira Nauval hanya senang saja tanpa ada niatan menseriusi olahraga tersebut. Namun, suatu hari Nauval datang kepadanya pamit hendak ke Bandung.

“Katanya mau lomba berkuda. Saya langsung kaget. Soalnya olahraga ini kan harus memadukan dua nyawa. Si penunggang dan kudanya,” katanya.

Meski khawatir, Gus Irsyad mengizinkannya. Ia bersama keluarga juga berangkat ke Bandung. Menyaksikan langsung pertandingan yang digelar di Parompong itu. “Meski saya perut seperti dikocok, melihat anak di atas kuda yang melompat, saya dukung. Ternyata juara,” ujarnya, bangga.

Di sisi lain, Nauval memang ketika nyemplung di dunia berkuda tidak langsung meminta kuda kepada ayahnya. Setelah Diego dijual, ia lebih banyak berlatih menggunakan kuda di tempat latihan. Tanpa sepengetahuan ayahnya.

Nauval sangat senang keinginannya memiliki kuda terkabul. Saat kudanya datang langsung ditunggangi. Bahkan, dibawa keliling Pendapa. “Saya lagi rapat bersama OPD, dia enak aja berkuda,” ujar Gus Irsyad, sembari tersenyum.

Namun, kuda pertama itu hanya bertahan beberapa bulan di Pendapa. Sebab, anaknya yang perempuan tiba-tiba sakit. Kata dokter, itu karena debu kuda. Kuda yang diberinama Diego, itupun dijual.

Sejak saat itu, bupati dua periode itu tidak pernah lagi melihat anaknya bermain kuda. Ia pun mengira Nauval hanya senang saja tanpa ada niatan menseriusi olahraga tersebut. Namun, suatu hari Nauval datang kepadanya pamit hendak ke Bandung.

“Katanya mau lomba berkuda. Saya langsung kaget. Soalnya olahraga ini kan harus memadukan dua nyawa. Si penunggang dan kudanya,” katanya.

Meski khawatir, Gus Irsyad mengizinkannya. Ia bersama keluarga juga berangkat ke Bandung. Menyaksikan langsung pertandingan yang digelar di Parompong itu. “Meski saya perut seperti dikocok, melihat anak di atas kuda yang melompat, saya dukung. Ternyata juara,” ujarnya, bangga.

Di sisi lain, Nauval memang ketika nyemplung di dunia berkuda tidak langsung meminta kuda kepada ayahnya. Setelah Diego dijual, ia lebih banyak berlatih menggunakan kuda di tempat latihan. Tanpa sepengetahuan ayahnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/