alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Serda Ferdian, Prajurit TNI Sekaligus Atlet Binaraga Berprestasi

”Bapak saya juga suka main bola,” tuturnya.

Mungkin, lanjut Ferdi, kecintaannya bermain bola juga akibat terpengaruh ayahnya. Termasuk ketertarikannya menjadi prajurit TNI seperti sekarang. Maklum, ayahnya, Edy Sunaryo seorang purnawirawan TNI. Hidup disiplin dan rajin olahraga sudah ditanamkan saat Ferdi masih kanak-kanak.

”Ketika SMA bapak hanya tanya ke saya, kamu berani nggak jadi tentara,” katanya.

Ferdi mengaku secara spontan menjawab lantang; berani. Padahal, saat itu ia mengaku belum begitu mengerti apa yang dimaksud ayahnya harus berani menjadi seorang tentara. Hal itu kemudian baru ia rasakan ketika mulai ditugaskan di daerah-daerah rawan. Di antaranya ketika terjadi kerusuhan di Poso sekitar 2013.

”Di situ saya baru menyadari kenapa pertanyaan pertama bapak harus berani,” katanya.

Selepas penugasan, Ferdi juga masih tak meninggalkan hobinya bermain bola. Selama berdinas di batalion, hampir setiap hari ia bermain bola dengan temannya sesama prajurit TNI. Bahkan, ia lolos seleksi tim Divisi 2 Infanteri Kostrad yang mengikuti turnamen antar-Kodam.

Meski begitu, Ferdi akhirnya beralih ke body fitness. Tepatnya ketika mulai berdinas di Kodim 0819/Pasuruan pada 2018. Belum lama bertugas sebagai staf operasional, berat badannya justru naik drastis. Dari yang semula 65 kilogram menjadi 79 kilogram. Maklum, Ferdi sudah jarang berolahraga

”Bapak saya juga suka main bola,” tuturnya.

Mungkin, lanjut Ferdi, kecintaannya bermain bola juga akibat terpengaruh ayahnya. Termasuk ketertarikannya menjadi prajurit TNI seperti sekarang. Maklum, ayahnya, Edy Sunaryo seorang purnawirawan TNI. Hidup disiplin dan rajin olahraga sudah ditanamkan saat Ferdi masih kanak-kanak.

”Ketika SMA bapak hanya tanya ke saya, kamu berani nggak jadi tentara,” katanya.

Ferdi mengaku secara spontan menjawab lantang; berani. Padahal, saat itu ia mengaku belum begitu mengerti apa yang dimaksud ayahnya harus berani menjadi seorang tentara. Hal itu kemudian baru ia rasakan ketika mulai ditugaskan di daerah-daerah rawan. Di antaranya ketika terjadi kerusuhan di Poso sekitar 2013.

”Di situ saya baru menyadari kenapa pertanyaan pertama bapak harus berani,” katanya.

Selepas penugasan, Ferdi juga masih tak meninggalkan hobinya bermain bola. Selama berdinas di batalion, hampir setiap hari ia bermain bola dengan temannya sesama prajurit TNI. Bahkan, ia lolos seleksi tim Divisi 2 Infanteri Kostrad yang mengikuti turnamen antar-Kodam.

Meski begitu, Ferdi akhirnya beralih ke body fitness. Tepatnya ketika mulai berdinas di Kodim 0819/Pasuruan pada 2018. Belum lama bertugas sebagai staf operasional, berat badannya justru naik drastis. Dari yang semula 65 kilogram menjadi 79 kilogram. Maklum, Ferdi sudah jarang berolahraga

MOST READ

BERITA TERBARU

/