Kesibukan Dapur Umum Polres Pasuruan Kota yang Selalu Bagikan Ratusan Nasi Bungkus Tiap Buka Puasa

Sejak awal Ramadan, anggota Polres Pasuruan Kota rutin membagikan nasi bungkus untuk santapan berbuka puasa. Setiap hari, ada ratusan nasi bungkus yang dibagi-bagikan kepada masyarakat yang terdampak pandemi korona.

AZAN Duhur sudah berlalu dua jam lamanya. Sejumlah Polwan di lingkungan Polres Pasuruan Kota  berdatangan dari tempatnya bertugas. Dengan mengenakan seragam dinas, para polwan itu berkumpul di halaman Gedung Abdul Rahman.

Namun, kali ini mereka berkumpul bukan untuk mengikuti apel. Melainkan untuk memasak di dapur umum. Sebuah tenda dipasang memanjang di sisi timur halaman gedung di Jalan Gajah Mada. Di sanalah para polwan itu mulai menyiapkan hidangan menu berbuka puasa.

Guna mempercepat pekerjaannya, para polwan itu juga dibantu anggota Bhayangkari Polres Pasuruan Kota yang datang tidak lama kemudian. Dengan sendirinya mereka langsung membagi tugas.

Sebagian menyiapkan bahan-bahan makanan, sayur mayur, lauk pauk. Ada juga yang meracik bumbu. Sedangkan yang lainnya berada di depan kompor gas yang menyala.

Sesekali terdengar gelak tawa di antara perempuan-perempuan itu. Mereka memang menyelingi kesibukannya dengan senda gurau, saling bertukar cerita. Mengenai urusan pekerjaan hingga persoalan pribadi.

Dengan begitu, pekerjaan masak-memasak itu bisa dilalui tanpa terasa. Meski rasa lelah sudah pasti menghampiri. Namun, semuanya seolah berlalu dengan cepat. Makanan yang sudah masak lalu dibungkusi dengan kertas minyak.

Semua bahu-membahu membungkusi nasi serta lauk-pauk itu. Jumlahnya sudah mencapai ratusan bungkus nasi, ketika matahari sudah hendak membenamkan diri di ufuk barat.

Waktu sudah sekitar pukul 16.35, ketika Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander tiba di dapur umum itu. Rombongan pejabat utama Polres mengikuti.

Kedatangan Kapolres di dapur umum itu tidak untuk melakukan sidak. Ia hendak memastikan apakah nasi yang dimasak sudah selesai dibungkus. Sebab, ratusan nasi bungkus itu harus segera sampai di tangan penerimanya sebelum azan Magrib.

Sejak memasuki bulan Ramadan lalu, pembagian nasi bungkus itu rutin dilakukan. “Tujuannya, untuk meringankan beban masyarakat yang tengah kesulitan ekonomi karena wabah korona,” tutur Dony.

BERBAGI: Dapur umum ini membuat nasi bungkus untuk dibagikan ke masyarakat terdampak wabah korona. (Foto M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Lokasi pembagian nasi bungkus itu berpindah-pindah. Polisi disertai anggota Kodim 0819/Pasuruan kerapkali membagikan nasi bungkus itu ke pedagang, tukang becak, hingga tukang sapu di jalan. Sesekali mereka juga blusukan ke kampung-kampung, memberikan nasi bungkus pada yang memang membutuhkan.

“Kami tekankan kepada anggota agar selalu bersikap ramah. Sekaligus ajak warga untuk sama-sama sadar pentingnya memutus rantai penyebaran virus korona serta bersabar akibat dampak dari wabah ini,” terang Dony.

Sekali waktu, nasi bungkus tidak hanya dibagikan di pusat kota. Melainkan juga kepada para nelayan yang baru pulang dari laut. Misalnya saja yang dilakukan di Pelabuhan Pasuruan beberapa waktu lalu. Para nelayan yang baru turun setelah menyandarkan kapal langsung disambut dengan nasi bungkus untuk berbuka puasa.

“Ada 500 nasi bungkus yang kami bagikan kepada masyarakat untuk buka puasa selama Ramadan. Kami sisihkan sebagian rezeki untuk membantu masyarakat di masa-masa sulit ini,” tandasnya. (tom/fun)