Cerita Para Korban Ledakan Gudang Penyimpanan BBM di Gending

JADI KORBAN: Danramil Gending Kapten Inf. Edi Sutomo dijenguk Dandim 0820 Lektol Inf. Imam Wibowo, pimpinan Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin dan Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy di RS Wonolangan. Kondisinya membaik setelah menjalani operasi. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)

Related Post

Lima korban ledakan gudang penyimpanan BBM di Jalan Raya Sebaung, Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Wonolangan, Dringu. Salah satunya, Komandan Koramil (Danramil) Gending Kapten Inf. Edi Sutomo.

 

ARIF MASHUDI, Dringu, Radar Bromo

 

Akibat luka bakar di lengan dan tubuhnya, Danramil Gending Kapten Inf. Edi Sutomo harus menjalani operasi, Kamis (19/3), pukul 21.00 di RS Wonolangan. Dan Jumat (20/3), Edi tampak istirahat di ruang Tulip 7, RS Wonolangan. Pengunjung yang datang untuk membesuknya pun dibatasi, demi proses pemulihan. Namun, secara umum, kondisi Edi terus membaik.

Kamis malam usai operasi, Edi dikunjungi pimpinannnya, Komandan Kodim (Dandim) 0820 Lektol Inf. Imam Wibowo. Malam itu, Dandim datang bersama pimpinan Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin dan Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan.

”Kondisi pasien terus membaik. Semalam sudah menjalani operasi, dilakukan pembersihan pada bagian tubuh yang mengalami luka bakar,” kata Nyoman, humas RS Wonolangan.

Dalam kondisi ini, menurut Nyoman, pasien membutuhkan istirahat penuh dan perawatan intensif. Apalagi, kondisi pasien masih shock. Sehingga, tidak bisa dikunjungi banyak orang dan terlalu lama. ”Tapi, pasien makannya enak. Moga saja, pemulihan dan proses kesembuhannya cepat,” ujarnya.

Ya, Edi menjadi salah satu korban dalam ledakan gudang penyimpanan BBM di Jalan Raya Sebaung, Desa Sebaung, Gending. Dia mengalami luka bakar pada kedua tangannya, yakni mulai lengan atas sampai ujung jari. Kemudian, bagian punggung.

Saat ledakan di gudang penyimpanan BBM terjadi, Kamis sore, Edi baru saja menyelesaikan giat sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan di sejumlah titik di Gending. Kegiatan itu dilakukan bersama Muspika Gending.

Dalam perjalanan pulang, dirinya melihat kepulan asap hitam membumbung begitu tinggi. Diduga ada kebakaran, Edi pun langsung menuju lokasi kejadian. Di lokasi itu, juga ada dua anggota Koramil Gending.

”Saya habis giat percepatan penanganan Covid-19 dengan melakukan sterilisasi di sejumlah titik. Tahu ada kebakaran, langsung saya ke lokasi,” kata pria kelahiran Jember, 29 Oktober 1963 itu.

Sesampai di lokasi kejadian, Edi melihat api membakar gudang penyimpanan BBM milik pasangan suami-istri (pasutri) Ladiyo-Mala. Api bahkan sangat besar. Di sisi lain, warga mulai memenuhi lokasi kebakaran.

Sadar akan bahaya yang mengancam warga, Edi pun berusaha menghalau warga untuk menjauh dari lokasi kebakaran. Saat itulah, petaka justru menimpanya. Tidak lama setelah menghalau warga, terjadi ledakan susulan yang begitu besar.

Bersamaan dengan ledakan itu, api disertai BBM menyembur dasyat. Saking dasyatnya semburan, Edi dan warga yang berjarak sekitar 20 – 30 meter dari gudang, terkena api yang menyembur bersama BBM.

”Saya lihat api begitu besar, kondisi bahaya. Di lokasi malah banyak warga yang datang melihat dan berhenti di jalan. Saya berusaha menghalau warga agar menjauh dari lokasi kebakaran. Tiba-tiba terjadi ledakan dan saya pun terkena,” terang bapak dua anak itu.

Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Imam Wibowo pun mengapresiasi upaya Danramil dan dua anggotanya datang ke lokasi kebakaran. Atas dasar kemanusiaan, Danramil dan kedua anggotanya datang untuk membantu korban kebakaran.

”Ada tiga anggota TNI yang menjadi korban, Danramil dan dua anggotanya. Satu anggota harus dirujuk ke RS Saiful Anwar Malang karena luka bakar serius. Satu anggota lagi rawat jalan dan Danramil sendiri harus dirawat di RS Wonolangan,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin.

Saat kebakaran, menurut Dandim, Koptu Santoso datang paling awal di lokasi kebakaran. Dia berusaha menolong korban dengan mendekat ke gudang. Sedangkan Danramil berusaha menghalau warga yang mendekat. Baik itu warga yang hendak menolong atapun berhenti melihat.

Karena melihat kebakaran yang begitu besar, Danramil memprediksi, akan ada ledakan susulan. Ternyata benar, terjadi ledakan susulan yang lebih besar dan membuat jatuh korban lebih banyak.

”Kami terus memantau perkembangan kondisi anggota yang menjadi korban. Terutama yang ada di RS Saiful Anwar. Tiap dua jam, saya tanyakan perkembangan kondisinya,” ungkapnya. (hn)