alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Gagal Berangkat Haji karena Pembatasan Usia, Pasutri Ini Sakit-sakitan

Tatapan matanya kosong. Aura wajahnya juga tak bersinar. Itulah kondisi Jamhur dan istrinya, Rohimah. Warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, itu sakit-sakitan sejak tahu tidak bisa berangkat haji.

 

FUAD ALYZEN, Kademangan, Radar Bromo

Hampir satu bulan ini Jamhur, 69 dan istrinya, Rohimah, 64, sakit-sakitan. Rohimah merasakan badannya lemas dan pusing. Karena itu, tiap hari dia hanya tiduran di kamarnya.  Sementara suaminya, Jamhur mengalami keluhan serupa. Namun, dia tetap memaksakan diri bekerja.

Warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, itu punya usaha tambal ban di rumahnya. Tiap hari, tambal ban itu buka mulai pukul 08.00 sampai 17.00.

Usaha itu merupakan satu-satunya sumber penghasilan bagi Jamhur. Karena itu, sebisa mungkin dia selalu membuka bengkelnya. Walaupun kepalanya pusing. Sebab, jika tutup, maka pemasukan selama sehari itu bisa nihil.

Keduanya sebenarnya sudah berobat ke dokter. Bahkan, sudah dua kali. Namun, sakit yang mereka rasakan tidak kunjung sembuh.

Maklum, sakit keduanya sebenarnya memang bukan berkaitan dengan fisik secara langsung. Namun, lebih karena beban pikiran.

Tatapan matanya kosong. Aura wajahnya juga tak bersinar. Itulah kondisi Jamhur dan istrinya, Rohimah. Warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, itu sakit-sakitan sejak tahu tidak bisa berangkat haji.

 

FUAD ALYZEN, Kademangan, Radar Bromo

Hampir satu bulan ini Jamhur, 69 dan istrinya, Rohimah, 64, sakit-sakitan. Rohimah merasakan badannya lemas dan pusing. Karena itu, tiap hari dia hanya tiduran di kamarnya.  Sementara suaminya, Jamhur mengalami keluhan serupa. Namun, dia tetap memaksakan diri bekerja.

Warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, itu punya usaha tambal ban di rumahnya. Tiap hari, tambal ban itu buka mulai pukul 08.00 sampai 17.00.

Usaha itu merupakan satu-satunya sumber penghasilan bagi Jamhur. Karena itu, sebisa mungkin dia selalu membuka bengkelnya. Walaupun kepalanya pusing. Sebab, jika tutup, maka pemasukan selama sehari itu bisa nihil.

Keduanya sebenarnya sudah berobat ke dokter. Bahkan, sudah dua kali. Namun, sakit yang mereka rasakan tidak kunjung sembuh.

Maklum, sakit keduanya sebenarnya memang bukan berkaitan dengan fisik secara langsung. Namun, lebih karena beban pikiran.

MOST READ

BERITA TERBARU

/