Uniknya Sandal Jepit Ukir Buatan Warga Pandaan Ini, Pemesannya sampai Bali

Di tangan Saiful, 30, sandal jepit bukan sekadar alas kaki. Dia bisa menyulapnya menjadi sebuah handycraft. Mulai sandal ukir, hiasan dinding, kado, cenderamata, serta lainnya.

————–

Saiful, 30, awalnya suka menggambar. Namun, pemuda asal Dusun Waru, Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, itu hanya menjadikannya sebagai hobi.

Pekerjaannya pun jauh dari aktivitas menggambar. Yaitu, bekerja di pabrik kertas di Beji, Kabupaten Pasuruan. Namun, toh akhirnya Saiful tidak bisa jauh-jauh dari dunia menggambar.

Ya, sejak sembilan tahun lalu, dia menekuni kerajinan menggambar dari sandal jepit atau disebutnya sandal ukir. Sandal jepit yang biasanya hanya digunakan sebagai alas kaki, dijadikannya sebagai media gambar.

Alhasil, beragam bentul bisa dihasilkannya dari sandal jepit ini. Mulai hiasan dinding, jam dinding, cenderamata, kado, serta lainnya.

“Menjadi perajin sandal ukir mulai saya lakukan sejak 2011 dan berlanjut hingga sekarang,” ucapnya.

Pilihannya itu sebenarnya berasal dari ketidaksengajaan. Suatu hari di tahun 2011, Saiful jalan-jalan ke sebuah lokasi wisata. Di sana, dia melihat banyak kerajinan yang mengandalkan kemampuan menggambar.

Saiful pun langsung tertarik karena sejak awal memang suka menggambar. Bedanya, dia mencoba media lain untuk menggambar. Yaitu, sandal.

Dia pun langsung mencoba secara otodidak, menggambar di sandal. Selama satu minggu belajar, Saiful pun mantap menekuni kerajinan sandal ukir itu.

Selain digunakan, sandal jepit ukir ini kerap dipesan untuk kado, hiasan maupun cinderamata. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Caranya, gambar yang diinginkan dibuat dulu melalui komputer. Saat ini, melalui HP pun bisa. Lalu menggunakan cutter, sandal jepitnya dipotong serta dibentuk sedemikian rupa, sesuai gambar.

Setelah selesai, dilanjutkan finishing. Ada yang ditambah dengan jam dan diberi pigura. Baru setelah itu di-packing, siap dijual atau kirim ke pemesannya.

“Paling cepat satu hari saya bisa mengerjakan dua sandal ukir. Biasanya, saya kerjakan di luar waktu kerja di pabrik,” katanya.

Saat awal-awal membuat sandal ukir, gambar yang diukir ia sebut kebanyakan berupa karakter kartun. Kemudian artis, juga tokoh nasional lainnya.

Namun, tiga tahun terakhir, sudah berubah. Kebanyakan gambar yang dibuat disesuaikan dengan keinginan pemesan. Seiring dengan makin luasnya pasar yang dijangkau sandal ukir ini. Mulai gambar suami atau istri, anak, pacar atau calon pasangan, dan lainnya.

“Pemesannya banyak. Jadi, gambar yang saya ukir di sandal disesuaikan dengan keinginan dari pemesan. Rata-rata mereka pesan sandal ukir untuk kado, cenderamata, hiasan dinding, dan lainnya,” ucap pria yang juga pemain gitar di orkes melayu ini.

Bahan bakunya, berupa sandal jepit, lem, cutter, pigura, serta jam. Biasanya, Saiful beli di pasar. Adapula beberapa yang langsung beli ke pabrik.

Untuk satu handycraft sandal ukir yang ia buat, rata-rata butuh satu hingga dua pasang sandal jepit. Tergantung ukuran dan bentuk yang diinginkan oleh pemesan atau konsumen.

“Paling sulit ya saat ukir gambar di sandal jepit, karena harus telaten dan hati-hati. Lainnya hanya tempel dan pasang saja,” tuturnya.

Saat ini, pemesanan sandal ukir yang diterima Saiful kian ramai. Dia pun sampai hari dibantu Risma, tunangannya yang akan dinikahinya dalam waktu dekat.

“Dulu garap sendirian di rumah. Sekarang lebih muda karena dibantu tunangan. Dia ngerjakan di rumahnya. Sebelumnya, ia sudah saya ajari teknik dan cara pembuatannya,” ucap Joe, sapaan akrabnya.

Harga sandal ukir karyanya pun cukup terjangkau. Paling murah Rp 50 ribu dan termahal maksimal Rp 250 ribu. Tergantung motif dan model yang diinginkan pemesan. Tak heran, tiap hari pemesan sandal ukir selalu ada.

“Para pemesannya rata-rata sekitaran Kabupaten Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, dan Malang. Paling jauh setahu saya dari Bali, sudah sering kali,” ujarnya tersenyum. (zal/hn/fun)