alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Thursday, 3 December 2020

Inilah Pasutri Perajin Darbuka di Winongan yang Produknya Tembus ke Malaysia

Alat musik darbuka belakangan populer di Indonesia. Potensi itu ditangkap sebagai pasar oleh Achmad Najich dan Tutik Mudzakiroh. Pasutri asal Desa Winongan Lor itu kemudia memproduksi sendiri alat musik tersebut. Kini, pasarnya bahkan tembus ke Asia Tenggara.

ERRI KARTIKA, Winongan

Suasana Pasar Winongan Minggu pagi (18/11) tampak ramai dari biasanya. Maklum, beberapa hari menjelang Maulid Nabi, aktivitas jual-beli di pasar tradisional ikut terkerek. Terutama penjualan buah yang laris manis.

Di sekitar Pasar Winongan, suasana Maulid Nabi juga terasa di rumah pasutri Achmad Najich, 30 dan Tutik Mudzakiroh, 26. Di rumah pasutri yang memiliki lahan cukup luas tersebut, banyak terdapat darbuka siap kirim. Di rumah itulah pasutri ini membuat alat musik tersebut.

Saat dikunjungi, aktivitas produksi memang sedang libur. Namun, keduanya tetap sibuk karena mereka harus meladeni pembeli yang sudah menunggu. Tumpukan darbuka siap dikirimkan ke reseller mereka.

Achmad Najich mengatakan, menjelang Maulid ini, sudah 3 bulan terakhir permintaan terus tinggi. Sama seperti bahan makanan dan buah, alat tabuh ini juga banyak pemesan saat Maulid Nabi.

“Sampai berapapun produksi kami diminta semua karena ramainya permintaan alat musik darbuka menjelang Maulid Nabi ini,” jelasnya.

Najich -panggilan akrab Achmad Najich- mengatakan, bahwa memulai bisnis pembuatan darbuka lantaran tidak sengaja. Dulu sejak SMP dirinya memang ikut kelompok Albanjari, bahkan sampai sekarang.

Awalnya banyak yang minta diajarin dan akhirnya lama-lama pesan alat musiknya juga. Salah satu alat musik yang banyak dipesan adalah darbuka lantaran di Pasuruan memang belum ada penjualnya.

“Dulu saya pesan ke Kudus, Jawa Tengah. Sebulan bisa 4-5 buah. Akhirnya, baru kepikiran kenapa gak produksi sendiri,” jelasnya.

Najich mengatakan, dia memiliki ide saat baru menikah dengan istrinya, Tutik Mudzakiroh yakni sejak tahun 2012 lalu. Sebagai pedagang toko kelontong, awalnya Najich mengaku antusias mencoba mencari cara membuat alat musik darbuka.

“Jadi awalnya saya pesan ke perajin logam di Mayangan, Kota Pasuruan, untuk membuat model awalnya yang berbahan dari aluminium. Tapi lambat laun ternyata produksi gak nututi karena permintaan makin tinggi,” jelasnya.

Akhirnya, tahun 2013 Najich pun mencari karyawan yang punya basic perajin logam. Sehingga, semua produksi dari pengecoran, bubutan atau penghalusan bentuk, finishing atau painting dilakukan di rumah mereka. Semuanya dipermudah lantaran Najich juga punya basic pemain Albanjari. Sehingga, dia sendiri bisa menjadi tester terakhir untuk mengetahui kualias darbuka sebelum dikirim ke reseller.

Alat musik darbuka memang sudah lama ada dan masuk di Indonesia. Biasanya dipakai untuk kelompok Albanjari sampai musik band. “Namun, justru makin populer 3 tahun terakhir ini sejak dipopulerkan oleh Ahbabul Musthofa, grup Albanjari dari Solo,” terangnya.

Semenjak itu, permintaan darbuka memang makin banyak. Tak hanya kelompok Albanjari yang membeli, tapi juga perseorangan yang suka dengan musik pukul ini pun banyak yang memesan.

Selama ini, Najich dan Tutik Mudzakiroh sering berjualan lewat sosial media. Tak sekedar berjualan. Keduanya kerap mengkampanyekan untuk mengenalkan alat musik darbuka untuk siapapun.

“Ternyata responsnya juga bagus. Karena daripada bermain gadget, orang tua lebih suka membelikan darbuka untuk belajar alat musik anaknya,” terangnya.

Saat ini mereka sudah memiliki 4 karyawan. Dalam sehari bisa menyelesaikan 15-20 darbuka. Untuk ukuran ada 3 jenis, yaitu 8,5 inchi, 8,75 inchi, dan 9 inchi dengan berat 4-5 kilogram. Untuk harga bervariatif mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Untuk memaksimalkan penjualan, Najich memaksimalkan reseller. Selain banyak menggunakan teman komunitas Albanjari di Pasuruan dan kota lain, juga ada yang di toko. Tercatat penjualan mereka sudah ke semua kota di Indonesia termasuk sampai ke Malaysia.

“Saat menjelang Maulid Nabi ini sampai kita tidak punya stok, bahkan meminta semua stok karena permintaan tinggi sampai lipat 3 dari biasanya,” jelasnya.

Menurut Najich, yang berbeda dari hasil produk mereka adalah konsumen bisa meminta desain khusus untuk darbuka mereka. Seperti ada logo grup ataupun nama pemiliknya. Karena itu, permintaan terus laris dan diperkirakan akan terus tinggi, terutama musik Albanjari saat ini makin banyak digemari masyarakat Indonesia. (fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

PNS Pemkab Pasuruan Kendat, Pernah Ajak Istri Minum Baygon

Peristiwa nahas ini diketahui pertama kali oleh istri korban sekitar pukul 07.30.

Diduga Ngantuk, Pasutri Tabrak Truk Parkir di Kraton, Suami Tewas

Siang itu pasutri itu dari Polres Pasuruan untuk mengurus SKCK dan berencana pulang

Kemenhub Minta Tambah Penguji di Balai Uji Kir Kraksaan

Balai Uji Kir Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, mendapatkan catatan dari tim akreditasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Ratusan Petani di Kota Probolinggo Terancam Tak Dapat Pupuk Subsidi

Sebab, mereka tidak terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

KONI Kab Pasuruan Digerojok Rp 5,4 M

Prestasi dunia olahraga di Kabupaten Pasuruan harus lebih baik tahun depan.