Cegah Kerumunan, Kemenag Kab Pasuruan Gelar Tadarus Online

Tadarus Alquran bersama-sama, sudah menjadi kebiasaan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan setiap Ramadan. Namun, kini kebiasaan itu terdampak pandemi Covid-19. Ibadah yang biasanya dilakukan di musala Kemenag, itu kini bergeser dan dilakukan secara online.

——————

Jam menunjukkan pukul 15.30. Warga Desa Karangsentul, Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Lukman Hakim, sudah bersiap di musala rumahnya untuk mengaji Alquran.

Tak lupa, selain Alquran, Lukman juga menyiapkan handphone-nya. Lewat aplikasi Zoom dan WhatsApp, ia meng-update rencana bacaan Alquran dan progres setiap harinya.

“Setiap sore sepulang kerja, habis salat Asar sudah rutin ngaji di rumah. Niatnya untuk tadarus online bareng rekan-rekan di Kemenag Kabupaten Pasuruan,” ujar staf Bagian Umum Kemenag Kabupaten Pasuruan, itu.

Kegiatan tadarus selama Ramadan sudah menjadi kegiatan rutin tahunan di Kemenag Kabupaten Pasuruan. Setiap tahun, biasanya sejumlah pegawai di Kemenag, ngaji bareng setiap sekitar pukul 07.00 atau sebelum mulai bekerja.

Biasanya, kegiatan ini dilakukan di musala lantai 2 Kemenag Kabupaten Pasuruan. Namun, adanya pandemi Covid-19, kegiatan tadarus tahun ini jauh berbeda. “Dulu setiap hari ada jadwal. Biasanya ada 6-7 orang yang ngaji bareng sebelum kerja. Karena tahun ini tidak boleh ada kerumunan, kami berinisiatif membuat grup sendiri lewat online,” jelasnya.

Menurutnya, meski tadarus ini dilakukan secara online, antusiasme peserta tetap tinggi. Hal ini terlihat setiap pembagian juz per hari selalu penuh dan bahkan sehari bisa rutin khatam. “Termasuk akhirnya waktu ngaji bisa fleksibel. Ada yang bisa ngaji pagi hari, sore, termasuk setelah tarawih,” ujarnya.

Saat semua juz tercatat sudah khatam, maka secara online bersama-sama ada yang membacakan khotmil Quran. Lukman mengatakan, berbeda dengan tahun lalu yang targetnya khataman bisa seminggu sekali atau 4 kali sebulan, saat online dan dibagi 30 orang per juz, jauh lebih cepat khatam. “Pada minggu pertama bisa sehari khatam satu kali, namun minggu selanjutnya rata-rata 2 hari sekali,” jelasnya.

Dengan suasana tadarus online seperti ini, kata Lukman, rasa kebersamaan untuk membaca Alquran bersama tetap ada. Namun, terasa ada yang kurang karena tidak bisa mengaji bersama-sama seperti dulu. “Rasa kekeluargaan masih tetap ada, tapi tahun ini tetap terasa dalam hati merasa kurang karena tidak berkumpul bersama, seperti tadarus-tadarus tahun lalu,” ujarnya.

Termasuk kegiatan berbuka bersama rekan-rekan Kemanag, sudah tidak ada. Namun, mereka menyadari di tengah pandemi Covid-19, melakukan kegiatan kerumunan lebih baik dihindari. Tetapi, kegiatan beribadah tetap bisa dilakukan bersama dengan menggunakan teknologi.

Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan Muhammad As’adul Anam mengatakan, kegiatan tadarus online memang inisiatif dari sejumlah pegawai Kemenag. Tujuannya, agar kegiatan rutin tadarus masih bisa dilakukan di tengah wabah korona.

Mulai minggu pertama Ramadan, tadarus secara online ini dilakukan lewat aplikasi Zoom. Biasanya setiap pukul 16.00 sampai 17.00, mereka mengaji bersama. Kegiatan ini diikuti sekitar 30 peserta dan dalam satu waktu bisa langsung khatam. “Namun, memang aplikasi Zoom ini sempat error, sehingga pada minggu kedua baru dilakukan lewat koordinasi di WhatsApp saja,” ujarnya. (erri kartika/rud)