alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Memasuki Musim Hujan, Warga Dringu Kompak Buat Tanggul Darurat

Beruntung, malam itu debit air Sungai Kedunggaleng tidak terus meninggi. Air sungai berangsur surut dan banjir pun tidak terjadi.

Namun, bukan berarti warga lega. Sampai Rabu (17/11), sebagian warga di Desa Dringu dan Kedungdalem masih banyak yang membuat tanggul darurat.

Mereka memanggil tukang bangunan untuk membuat tanggul darurat di pintu-pintu rumah. Menariknya, tanggul darurat yang dibuat warga itu bisa dibongkar pasang.

Dringu Kembali Banjir, Pagar Roboh, Lansia-Anak Dievakuasi  

”Ini tanggul atau slop penahan air agar dak masuk ke rumah. Kalau ada banjir, langsung dimasukkan papan tripleks ini untuk menahan air masuk ke rumah. Pas tidak banjir, ya dilepas,” kata Madi, salah satu tukang bangunan yang tengah membuat tanggul darurat di rumah warga Desa Dringu.

Wahyuni Prasetyoningrum, 30, warga Dusun Krajan Bandaran, Desa/Kecamatan Dringu mengatakan, keluarganya masih ingat betul banjir yang menerjang Dringu.

Pada banjir pertama, tidak ada persiapan. Air banjir masuk ke rumahnya. Beberapa hari berikutnya, ternyata banjir datang lagi. Persiapan sudah dilakukan, tapi ternyata banjir tetap menerobos masuk ke rumah. Bahkan, banjir kedua dan ketiga jauh lebih besar dibanding pertama.

Beruntung, malam itu debit air Sungai Kedunggaleng tidak terus meninggi. Air sungai berangsur surut dan banjir pun tidak terjadi.

Namun, bukan berarti warga lega. Sampai Rabu (17/11), sebagian warga di Desa Dringu dan Kedungdalem masih banyak yang membuat tanggul darurat.

Mereka memanggil tukang bangunan untuk membuat tanggul darurat di pintu-pintu rumah. Menariknya, tanggul darurat yang dibuat warga itu bisa dibongkar pasang.

Dringu Kembali Banjir, Pagar Roboh, Lansia-Anak Dievakuasi  

”Ini tanggul atau slop penahan air agar dak masuk ke rumah. Kalau ada banjir, langsung dimasukkan papan tripleks ini untuk menahan air masuk ke rumah. Pas tidak banjir, ya dilepas,” kata Madi, salah satu tukang bangunan yang tengah membuat tanggul darurat di rumah warga Desa Dringu.

Wahyuni Prasetyoningrum, 30, warga Dusun Krajan Bandaran, Desa/Kecamatan Dringu mengatakan, keluarganya masih ingat betul banjir yang menerjang Dringu.

Pada banjir pertama, tidak ada persiapan. Air banjir masuk ke rumahnya. Beberapa hari berikutnya, ternyata banjir datang lagi. Persiapan sudah dilakukan, tapi ternyata banjir tetap menerobos masuk ke rumah. Bahkan, banjir kedua dan ketiga jauh lebih besar dibanding pertama.

MOST READ

BERITA TERBARU

/