alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 27 October 2020

Sensus sampai Dini Hari, Menyasar Gelandangan hingga ODGJ

Demi mendata penduduk, petugas sensus harus menyesuaikan waktu agar bisa menghitung secara tepat penduduk yang tidak memiliki tempat tinggal tetap. Salah satunya melalui sensus malam hari.

 

RIDHOWATI SAPUTRI, Radar Bromo, Mayangan

 

WAKTU menunjukkan pukul 21.00 saat seharusnya aktivitas di perkantoran tidak ada lagi. Namun, kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo pada Selasa (15/9) itu masih tampak ramai dan sibuk.

Tiga buah mobil terparkir di halaman. Lalu, satu mobil patroli dari Satpol PP Kota Probolinggo berjaga di depan kantor BPS.

Malam itu, sekitar 20 petugas dari BPS Kota Probolinggo akan melakukan sensus penduduk.  Sensus penduduk ini merupakan lanjutan dari Sensus Penduduk yang dilakukan secara online sebelumnya.

Namun, yang menjadikan berbeda adalah pelaksanaan sensus penduduk ini dilakukan malam hari. Bukan tanpa alasan. Sensus dilakukan malam hari karena menyasar warga Kota Probolinggo yang memiliki mobilitas tinggi. Sehingga, hanya bisa dijumpai saat malam hari ketika waktu istirahat tiba.

Titik pertama yang didatangi adalah Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan. Lokasi yang menjadi tujuan adalah tempat sandar kapal balai.

Dari 20 petugas sensus yang terlibat, tim dipecah menjadi dua. Tim kecil ini mendatangi beberapa kapal yang sandar.

Hawa dingin yang berembus dari laut tidak membuat petugas sensus enggan untuk menemui Anak Buah Kapal (ABK). Mereka mendatangi beberapa ABK, namun tetap dengan mengatur jarak.

“Tolong tetap menjaga jarak dengan ABK ya, Pak. Ini juga demi keamanan kesehatan juga,” ujar salah satu petugas keamanan pelabuhan mengingatkan kepada tim sebelum sensus dimulai

Imbauan ini pun ditekankan lagi oleh Adenan, kepala BPS Kota Probolinggo yang ikut memantau proses sensus penduduk. “Jangan lupa tetap jaga jarak ya,” ujar Adenan.

Petugas sensus sempat kesulitan menemukan ABK, karena banyak yang telah istirahat. Namun, beberapa ABK bersedia untuk turun dan menemui petugas.

Salah satunya adalah Ade Saputra Sikumbang, 42, warga Tanjung Balai, Riau. Dari petugas sensus, Ade mendapat sejumlah pertanyaan terutama berkaitan dengan masa tinggalnya di Kota Probolinggo.

“Namanya siapa Pak dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) bisa diperlihatkan?” tanya Moch Machsus, salah satu petugas sensus penduduk yang turun malam itu.

Ade pun menyebutkan nama lengkap sekaligus marga. Dia kemudian menunjukkan KTP kepada petugas. “Saya sudah sembilan bulan di sini,” ujarnya kepada petugas.

Malam semakin larut, petugas sensus pun berpindah ke Pelabuhan Tanjung Tembaga. Di Pelabuhan tersebut, petugas juga mendatangi beberapa kapal yang sedang bersandar di sana.

“Informasinya di pelabuhan ini ada warga yang masuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Mereka juga masuk dalam sasaran sensus penduduk ini,” ujar Machsus.

Di Pelabuhan Tanjung Tembaga, tim sensus penduduk ini dibagi lagi menjadi dua. Tim 1 di wilayah utara dan tim 2 ke wilayah selatan Kota Probolinggo.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Probolinggo Adenan menjelaskan, sensus malam ini merupakan salah satu cara BPS untuk mendata penduduk yang tidak memiliki tempat tinggal tetap atau pendatang seperti ABK.

“Kalau siang mereka yang tidak punya tempat tinggal tetap ini kan sering berpindah. Tapi ketika malam waktunya istirahat, mereka jelas akan berdiam di satu tempat untuk istirahat. Tempat istirahat ini menjadi acuan untuk sensus penduduk,” terangnya.

Yang dimaksud warga yang tidak memiliki tempat tinggal tetap ini tidak hanya ABK. Namun, juga gelandangan dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

 

“Bagi yang warga gelandangan ditanya tempat tinggal sebelumnya. Kalau yang ODGJ jelas tidak bisa ditanya siapa namanya atau NIK-nya. Pasti hanya tertawa mereka. Maka mereka yang ODGJ ini akan dicatat sebagai Mr X atau Mrs X,” terangnya.

Namun, intinya mereka sebagai warga Indonesia tetap tercatat dalam sensus ini. Sehingga, semua bisa terdata tanpa ada yang terlewat.

Sensus malam hari ini, sebenarnya bukan hal yang baru bagi BPS. Dalam sensus penduduk tahun-tahun sebelumnya juga rutin dilakukan sensus malam hari untuk mendata penduduk yang tidak memiliki tempat tinggal tetap.

“Hanya sensus penduduk saja yang ada sensus malam. Kalau sensus pertanian atau ekonomi tidak ada. Karena objek yang dihitung berbeda,” jelas Adenan.

Kamis (17/9), harian ini menemui Abdul Hadi, kasie Statistik Sosial di BPS Kota Probolinggo. Kegiatan sensus yang dilakukan pada malam hari memiliki nama tersendiri.

“Census Night itu adalah kegiatan sensus yang dilakukan pada malam hari,” terangnya.

Abdul Hadi memimpin tim kedua yang melakukan sensus ke wilayah selatan Kota Probolinggo. Rutenya adalah Pasar Baru, Gotong Royong, Pasar Mantong, Pasar Jrebeng Lor, Pasar Wonoasih, Pasar Laweyan, dan Terminal Bayuangga.

“Tim utara itu setelah dari pelabuhan ke Pasar Kronong, alun-alun, stasiun, Pasar Mangunharjo, Pasar Randu Pangger, Gladak Serang, Taman Maramis, dan Pasar Ketapang,” terangnya.  (hn)

 

 

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Usai Donor Darah, Bold Riders-Super Soccer Pasuruan Tanam Pohon

Tanaman kayu putih dipilih karena ini adalah tanaman obat.

Jualan Buah di Jl Juanda, Putri Polisi Dijambret, Ini Modusnya  

Korban melaporkan pelaku yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Vario merah.

Innalillahi, Pulang Kerja, PNS Pemkab Pasuruan Tewas Tertabrak Truk Tronton

Sore itu, Slamet Supriyanto hendak pulang ke rumahnya usai bekerja. Ia mengendarai motor Honda Vario bernopol N 2175 TBL dari arah utara ke selatan.

Kaliputih Sumbersuko Gempol Kembali Tercemar Busa Berlimpah

Kondisi sungai tercemar busa itu bukan kali ini terjadi. Pada pertengahan Agustus lalu, kondisi serupa juga pernah terjadi.

Komunitas Difabel Antusias Ikuti Donor Darah Bold Riders Probolinggo

Dalam aksi sosial ini, Difabel Motorcycle Indonesia (DMI) Probolinggo turut serta menjadi pendonor.