Begini Cara Desa Parasrejo Mengatasi Persoalan Sampah di Lingkungannya

Demi meningkatkan kebersihan, Desa Parasrejo, Kecamatan Pohjentrek, mulai getol meningkatkan kesadaran akan sampah. Selain memberikan fasilitas tempat sampah, desa juga bakal mengelola Tempat Pembuangan Sampah (TPS) supaya menjadi nilai ekonomis.

ERRI KARTIKA, Pohjentrek

Tak sulit menuju lokasi Desa Parasrejo. Kendati tak terletak di jalan raya utama, lokasi yang berbatasan dengan Kota Pasuruan membuat Desa Parasrejo tetap mudah dijangkau.

Secara demografi, masyarakat Desa Parasrejo mempunyai pekerjaan yang majemuk. Namun, pertanian tetap mayoritas menjadi mata pencaharian utama hingga 50 persen, bidang mebel hingga 30 persen, dan sisanya bekerja sebagai pedagang, pegawai, pekerja, dan sebagainya.

Selain lahan pertanian yang luas, permukiman di desa setempat memang cukup padat. Karena itu, timbul masalah baru yaitu sampah lantaran rumah yang berdempetan. “Awalnya masih kurang kesadaran terkait sampah, jadi warga masih suka buang sampah sembarangan di sekitar rumah,” jelas As’ari, kades Parasrejo.

Agar kondisi lingkungan tetap terjaga, tahun 2017 lalu, desa mulai membuat program tong sampah di tiap beberapa rumah. Sehingga, jika ada sampah rumah tangga, warga langsung bisa membuang di tong-tong sampah terdekat.

Menurut As’ari, perlahan masyarakat sudah bisa tertib. Dari sampah yang terkumpul di tiap beberapa rumah, ada petugas sampah yang rutin mengambil sampah-sampah tersebut dan dibawa ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) milik desa.

Desa Parasrejo sendiri memiliki 200 meter persegi lahan bengkok yang dikhususkan untuk pengelolaan sampah. Bahkan, sudah membuat bangunan 6 kali 15 meter yang nantinya direncanakan untuk pengelolaan sampah.

“Saat ini sampah yang terkumpul masih kami bakar karena kalau dikumpulkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kenep, Beji, cukup jauh. Jadi, kami bakar sendiri,” jelasnya.

Ke depan tak hanya sebagai tempat pembuangan akhir saja. Desa ingin membuat program bank sampah. Selain mengajukan mesin pencacah untuk menghaluskan sampah ke Dinas Lingkungan Hidup. Rencananya sampah ingin didaur ulang terutama yang berbahan plastik agar bisa dimanfaatkan untuk yang lain.

“Jadi, ke depan ingin ada bank sampah, yang bisa disortir dan bisa dibuat kerajinan. Sehingga, bisa menjadi nilai ekonomis juga,” pungkasnya. (fun)