Begini Kegembiraan Pasutri yang Punya Anak Lahir 17 Agustus

Setiap 17 Agustus, Hendra Andiawan, 28 dan Eli Budi Kristiani, 27, tak hanya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia saja. Pada hari bersejarah itu, pasangan suami-istri (pasutri) asal Jalan Serma Abdurahman, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, itu juga merayakan kelahiran buah hati mereka.

MUKHAMAD ROSYIDI, Mayangan

Eli Budi Kristiani masih berbaring lemas di atas bangsal Bidan Praktik Mandiri (BPM) Wiwin Rindawati. Proses persalinan yang ia jalani tergolong lancar. Bayi laki-laki yang baru dilahirkannya pun terlahir normal. Meski masih lemas, rona kebahagiaan terpancar dari matanya. Pandangannya tak pernah lepas dari seorang bayi yang diletakkan di inkubator.

Bayi kedua dari pasutri ini terlahir sekira pukul 16.15. Bagi sebagian orang, andai ia dilahirkan pukul 17.00, maka melengkapi heroiknya tanggal kelahiran bayi tersebut. Namun, Tuhan berkehendak bayi mungil itu lahir 45 menit sebelumnya. Bayi tersebut lahir dengan bobot 4,1 kilogram dan panjang 52 sentimeter.

“Jam 15.30 ketubannya pecah, jadi saya bawa ke bidan. Tak lama kemudian melahirkan,” kata Hendra Andiawan. Hendra –sapaan akrabnya –bersyukur, anaknya lahir dengan selamat. Begitu pula sang istri, yang juga diberi kekuatan untuk lahir secara normal.

Hendra tidak menyangka anaknya lahir bertepatan dengan HUT RI. Sebelumnya, ia memang berharap sang anak lahir di tanggal 17 Agustus. Hanya saja, ia pasrah sang anak lahir tanggal berapa pun. Ternyata harapan tersebut dikabulkan Tuhan. “Saya bersyukur. Jarang-jarang seorang anak ulang tahun bersamaan dengan HUT RI,” katanya berseri-seri.

Anak laki-lakinya itu merupakan anak yang kedua. Anak pertamanya berjenis kelamin perempuan, yakni Chamsira Silmi Putri Amdiawan, terlahir sehari sebelum akhir tahun.

Untuk anak kedua ini, Hendra mengaku belum terpikir soal nama. Pasalnya, ia tidak memiliki persiapan. Sebelumnya, ia dan istrinya memiliki rencana akan menamakan bayi yang keduanya itu Divano. Namun, karena kali ini lahir pada momen perayaan HUT RI, maka ia masih memikirkan lagi nama yang pas bagi buah hatinya.

“Belum ada nama. Saya tidak menyangka akan lahir hari ini (17 Agustus, Red),” katanya sambil mendengarkan istrinya berbicara.

Respons bahagia juga disampaikan Eli. “Sangat senang sekali pastinya. Saya tidak terpikir dan tidak merencanakan hal ini (melahirkan di tanggal 17 Agustus, Red). Tidak semua orang bisa memiliki anak yang lahir pada hari kemerdekaan ini,” katanya sambil menahan rasa sakit. Padahal, dokter memprediksi Eli melahirkan pada 22 Agustus.

Sementara itu, Wiwin Rindawati, bidan yang menangani persalinan Eli mengatakan, bayi yang dilahirkan Eli kondisinya sehat. Bayi tersebut lahir dengan usia kelahiran sekitar 39 minggu atau genap 9 bulan. “Alhamdulliah bayinya lahir normal. Ia lahir dengan usia kandungan sekitar 39 minggu,” terangnya.

Menurut Wiwin, proses kelahirannya pun tidak begitu susah. Ia lahir sekitar setengah jam setelah Eli tiba di BPM. “Normal semua. Proses persalinannya pun tidak begitu rumit,” terangnya. (rf/mie)