alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Muhammad Khoiron, Staf Kejari Kab Pasuruan yang Juga Produktif Menulis Buku

Kebetulan, waktu itu, ia juga sedang menjalankan bisnis. Yaitu, jual beli jam tangan. Pengalamannya berbisnis itulah yang menggerakkannya untuk berbagi cerita. Kiat-kiat bagi pemula untuk memulai bisnis.

“Kalau mau memulai usaha, yakin dulu bisa menjalankannya. Percaya kepada Tuhan akan mendapatkan pertolongan. Karena dari situ, nantinya akan ada jalan. Termasuk kesulitan masalah permodalan,” imbuhnya.

Ia pun menuliskan pengalamannya berwirausaha tersebut. Tidak mudah memang. Apalagi, ia memang belum pernah menulis buku sebelumnya.

Sejumlah kendala datang selama menyelesaikan karyanya. Macet inspirasi hingga mood yang hilang, kerap menghampiri. Hingga enam bulan lamanya, buku berjudul Tuhan, Ayo Modalin Bisnisku mampu diselesaikan.

Karya pertamanya itu dicetak seribu eksemplar. Buku-buku itu pun disebarkan ke sejumlah wilayah di Indonesia. Tidak hanya Pasuruan, tetapi juga Jakarta hingga NTB.

Usai merilis satu buku, ia tak langsung membuat karya berikutnya. Kesibukan di dunia kerja membuatnya mengalami hambatan untuk menulis lagi.

Bahkan, sejak akhir 2018, ia vakum menulis. Hanya fokus bertugas sebagai honorer di kantor Kejari Kabupaten Pasuruan.

Kebetulan, waktu itu, ia juga sedang menjalankan bisnis. Yaitu, jual beli jam tangan. Pengalamannya berbisnis itulah yang menggerakkannya untuk berbagi cerita. Kiat-kiat bagi pemula untuk memulai bisnis.

“Kalau mau memulai usaha, yakin dulu bisa menjalankannya. Percaya kepada Tuhan akan mendapatkan pertolongan. Karena dari situ, nantinya akan ada jalan. Termasuk kesulitan masalah permodalan,” imbuhnya.

Ia pun menuliskan pengalamannya berwirausaha tersebut. Tidak mudah memang. Apalagi, ia memang belum pernah menulis buku sebelumnya.

Sejumlah kendala datang selama menyelesaikan karyanya. Macet inspirasi hingga mood yang hilang, kerap menghampiri. Hingga enam bulan lamanya, buku berjudul Tuhan, Ayo Modalin Bisnisku mampu diselesaikan.

Karya pertamanya itu dicetak seribu eksemplar. Buku-buku itu pun disebarkan ke sejumlah wilayah di Indonesia. Tidak hanya Pasuruan, tetapi juga Jakarta hingga NTB.

Usai merilis satu buku, ia tak langsung membuat karya berikutnya. Kesibukan di dunia kerja membuatnya mengalami hambatan untuk menulis lagi.

Bahkan, sejak akhir 2018, ia vakum menulis. Hanya fokus bertugas sebagai honorer di kantor Kejari Kabupaten Pasuruan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/