alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Muhammad Khoiron, Staf Kejari Kab Pasuruan yang Juga Produktif Menulis Buku

Minimnya aktivitas pergerakan mahasiswa di kampusnya membuat Muhammad Khoiron, 28, lebih banyak menghabiskan waktu dengan buku. Dari situlah, ia tertarik membuat karya tulis. Kebetulan, ia juga sedang merintis bisnis jual beli jam tangan. Bisnis yang digelutinya itulah menjadi inspirasinya untuk menulis.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

TUHAN, Ayo Modalin Bisnisku!.” Begitulah cover salah satu buku yang ditulis Muhammad Khoiron, 28. Buku tersebut merupakan karya pertamanya. Persis gambaran kisahnya yang dituangkannya dalam sebuah cerita.

Selain itu, ada beberapa buku lain yang dibuatnya. Yakni, 99 Kunci Sukses Berjualan dan Ram-ram Membongkar Skandal Korupsi di Bumi Santri. Khusus buku yang terakhir, ia tidak bekerja sendiri dalam penulisannya. Ada rekan-rekan sesama penulis dari Yayasan Humanist Centre Pandaan yang terlibat dalam pembuatannya.

“Sekarang saya sedang dalam proses menulis dua buku lagi. Salah satunya, ‘PMII Bukan Gadis Malam’,” ungkap Khoiron –sapaannya-.

Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Yudharta Pasuruan ini mengaku, tertarik menulis bulu setelah pergerakan BEM di kampusnya pada 2018 dibatasi. Tidak ada gerakan yang dimunculkan.

Dampaknya, banyak waktu yang hanya dihabiskan untuk berdiam diri. Waktu luangnya lantas ia gunakan untuk banyak membaca buku. Khususnya buku-buku tentang bisnis.

“Kebetulan saya memang tertarik dengan dunia bisnis. Makanya banyak buku-buku bisnis yang saya baca,” kisahnya.

Minimnya aktivitas pergerakan mahasiswa di kampusnya membuat Muhammad Khoiron, 28, lebih banyak menghabiskan waktu dengan buku. Dari situlah, ia tertarik membuat karya tulis. Kebetulan, ia juga sedang merintis bisnis jual beli jam tangan. Bisnis yang digelutinya itulah menjadi inspirasinya untuk menulis.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

TUHAN, Ayo Modalin Bisnisku!.” Begitulah cover salah satu buku yang ditulis Muhammad Khoiron, 28. Buku tersebut merupakan karya pertamanya. Persis gambaran kisahnya yang dituangkannya dalam sebuah cerita.

Selain itu, ada beberapa buku lain yang dibuatnya. Yakni, 99 Kunci Sukses Berjualan dan Ram-ram Membongkar Skandal Korupsi di Bumi Santri. Khusus buku yang terakhir, ia tidak bekerja sendiri dalam penulisannya. Ada rekan-rekan sesama penulis dari Yayasan Humanist Centre Pandaan yang terlibat dalam pembuatannya.

“Sekarang saya sedang dalam proses menulis dua buku lagi. Salah satunya, ‘PMII Bukan Gadis Malam’,” ungkap Khoiron –sapaannya-.

Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Yudharta Pasuruan ini mengaku, tertarik menulis bulu setelah pergerakan BEM di kampusnya pada 2018 dibatasi. Tidak ada gerakan yang dimunculkan.

Dampaknya, banyak waktu yang hanya dihabiskan untuk berdiam diri. Waktu luangnya lantas ia gunakan untuk banyak membaca buku. Khususnya buku-buku tentang bisnis.

“Kebetulan saya memang tertarik dengan dunia bisnis. Makanya banyak buku-buku bisnis yang saya baca,” kisahnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/